This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Sabtu, 21 April 2012
SILATURAHMI DAN TEMU KADER KALIJAMBE
Kamis, 16 Februari 2012
PRESIDEN SBY: Museum Sangiran Luar Biasa
SRAGEN–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku terkesan dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Kalijambe, Sragen. Oleh karena itu ia berharap museum bisa dikembangkan lebih lanjut agar bisa menjadi kebanggaan.
“Saya harus katakan bahwa museum ini luar biasa sebagai pusat studi untuk mengenal dunia kita di masa lalu,” ujarnya seusai berkeliling meninjau Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Kamis (16/2/2012).
Selain Presiden, ada 11 menteri yang turut serta dalam rombongan. Di antaranya Mendikbud, M Nuh, Menpora Andi Mallarangeng, Mendagri Gamawan Fauzi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian Suswono. Mereka mengadakan peninjauan selama kurang lebih satu jam.
Lebih lanjut Presiden mengatakan keberadaan Situs Sangiran menjadi bukti bahwa Indonesia juga menjadi bagian dari peradaban yang pernah hidup di masa silam. Oleh karena itu, Presiden mengaku telah memberikan arahan kepada Mendikbud, Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo dan Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Harry Widianto, untuk terus mengembangkan Situs Sangiran. “Saya ingin putra putri bangsa ini datang ke tempat ini (Situs Sangiran-red) untuk berwisata dan melaksanakan studi mengenal peradaban di masa silam,” ujarnya.
Presiden SBY juga menyambut baik rencana pengembangan empat klaster Situs Sangiran dalam kurun waktu satu sampai dua tahun. Empat klaster tersebut adalah Ngebung, Bukuran, Krikilan dan Dayu. “Saya senang dengan pernyataan Gubernur yang akan menjadikan Situs Sangiran sebagai center of study tentang evolusi kehidupan manusia,” ungkapnya.
Sementara itu Mendikbud, M Nuh, dalam paparannya di hadapan Presiden dan para menteri mengungkapkan keunggulan Situs Sangiran antara lain merupakan salah satu pusat evolusi manusia purba di dunia, memberikan lebih dari 80 individu manusia purba takson Homo Erectus, menggambarkan evolusi faunal selama lebih dari dua juta tahun, menggambarkan evolusi budaya selama 1,2 juta tahun.
“Peran Situs Sangiran adalah sebagai salah satu pusat evolusi manusia dan peradaban yang terpenting di dunia, pusat kajian evolusi manusia purba Sangiran dan sekaligus sebagai rujukan situs-situs terbesar di Asia, destinasi wisata edukasi berkaitan dengan evolusi manusia, budaya dan lingkungan,” terangnya.
(JIBI/SOLOPOS/Eni Widiastuti)
Sabtu, 04 Februari 2012
"THE SECRET OF SHALIHAH" DALAM PENANTIAN LASKAR PENA SUKOWATI
Setelah mengingat dan mnimbang, akhirnya mmutuskan bhwa RUDIYA OKTAR yg mjd pmenang sayembara “PASCO TSOS” . Bagi yg blm beruntung, masih ada Sayembara “he Secret of Shalihah" (TSoS) yg deadlinenya diundur smpe 29FEB2012. Apa sayembaranya?
1. Foto brsama buku "TSOS"
2. Mmbuat tulisan dg tema "Aku dan TSOS"(singkat saja)
Bs plh slh1,blh ikut dua2ny. Ktentuan : bebas, unik, menarik, inspiratif! Kirim ke : akhwat_visioner@yahoo.com
Deadline : 290212.
Hadiah : Buku antologi terbaru saya. Masing2 akan dipilih 1 terbaik. Bagi yg sudah pny bukunya, yuk ikutan! Bagi yg blm pny bukunya bisa pesan dgn menghub 08999344753 ^_^. Harga 25.000 — dengan Rudiya Oktar.
Demikian status facebook dari Tika, penulis buku "THE SECRET OF SHALIHAH" siang tadi. Hem....serasa tak percaya, saya mendapat sebuah kehormatan yang luar biasa dari seseorang yang juga luar biasa. Awalnya sich,saya sekedar berekspresi secara spontan setelah membaca status Etika Aisya Avicena. Beliau menginginkan status facebook yg kreatif dg foto profil buku "TSOS" di hari milad supertwin ( beliau ini anak kembar lho..., saudara kembarnya Norma Keisya Avicena ). eh tak taunya malah dipilih menjadi pemenang.
Penulis TSOS bersama saudara kembarnya.
Yang membuat hal ini terasa istimewa adalah:
1.Mendapat hadiah buku TSOS langsung dari penulisnya.Dan tentu yang lebih istimewa adalah Pesan yang terdapat dlm buku yang sengaja ditulis untuk para akhwat agar menjadi shalihah. Bukankah, sebaik - baik perhiasan adalah wanita shalihah?
2.Tika selain penulis muda berbakat, ternyata juga memiliki tekhnik marketing bukunya dengan cara sangat cerdas.
3.Beliau ini saya rasa adalah tipe orang yang sangat menghargai karya orang lain, wl karya itu masih sangat sederhana.
Terus status facebook kayak apa yang saya buat? ini dia status yang bikin heboh itu...
Rudiya Oktar
Pemirsa, anda masih bersama kami dalam acara "Breaking News" Rudi TV. Seorang penulis FLP, Etika Aisya Avicenna yang belum lama ini menerbitkan bukunya "The Secret Of Shalihah" di bulan penuh nuansa cinta ini akan merayakan milad ke 25. informasi ini kami peroleh dari akun facebook yg bersangkutan. dalam miladnya kali ini, akhwat asli Wonogiri ini mengadakan sayembara bagi teman2nya di facebook. sayembara memperebutkan buku "The Secret Of Shalihah" sebuah buku yang sangat inspiratif bagi anda kaum hawa yg menginginkan dirinya menjadi wanita shalehah. menurut informasi yang belum jelas, bagi ikhwan yang beruntung akan mendapat hadiah istri shalehah. ukhty Norma Keisya Avicenna saudara kembar Ticko, demikian panggilan akrab penulis TSOS, sampai berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. demikian laporan Rudiya Oktar , Rudi TV Sragen.
dukung Rudiya Oktar dg like dan coment di akun ini.
Tidak Suka Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman Ikuti Kiriman · Bagikan · Sunting Sunting · Rabu
Anda, Sriee Chayank Boenda, Ali Mahfudz, Setia Rinny, dan 8 orang lainnya menyukai ini.
2 kali dibagikan
Etika Aisya Avicenna
sukaaaaa... kreatif nih! mksh yaa...
Rabu pukul 10:16 · SukaTidak Suka
Rudiya Oktar
he2....langsung di disukai penulisnya. sama2...syukron juga ukhty Tika. ayo yg merasa kreatif coment2 juga donk!
Rabu pukul 10:18 · SukaTidak Suka · 1
Dpcpks Kalijambe
ane dukung Rudiya Oktar
Rabu pukul 10:24 · Tidak SukaSuka · 1
Rudiya Oktar
ayo dukung donk ust. Syaiful Arifin , Tri Win Salsabilla , Farah Syidza El Firdausy, pak Must Taqim , Setia Rinny , pak Mulyanto Utomo , pak Supomo Solopeduli , Aris El Durra , SoloPeduli Area Sragen , Aries Adenata dll......
Rabu pukul 10:37 · SukaTidak Suka
Aries Adenata
LaiK tHis Yow...
Rabu pukul 14:23 · Tidak SukaSuka · 1
Rudiya Oktar
mksh mas aries, moga sukses bisnisnya
Rabu pukul 15:13 · SukaTidak Suka
Rudiya Oktar
Diah Cmut , Aprisa Ayu ayo...pemilu dah dimulai nich.
Rabu pukul 15:15 · SukaTidak Suka
Wildan Muhammad
kereeeen
Rabu pukul 15:17 · Tidak SukaSuka · 1
Rudiya Oktar
mksih mas wildan. mksudnya keren itu statusnya ato yg ada dlm tivi itu? he2......
Rabu pukul 15:20 · SukaTidak Suka
Setia Rinny
iya maju terussss......!!!
tp brsn aq like ko tautan smntara ga trsdia ea....
tr ta cb lg deh....
Rabu pukul 15:34 · Tidak SukaSuka · 1
Rudiya Oktar
Setia Rinny , OK....!
Rabu pukul 15:38 · SukaTidak Suka
Setia Rinny
comment sbnyak bnyaknya ga?
Rabu pukul 15:42 · SukaTidak Suka
Rudiya Oktar
boleh2....
Rabu pukul 15:43 · SukaTidak Suka
Setia Rinny
Love Hastu, Yuni Risha, Ruhadi Anto,
like this yo plus comment.....
Rabu pukul 15:53 · Tidak SukaSuka · 1
Dhanny Novianto
Ben ndang rbi,
Rabu pukul 15:53 · SukaTidak Suka
Diah Cmut
Cenuung....
thickoo....
Rabu pukul 16:27 · Tidak SukaSuka · 1
Tri Win Salsabilla
smga wanita yg d dapat bner2 sholilah :-)...
Rabu pukul 19:11 · Tidak SukaSuka · 1
Rudiya Oktar
ukhty Tri Win Salsabilla , amiin...syukron ukh.
Rabu pukul 21:48 · SukaTidak Suka · 1
Rudiya Oktar
Dhanny Novianto , ok2...
Rabu pukul 21:49 · SukaTidak Suka
Rudiya Oktar
Diah Cmut , cenuung, ticko dan cmut... trio kwek2 flp solo. wkkkkk....
Rabu pukul 21:52 · SukaTidak Suka
Diah Cmut
ayuk?
Rabu pukul 21:55 · SukaTidak Suka
Setia Rinny
Hla adimu mas?
Kamis pukul 2:11 · SukaTidak Suka
Rudiya Oktar
saya anti nepotisme.
Kamis pukul 2:16 · SukaTidak Suka · 1
Setia Rinny
Nepotisme piye to kih,, kn biar tmbh yg ng like....
Kamis pukul 2:21 · SukaTidak Suka
Ali Mahfudz
mga brhsl...
Kamis pukul 3:08 · Tidak SukaSuka · 1
Marya Ni ·
Afwn Kok status antum ad yg janggal y..
Kemarin jam 4:36 · SukaTidak Suka
Rudiya Oktar
Marya Ni , mksudnya janggal gmn ukh? status ini saya buat karena ukhty Etika Aisya Avicenna , sang penulis buku TSOS sdng adakan sayembara bikin status yg kreatif di moment milad beliau. sbg orng yg hobi menulis tentu solidaritas sesama kl...rg besar FLP saya junjung tinggi. apalagi beliau kan juga dkt dg tmn2 FLP Solo. ini juga sbg apresiasi dan penghargaan saya thd karya beliau. siapa tau satu saat, saya bisa terbitkan buku juga.Lihat Selengkapnya
20 jam yang lalu · Suka
Jadi skrng LASKAR PENA SUKOWATI SEDANG MENANTI KEDATANGAN ....SHALIHAH!
Senin, 30 Januari 2012
SI UNYIL , YANG TAK TERLUPAKAN
Masih ingatkah anda dengan tokoh si unyil? mungkin bagi anda yang masa kecilnya masih hanya ad stasiun tv TVRI saja, rasanya msih ingat.
Si Unyil adalah film seri televisi Indonesia produksi PPFN yang mengudara setiap hari Minggu pagi di stasiun TVRI dimulai pada tanggal 5 April 1981 sampai 1993, Minggu pagi di stasiun RCTI dimulai pada tanggal 21 April 2002 hingga awal 2003 dan berpindah ke TPI pada medio 2003 hingga akhir 2003 setiap Minggu pukul 16.30 WIB sebelum program berita Lintas 5. Si Unyil ini diciptakan oleh Suyadi.
Ditujukan kepada anak-anak, film seri boneka ini menceritakan tentang seorang anak Sekolah Dasar (yang lalu akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya bisa mencapai posisi Sekolah Menengah Pertama) bernama Unyil dan petualangannya bersama teman-temannya. Kata "Unyil" berasal dari "mungil" yang berarti "kecil".
Si Unyil telah menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari budaya populer di Indonesia, dan banyak orang tidak dapat melupakan berbagai unsur seri ini, mulai dari lagu temanya yang dimulai dengan kata-kata "Hom-pim-pah alaiyum gambreng!" sampai tokoh-tokoh seperti Pak Raden dan Pak Ogah dan kalimat seperti "Cepek dulu dong!".Saat ini boneka-boneka si Unyil telah menjadi koleksi Museum Wayang di Jakarta.
Pada tahun 2007, acara ini dihidupkan lagi dengan nama Laptop Si Unyil, digawangi oleh Trans7. Karakter, lagu pembuka, dan cerita tetap dipertahankan, kecuali beberapa yang diperbaharui seiring zaman. Seperti ucapan Pak Ogah, yang dulu "Cepek dulu dong" kini jadi "Gopek dulu dong"; dan Unyil didampingi temannya membahas hal-hal pendidikan dengan laptop yang dimiliki teman si Unyil.
TOKOH - TOKOH:
Unyil, Ucrit, dan Usro
Ketiga karakter ini merupakan karakter utama dalam film Si Unyil
Pak Raden
ia memiliki karakter jawa yang kental. Kain beskap berwarna hitam lengkap dengan blangkon dan tongkat dengan pegangan mirip gagang payung dan disertai dengan kumis tebal yang melintang merupakan ciri khas Pak Raden. Segala sesuatu yang dikerjakan selalu mengacu pada primbon kesayangan nya. Selalu berusaha menghindar bila ada kerjabakti di desa Sukamaju dengan alasan penyakit encoknya kambuh.
Tokoh Pak Raden ini juga memiliki sifat yang pelit terhadap tetangganya, sehingga seringkali buah mangganya dicuri oleh Pak Ogah. Seperti halnya kebanyakan tokoh yang memiliki darah biru, Pak Raden juga memelihara burung perkutut serta memiliki bakat seni lukis yang mumpuni. Pak Raden juga mempunyai tawa khas yang menggelegar. Selain itu pula sifat jelek Pak Raden adalah cepat naik darah alias pemarah.
Pak Ogah
Ia dikenal sebagai seorang tunakarya yang kepalanya gundul dan kerjanya sehari-hari adalah duduk di pos ronda dan meminta uang dari orang-orang yang lewat.
Dua kalimat Pak Ogah yang paling terkenal adalah, "Ogah, aah" dan "Cepek dulu dong." Ogah adalah bahasa sehari-hari untuk mengatakan "tidak", biasanya karena kemalasan. Misalnya apabila seseorang diajak temannya untuk pergi ke suatu tempat, tapi ia ingin tinggal di rumah, ia dapat berkata, "Ogah, aah." Perlu diperhatikan bahwa kata "ogah" ini memiliki konotasi kurang sopan bila digunakan kepada orang yang lebih tua atau lebih tinggi status sosialnya.
"Cepek" sebenarnya berarti seratus, diserap dari dialek Hokkian dan dalam hal ini adalah satu keping uang logam seratus Rupiah. Pak Ogah dalam film seri biasanya hanya mengijinkan orang lewat di depan pos rondanya bila mereka memberinya seratus rupiah atau cepek terlebih dahulu.
Karena ketenaran seri Si Unyil, kata Pak Ogah kemudian memasuki wahana populer dan menjadi istilah umum untuk menyebut semua tunakarya yang lebih senang bermalas-malasan atau melakukan pekerjaan ringan. Misalnya di perempatan jalan yang sibuk, sering kali karena satu alasan atau yang lain tidak ada petugas polisi yang mengatur lalu-lintas, seseorang yang bukan petugas polisi namun kemudian mengatur arus kendaraan dan meminta uang sebagai imbalan sering disebut "Pak Ogah".
Tokoh-tokoh lain
* Kinoy
* Meilani
* Tina
* Bun Bun
* Pak Ableh
* Cuplis
* Pak Lurah
* Endut
* Mbok Bariah
Minggu, 29 Januari 2012
Pangeran Diponegoro
Ia seorang Mujahid keturunan Raja Yogjakarta. Seluruh nafas kehidupannya diabadikan untuk kemerdekaan Tanah Jawa, dengan bersendikan ajaran agama Islam.
Tegalrejo 29 Juli 1825. di bawah pimpinan Chevallier pasukan gabungan Belanda dan orang-orang patih Darurejo IV menyerbu laskar-laskar Diponegoro dan Mangkubumi di Tegalrejo, sebuah desa kecil yang terletak di barat laut Keraton Yogjakarta. Dentuman meriam dan bunyi letupan senapan membahana di seluruh penjuru desa.
Menghadapi serangan itu, kedua Pangeran bersama laskarnya segera menyingkir ke tempat yang lebih aman. Mereka menyadari, perang di medan yang amat sempit tidak menguntungkannya. Pangeran Diponegoro akhirnya memilih tempat yang lebih strategis untuk basis peperangannya di bukit Selangor, sebuah tempat yang dikelilingi lembah , benteng-benteng alam dan Gua, yang biasa dipergunakan bertapa. Tempat itu terletak 10 Km di sebelah barat daya kota Yogjakarta. Sedangkan keluarganya diungsikan ke desa Dekso.
Di lain pihak, Chevallier terus melancarkan serangan dahsyat dengan mengerahkan seluruh pasukan dan persenjataan yang dimiliki. Alhasil, Chavalier dalam waktu singkat mampu menguasai Tegalrejo. Sayangnya, Tegalrejo telah kosong melompong. Bakar…. Bakar saja rumah Diponegoro sampai habis! Seru Chavalier di tengah kemarahan dan kedongkolan hatinya karena buruannya telah kabur.
Tanpa membuang waktu lagi, tentara gabungan itu membakar rumah Diponegoro dan puluhan rumah lain di sisi kanan kirinya. Dari kejauhan, di balik bukit terjal, di atas Kuda Getayu, Pangeran Diponegoro bersama Pangeran Mangkubumi beserta seluruh anggota laskarnya menyaksikan dengan sedih pembumihangusan puluhan rumah tersebut.
Sebaliknya berita penyerangan Belanda ke Tegalrejo cepat menjalar ke seluruh pelosok Yogjakarta dan Surakarta. Sebagian besar rakyat tanpa dikomando berduyun-duyun datang ke Selangor lengkap dengan persenjataannya. Dari Surakarta, datang ulama Bayat, dan laskar-laskar yang di komandoi oleh Kyai Mojo dan Tumenggung Prawirodigdoyo. Dari kesultanan Yogjakarta, tidak kurang 74 bangsawan akhirnya menggabungkan diri dengan pasukan Diponegoro di Selangor. Diantara kerumunan Bangsawan itu, terdapat Sentot Prawirodirjo, seorang Senopati muda yang belum berusia 18 tahun, putra Raden Ronggo Prawirodirjo III. Seperti halnya sang ayah, Sentot kemudian tampil sebagai pejuang besar yang sangat di takuti pihak Belanda.
Propaganda perang melawan bangsa kafir segara dilakukan di mana-mana, di Yogjakarta, Jayanegara segera membuat surat edaran untuk seluruh rakyat Mataram. Isinya mengajak berjuang bersama Pangeran Diponegoro dan Pangeran Mangkubumi mengusir kaum penjajah Kafir Belanda. Di wilayah luar Yogjakarta, seperti Kedu, Banyumas dan sekitarnya, ajakan jihad fi sabilillah di sampaikan oleh Kyai Kasan Besari yang disambut rakyat dengan gegap gempita.
Sesuai dengan saran Sinuhun Paku Buwono VI, laskar-laskar Diponegoro menggunakan taktik dan strategi perang “Dhedhemitan” alias “Gebag ancat nrabas geblas”. Menyerbu secara tiba-tiba dan kemudian dengan cepat menghilang dibalik hutan-hutan, Gua, Bukit, atau kegelapan malam.
Rupanya taktik dan perang anggota laskar Diponegoro sangat menakutkan pihak Belanda. Tidak mengherankan, bila pada tahun-tahun pertama pihak Belanda kewalahan dan banyak mengalami kekalahan.
Kemenangan pertama Pangeran Diponegoro dan laskarnya didapat di desa Pisangan, perbatasan Muntilan dan Yogjakarta. Laskar Diponegoro yang dipimpin oleh Mulyo Santiko dengan gagah berani mencegah iring-iringan pasukan Belanda yang berjumlah sekitar 120 orang yang berusaha masuk ke Yogjakarta. Mereka berhasil menghancurkan seluruh pasukan Belanda itu. Uang sebesar 50.000 gulden dapat dirampas berikut alat-alat perangnya. Kemenangan pertama ini segera di ikuti oleh kemenangan-kemenangan berikutnya. Pada 6 Agustus 1825, pasukan Diponegoro yang dipimpin para panglimanya yang gagah berani berhasil menghancurkan markas Belanda di Pacitan, menyusul kemudian Purwodadi.
Kemenangan demi kemenangan tentu saja dapat mengobarkan semangat rakyat untuk bersama-sama bangkit melawan Kafir Belanda. Perangpun makin meluas, dinatarnya sampai ke Banyumas, Pekalongan, Semarang, Rembang dan Madiun.
Kekalahan beruntun yang dialami Belanda, memaksa Gubernur Jenderal Hindia Belanda segera mengirim Letnan Jenderal Markus De Kock ke Jawa Tengah sebagai panglima angkatan perang Belanda. Jenderal De Kock mendapat kekuasaan untuk menjalankan segala tindakan dalam menangani peperangan.
Jenderal De Kock dengan licik segera menybarkan politik pecah belah, dan mengadu domba. Ia segera menemui dan memaksa Sunan Pukubuwono VI, dan Mangkunegoro II, dan Paku Alam I agar bersedia membantu Belanda. Ia juga mengerahkan bantuan pasukan pribumi itu untuk menggempur markas pasukan Diponegoro di Selarong. Namun, beruntung gerakan pasukan gabungan ini sudah dapat di ketahui oleh mata-mata Pangeran Diponegoro. Semua laskar dan pimpinnanya segera bersembunyi. Akibatnya, ketika pasukan Belanda menguasai Selarong pada malam hari, mereka hanya menemukan bukit dan Gua yang sudah kosong. Pasukan Belanda pun mundur dan kembali pulang dengan tangan hampa.
Tidak beberapa lama tentara Belanda pulang, malam itu juga Pangeran Diponegoro segera mengadakan pertemuan dengan para Senopatinya. Mereka membahas untuk segera memindahkan markasnya di Selarong. Semua sepakat. Desa Deksa yang jaraknya sekitar 23 Km dari Yogjakarta dijadikan markas baru.
Pertempuran kembali berkobar diseluruh Mataram. Hasilnya pada Januari 1826 Pangeran Diponegoro berhasil merebut dan menguasai daerah Imogiri dan Pleret, di susul daerah Lengkong, Kasuran dan Delangu.
Bagi pihak Belanda, kekalahan beruntun itu justru membuat Jenderal De Kock makin nekad. Ia mengajukan permohonan kepada pemerintah pusat Belanda untuk menambah anggaran perang. Anggaran itu rencananya untuk membuat benteng Stelsel. Tujuannya untuk mempersempit ruang gerak Pasukan Diponegoro di daearh-daerah yang di kuasai Belanda. Pelaksanaan benteng Stelsel juga dimaksudkan untuk mengadakan tekanan kepada Pangeran Diponegoro agar bersedia menghentikan peperangan.
Di wilayah Mataram kemudian muncul benteng-benteng Belanda yang kukuh, seperti di Bantul, Paluwatu, Pasargede, Jatinom, dan Delangu. Tidak kurang dari 165 buah benteng telah di dirikan Belanda untuk mempersempit ruang gerak pasukan Pangeran Diponegoro. Tekanan dari Belanda ini masih ditambah dengan adanya Bupati-bupati daerah yang memihak kepada Belanda, sehingga sangat menyulitkan komunikasi laskar Diponegoro antar daerah. Akibatnya, perlawanan itu menjadi mudah dipatahkan oleh pasukan Belanda. Pasukan Bulkiyo mulai menghadapi masa-masa sulit.
Di tengah kesulitan itu, Pangeran Diponegoro mengumpulkan para sesepuh dan Senopati membahas perkembangan dan situasi di medan perang. Pertemuan itu dilakukan di pesanggrahan Bagelan. Hasilnya mereka tetap melanjutkan perjuangan sampai kemerdekaan bumi tanah Jawa tercapai. Akibatnya, tidak sedikit laskar Pengeran Diponegoro yang gugur. Pangeran Kusumowijoyo yang mengobarkan pertempuran di Keraton Surakarta, akhirnya gugur di Lembah Kali Serang. Ia kemudian dikenal dengan nama Pangeran Serang, dan istrinya Raden Ajeng Kusriyah juga gugur di Dekso, Kulon Progo. Tidak berapa lama kemudian, gugur pula Tumenggung Prawirodigdoyo dari Gagatan. Ia gugur di medan tempur Klengkong saat memimpin 100 prajuritnya melawan tentara Belanda yang jumlahnya berlipat-lipat dengan dukungan meriam dan senjata laras panjang.
Belum lagi hilang rasa duka, kabar yang mengejutkan menyusul, Gusti Pangeran Notodiningrat bersama istri dan ibundanya dan tidak kurang dari 200 pengikutnya menyerah kepada Belanda di Yogjakarta. Dengan keberhasilan Belanda mempengaruhi Pangeran Notodiningrat Jenderal De Kock semakin gila mendekati pemimpin-pemimpin laskar Pangeran Diponegoro. Ia menjanjikan kedudukan dan hadiah-hadiah berlimpah bila mau menyerah dan mendukung Belanda. Satu bulan kemudian, Belanda kembali berhasil membujuk salah seorang panglima laskar Diponegoro, yaitu Pangeran Arya Papak dan Tumenggung Ario Sosrodilogo.
Kiai Mojo yang menjadi tulang punggung kekuatan pasukan perang Pangeran Diponegoro, akhirnya juga menyerah kepada pasukan Belanda. Menyerahnya Kiai Mojo merupakan pukulan berat bagi Pangeran Diponegoro dan laskar-laskarnya. Tetapi Pangeran Diponegoro bertekad untuk tidak menyerah dan tetap mengobarkan perlawanan.
Pada 20 Desember 1828, Laskar Pangeran Diponegoro segera melancarkan serangan dahsyat terhadap markas Belanda di Nanggulan. Dalam pertempuran itu Kapten Van Inge tewas, sedang dari pihak pasukan Diponegoro keilangan Senopatinya yang gagah berani, Pangeran Prangwedono.
Berita hancurnya benteng Nanggulan, membuat jenderal De Kock semakin ketakutan, sebab ia selalu melihat sosok Senopati Sentot sebagai momok yang sangat berbahaya. Karena jenderal De Kock terus berupaya membujuk Sentot dengan berbagai cara agar mau menyerah. Tapi, Senopati muda itu tetap menolaknya. Belum berhasil membujuk Sentot, ia berhasil memperalat dan menekan Pangeran Ario Prawirodiningrat, Bupati Madiun, untuk menyerah. Sebabnya, jika tidak mau menyerah taruhannya adalah nyawa sepupunya.
Setelah Pangeran Ario Prawirodiningrat menyerah, menyusul Sentot Prawirodirjo dan Pangeran Mangkubumi. Menyerahnya dua Pangeran yang gagah berani ini membuat Pangeran Diponegoro kembali terpukul telak dan membawa beban moral, tidak hanya dalam dirinya, tetapi juga kepada seluruh prajurit Bulkiyo. Belum lagi batin Pangeran Diponegoro sembuh di akhir tahun 1829, satu persatu Senopati daerah menyusul jejak Senopati Sentot dan Pangeran Mangkubumi, antara lain, Pangeran Ario Suriokusumo, Kerto Pengalasan, pahlawan medan tempur Pleret, dan Pangeran Joyosudirjo
Rupanyan Pangeran Diponegoro tak bergeming, meski hatinya tertekan, ia tetap melanjutkan perjuangannya dan tetap menaruh kepercayaan atas kesetiaan rakyat Bagelan, Banyumas, dan Kedu. Usaha Jenderal De Kock untuk mempercepat peperangan rupanya tidak berhasil. Meski jauh sebelumnya Jenderal ini sudah menjanjikan 20.000 ringgit kepada siapa saja yang sanggup menagkap hidup atau mati Pangeran Diponegoro. Segenap rakyat dan laskar-laskar Pangeran Diponegoro tidak mau mengkhianati pemimpin yang agung ini.
Tapi, Jenderal De Kock tidak putus asa, melalui Kolonel Cleerrens, akhirnya bisa membujuk putra Pangeran Diponegoro, yaitu Pangeran Dipokusumu, untuk menyerah. Penyerahan putra kesayangannya itu benar-benar membuat Pangeran Diponegoro terluka. Maka pada bulan Februari 1830, ketika Kolonel Cleerens menawarkan jalan perundingan, terpaksa Pangeran Diponegoro menerimanya dengan berat hati. Dua musuh bebuyutan inipun bertemu di Remo Kamal, Bagelan, Purworejo, pada tanggal 16 Februari 1830. Cleerens kemudian mengusulkan agar kanjeng Pangeran dan pengikutnya berdiam dulu di kaki bukit Menoreh sambil menunggu kedatangan Letnan Gubernur Jenderal markus De Kock dari Batavia.
Dengan janji tidak dikhianati, Pangeran Diponegoro bersedia mengadakan perundingan. Pada bulan Maret 1830, ia dengan pasukannya tiba di tempat perundingan, dirumah Residen Magelang. Bersama Kolonel Cleerens, Pangeran Diponegoro menuju ruang kerja Jenderal De Kock. Beberapa putra Diponegoro dan perwira Belanda ikut menyaksikan jalannya perundingan tingkat tinggi tersebut.
Sekitar dua jam sudah perundingan berlangsung, tapi belum membuahkan hasil. Berkali-kali Jenderal De Kock mencoba membujuk agara Pangeran Diponegoro mengurangi tuntutannya. Tapi Pangeran Diponegoro tetap teguh pada pendiriannya. Mendirikan sebuah Negara merdeka yang bersendikan agama Islam. Sesuai dengan kesepakatan sebelumnya, apabila perundingan menemui jalan buntu, Pangeran Diponegoro boleh meninggalkan ruangan itu dengan bebas. Tapi kenyataannya, Jenderal De Kock curang, “Tangkap tangkap Diponegoro dan semua pengikutnya”, teriak De Kock kepada pasukannya sambil menodongkan pistol kearah Pangeran Diponegoro. Sejurus kemudian, Pangeran Diponegoro beserta para pengikutnya ditangkap dan dijebloskan dalam sebuah penjara yang amat pengap.
Kamis, 26 Januari 2012
Manusia Jawa Adalah Nenek Moyangnya Manusia Modern by BioNaturally
Penggalian Manusia Purba
Darimanakah manusia berasal…?? Suku Maori (suku asli Selandia Baru) menganggap dahulu langit dan bumi menyatu. Semesta diselimuti gelap gulita. Manusia adalah hasil dari pemisahan langit dan bumi karena ulah putra bumi dan langit yang menginginkan cahaya dan mengerahkan kekuatannya untuk memisahkan ayah dan ibunya. Sehingga manusia yang tadinya berada di dalam kegelapan mulai terlihat. Sementara dalam dongeng Jerman, dewa langit dan dewa lainnya suatu hari sedang berjalan-jalan di tepi pantai. Pada suatu gundukan pasir mereka melihat dua buah pohon dan merubahnya menjadi manusia.
Lalu ketika zaman berganti, muncul pula Darwin dengan teori evolusi yang mengatakan manusia berasal dari kera. Teori ini perlahan mulai diterima manusia. Banyak orang berpendapat manusia adalah hasil dari suatu perubahan genetik selama berjuta-juta tahun dari suatu sosok makhluk hidup yang bernama kera.
Namun sama halnya dengan dongeng-dongeng yang diceritakan pada awal kisah tadi, orang-orang mulai bertanya, darimanakah atau dimanakah tepatnya awal dari proses evolusi itu terjadi…?
Manusia dari Eropa..?
Pilot Chesley
Di abad-abad terakhir ini, orang beranggapan, benua Eropa adalah tempat berasalnya manusia. Hal ini bukannya tidak beralasan. Di eropa bagian barat banyak ditemui tempat-tempat peninggalan prasejarah. Di kurun waktu 1823 hingga 1925 ada sekitar 116 peristiwa penemuan tulang belulang manusia purba. Di antaranya ada ditemukan tulang kera yang berubah menuju bentuk manusia. Namun tetap aja, itu tulang-tulang kera. Sementara sisa-sisa zaman batu (telah melewati masa evolusi), kurang lebih ada 236 peristiwa penemuan di seluruh Eropa.
Lalu di Prancis pada tahun 1856, ditemukan fosil manusia kera. Fosil itu dianggap sebagai fosil terlama yang ditemukan di masa itu. Maklumlah, saat itu riset yang dilakukan di Asia dan Afrika belum memberikan hasil yang maksimal. Jadi, bisa disimpulkan, Eropa lah tempat awal terjadinya proses evolusi itu. Apalagi para ilmuwan di Eropa saat itu tampaknya lebih memilih tempat tinggalnya sebagai tempat asal muasal manusia dan mengenyampingkan kemungkinan-kemungkinan geografis benua lain yang mungkin lebih unggul seperti Asia dan Afrika.
Eugene Dubois
Eugene Dubois
Namun pada akhir abad 19, seorang berkebangsaan Belanda bernama Eugene Dubois (1858-1940), berhasil menghadirkan penemuan yang luarbiasa di sini, di Indonesia. Eugene dan penemuannya adalah orang yang pertamakali menentang teori manusia pertama berasal dari Eropa.
Eugene Dubois adalah seorang dokter penganut setia teori evolusi milik Darwin. Dokter muda ini memiliki semangat luarbiasa hingga mampu menutupi (lebih tepatnya menemukan) kekosongan proses evolusi antara kera ke manusia. Ia percaya di Asia pasti ditemukan fosil yang lebih tua dari eropa.
Pada tahun 1887 dengan hati yang menggebu-gebu dokter Belanda ini datang ke pulau Jawa. Eugene bekerja pada sebuah rumah sakit. Pada waktu senggang ia tak segan-segan merogoh koceknya untuk menyewa 50 orang tahanan pribumi dan bersama-sama berjalan menyusuri tepi kiri dan kanan Bengawan Solo sambil meneliti lokasi potensial yang mungkin menyimpan tulang belulang manusia purba.
Siapa menyangka, pekerjaan yang nyaris tak mungkin itu membuahkan hasil. Dokter muda yang basicnya bukan seorang arkeolog ini, mendapatkan hasil yang menggemparkan dunia. Suatu hari di tahun 1890 di suatu lokasi di sekitar Bengawan Solo (daerah Sangiran), Eugene dan teman-temannya menemukan sepotong kerangka rahang atau geraham manusia purbakala.
Kemudian setahun berikutnya (1891) di kampung Trinil-Solo, mereka kembali menemukan batok kepala atau tengkorak manusia purbakala yang mencirikan kera. Selanjutnya di tahun 1892, kelompok Eugene menemukan tulang kaki manusia purba yang mirip kaki manusia modern. Dari bentuk tulang kaki itu, bisa disimpulkan pemilik tulang tersebut sudah bisa berjalan dengan kedua kakinya.
Setelah penemuan-penemuan itu Eugene mengambil kesimpulan, tengkorak atau batok kepala dan kaki itu adalah milik satu orang yang sama. Dan orang itu adalah nenek moyang dari manusia yang ada sekarang. Dengan kata lain, tulang belulang dari pertengahan mata rantai teori evolusi milik Darwin.
Pada tahun 1894 Eugene Dubois membuat semacam makalah yang berisi laporan hasil penelitiannya. Ia menamakan fosil itu sebagai “manusia kera yang berdiri” atau manusia Jawa. Belakangan, dunia arkeolog menyebutnya dengan Pithecanthropus Erectus. Setelah penemuan itu dipublikasikan, timbullah pertentangan yang hebat di kalangan para ilmuwan di masa itu. Teori manusia berasal dari daratan Eropa yang selama ini membuai para ilmuwan, seakan terbantah oleh penemuan yang luarbiasa dari Eugene Dubois.
Para ilmuwan yang mendukung teori manusia dari Eropa dibuat gelisah dan tak bisa duduk dengan tenang. Mereka pun menyatakan tidak percaya dengan penemuan Eugene dan mencurigainya. Beberapa di antara para ilmuwan malah berasumsi bahwa fosil yang ditemukan Eugene di Indonesia adalah sepotong tulang dari kera atau hewan sejenis. Sedangkan yang lainnya menganggap fosil itu adalah tulang belulang manusia cacat. Sayangnya, selain manusia Jawa temuan Eugene, tidak ada penemuan lain di benua Asia maupun benua Afrika. Akibatnya, di tengah kerasnya bantahan para ilmuwan Eropa, laporan Eugene lenyap. Sehingga teori yang dilontarkan Eugene hilang selama kurang lebih 30 tahun lebih.
Namun ternyata waktu juga yang berhasil menghalau kabut yang menutupi kebenaran teori Eugene. Seiring memasuki abad 20, makin banyak terjadi penemuan fosil manusia purba di sekitar kawasan tempat Eugene Dubois melakukan penggalian. Akhirnya, teori yang menyatakan manusia berasal dari Eropa, hanya tinggal cerita dongeng saja. Manusia Jawa yang diperkirakan hidup antara 700.000 hingga 1.200.000 tahun lalu, akhirnya diakui sebagai penemuan manusia purba yang berusia paling tua. Jerih payah Eugene Dubois dinilai sangat bermanfaat bagi perkembangan ilmu Arkeologi. Namanya serta penemuannya yang spektakuler, dicantumkan dalam buku sejarah.
Mungkin dalam dunia scient, orang beranggapan Afrika adalah daratan yang tertua. Namun penemuan Eugene dan teman-temannya di Indonesia, layak dihormati. Lagipula, belum ada penemuan sekaliber Eugene Dubois di Afrika hingga saat ini.
(berbagai sumber)
KYAI AGENG SRAGEN
Pada suatu hari, Raja Paku Buwana II berbincang-bincang dengan Tumenggung Alap-alap di DalemAgung. Pada waktu itu para narapraja terpecah menjadi tiga kelompok, yaitu: pendukung Kanjeng Sunan atau Paku Buwana II, pendukung Patih Pringgalaya dan pendukung Raden Mas Garendi.
Tumenggung Alap-alap menceritakan bahwa Raden Mas Garendi melakukan pemberontakan terhadap kompeni. Mendengar hal itu Kanjeng Sunan bingung harus memihak kepada siapa, dan Alap-alap mengusulkan untuk memihak Raden Garendi. Itu merupakan usaha untuk mengembalikan nama dan kewibawaan Sunan. Namun Sunan menolaknya dengan alasan senjata yang dimiliki orang Jawa hanya bambu runcing, keris, tombak, dan sejenisnya. Sedangkan yang dimiliki kompeni senapan dan mesiu yang kuat. Dan dia takut para prajurit dan rakyatnya mati sia-sia.
Setelah mendengar alasan Kangjeng Alap-alap dapat memetik suatu sikap Kanjeng yang tidak teguh pendirianya dandapat tebujuk oleh rayuan. Sikap seperti itu dapat membahayakan tumenggung sendiri sebagai narapraja Mataram.
Bila suatu saat sunan terkena bujuk rayu pringgalaya dan akhirnya membantu kompeni,patih bisa denganmudah menyingkirkannya dari Bumi Mataram.
Sabda kanjeng terus terdengar jelas di telingga Alap-alap, maka dari itu dia memutuskan dia berserta keluarganya harus pergi dari Kartasura untuk menghindari kemungkinan yang bisa terjadi yang dapat merugikannya.
Pada hari yang ditentukan, pergilah Tumenggung dari Surakarta. Malam harinya mereka berangkat ke arah timur di desa Kranggan di daerah Sukawati. Di sanalah Alap-alap mengangkat dirinya sebagai pendeta dengan nama Kyai Srenggi untuk kelancaran penyamarannya.
Sementara itu apsukan pemberontakan dibawah kekuasaan Raden Mas Garendi dan kapten sepajang pimpinan orang-orang Cina mengharap bantuan darisuna,sesuaijanji sunan sendiri.namunbantuan itu takkunjung bahkan diketahui memihak kepada Kompeni. Menyaksikanhal itu ragen garedi marah danakanmengadakan pemberontakan yang sanga brutal.
Kartasura bersimbah darahdanmayat-mayat bergelimpang disepanjang jalan. Rombongan kanjeng sunan pergi kearah timut yang dikawal oleh kompeni. Sesampai mereka didesa Laweyan dan perjalanan diteruskan ke panaraga. Akhirny pada tahun1742 kraton Kartasura jebol dan diangkatlah Raden Garendi menjadi sunan baru dengan gelar Sunan Kuning.
Sementara itu patih dan Kompeni belanda berkerja sama menglawan sunan Kuning sebagai imbalan peluasan wilayah. Dan skhirnya kapten wilhem pemimpin kompeni meminta bantuan ke Batawi. Tak lama kemudian bantuan itu datang, terjadilah pertempuran yang lebih dasyat lagi dari yang sebelumnya, kartasura porak poranda.
Dan karena perlengkapan dan jumlah sedadukompeni lebih lengkap dan banyak, pasukan pemberontak kalah hebat. Sesudah sunan kuning Di singkirkan kanjeng sunan kembali menduduki tahtanya.
Seberapa bulan kemudian kanjeng bosan di Kartasura keadaan yang porak poranda. Setelah disuruh untuk mencari tempat yang baru, dipilihlah kota Sala sebagai calon kraton yang baru.
Pada waktu pangeran Mangkubumi yang menjadi salah satu pendukung Raden Garendi berasil lolos dari Surakarta, dia bersama keluarga dan beberapa prajurit dan bangsawan pergi dari Kartasura. Sampailah mereka di desa Kranggan, di sanalah pangeran mendapat kabar ada seorang brahmana sakti mandraguna yang bernama Kyai Srenggi. Pergilah mereka ke Kyai Srenggi untuk berkenalan dan mohon petunjuk.
Begitulah awalnya pertemuan pangeran langsung menceritakan apa yang terjadi, bagaikan petir di siang bolong mendengar pengakuan Kyai bahwa ia sebernarnya adalah Tumenggung Alap-alap yang menjadi salah satu narapraja Mataram yang membenci kompeni.
Kemudin pangeran Mangkubumi mengangkat Kyai sebagai senopati perangnya dan memintanya berganti nama kyai Ageng Sragen serta mengganti desa Kranggan menjadi desa Sragen.
Begitulah selanjutnya kyai Ageng Sragen dianggapSebagai cikal bakal desa Sragen dan menjadi leluhur para penguasa pemegang kekuasaan di Kabupaten Sragen – Sukowati.
di ambil dari Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen















