Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakhatuh... AHLAN WA SAHLAN,

sahabatku, mohon maaf jika ada khilaf dalam penulisan blog ini.

Total Tayangan Halaman

laskar pena sukowati. Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post

HARTA QARUN

Written By Rudiya Oktar on Selasa, 28 Juni 2011 | 07.19




Qarun adalah kaum Nabi Musa, berkebangsaan Israel, dan bukan berasal dari suku Qibthi (Gypsy, bangsa Mesir). Allah mengutus Musa kepadanya seperti diutusnya Musa kepada Fir'aun dan Haman. Allah telah mengaruniai Qarun harta yang sangat banyak dan perbendaharaan yang melimpah ruah yang banyak memenuhi lemari simpanan. Perbendaharaan harta dan lemari-lemari ini sangat berat untuk diangkat karena beratnya isi kekayaan Qarun. Walaupun diangkat oleh beberapa orang lelaki kuat dan kekar pun, mereka masih kewalahan.

Qarun mempergunakan harta ini dalam kesesatan, kezaliman dan permusuhan serta membuatnya sombong. Hal ini merupakan musibah dan bencana bagi kaum kafir dan lemah di kalangan Bani Israil. Dalam memandang Qarun dan harta kekayaannya, Bani Israil terbagi atas dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok orang yang beriman kepada Allah dan lebih mengutamakan apa yang ada di sisi-Nya. Karena itu mereka tidak terpedaya oleh harta Qarun dan tidak berangan-angan ingin memilikinya. Bahkan mereka memprotes kesombongan, kesesatan dan kerusakannya serta berharap agar ia menafkahkan hartanya di jalan Allah dan memberikan kontribusi kepada hamba-hamba Allah yang lain. Adapun kelompok kedua adalah yang terpukau dan tertipu oleh harta Qarun karena mereka telah kehilangan tolok ukur nilai, landasan dan fondasi yang dapat digunakan untuk menilai Qarun dan hartanya. Mereka menganggap bahwa kekayaan Qarun merupakan bukti keridhaan dan kecintaan Allah kepadanya. Maka mereka berangan-angan ingin bernasib seperti itu.

Qarun mabuk dan terlena oleh melimpahnya harta dan kekayaan. Semua itu membuatnya buta dari kebenaran dan tuli dari nasihat-nasihat orang mukmin. Ketika mereka meminta Qarun untuk bersyukur kepada Allah atas segala nikmat harta kekayaan dan memintanya untuk memanfaatkan hartanya dalam hal yang bermanfaat, kebaikan dan hal yang halal karena semua itu adalah harta Allah, ia justru menolak seraya mengatakan "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku"

Suatu hari, keluarlah ia kepada kaumnya dengan kemegahan dan rasa bangga, sombong dan congkaknya. Maka hancurlah hati orang fakir dan silaulah penglihatan mereka seraya berkata, "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa diberikan kepada Qarun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar."Akan tetapi orang-orang mukmin yang dianugerahi ilmu menasihati orang-orang yang tertipu seraya berkata, "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh…."

Berlakulah sunnatullah atasnya dan murka Allah menimpanya. Hartanya menyebabkan Allah murka, menyebabkan dia hancur, dan datangnya siksa Allah. Maka Allah membenamkan harta dan rumahnya kedalam bumi, kemudian terbelah dan mengangalah bumi, maka tenggelamlah ia beserta harta yang dimilikinya dengan disaksikan oleh orang-orang Bani Israil. Tidak seorangpun yang dapat menolong dan menahannya dari bencana itu, tidak bermanfaat harta kekayaan dan perbendaharannya.

Tatkala Bani Israil melihat bencana yang menimpa Qarun dan hartanya, bertambahlah keimanan orang-orang yang beriman dan sabar. Adapaun mereka yang telah tertipu dan pernah berangan-angan seperti Qarun, akhirnya mengetahui hakikat yang sebenarnya dan terbukalah tabir, lalu mereka memuji Allah karena tidak mengalami nasib seperti Qarun. Mereka berkata, "Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula). Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)."

PENYEBUTAN QARUN DALAM QURAN


Nama Qarun diulang sebanyak empat kali dalam Al-Quran, dua kali dalam surah al-Qashash.

ุฅِู†َّ ู‚َุงุฑُูˆู†َ ูƒَุงู†َ ู…ِู† ู‚َูˆْู…ِ ู…ُูˆุณَู‰ ูَุจَุบَู‰ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูˆَุขุชَูŠْู†َุงู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ْูƒُู†ُูˆุฒِ ู…َุง ุฅِู†َّ ู…َูَุงุชِุญَู‡ُ ู„َุชَู†ُูˆุกُ ูงูฆ.ุจِุงู„ْุนُุตْุจَุฉِ ุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْู‚ُูˆَّุฉِ ุฅِุฐْ ู‚َุงู„َ ู„َู‡ُ ู‚َูˆْู…ُู‡ُ ู„َุง ุชَูْุฑَุญْ ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู„َุง ูŠُุญِุจُّ ุงู„ْูَุฑِุญِูŠู†َ

“Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa , maka ia berlaku aniaya terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya: "Janganlah kamu terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri". (Q.S. Al Qashash/28 : 76)

ู‚َุงู„َ ุฅِู†َّู…َุง ุฃُูˆุชِูŠุชُู‡ُ ุนَู„َู‰ ุนِู„ْู…ٍ ุนِู†ุฏِูŠ ุฃَูˆَู„َู…ْ ูŠَุนْู„َู…ْ ุฃَู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ู‚َุฏْ ุฃَู‡ْู„َูƒَ ู…ِู† ู‚َุจْู„ِู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ู‚ُุฑُูˆู†ِ ู…َู†ْ ู‡ُูˆَ ุฃَุดَุฏُّ ูงูจ. ู…ِู†ْู‡ُ ู‚ُูˆَّุฉً ูˆَุฃَูƒْุซَุฑُ ุฌَู…ْุนุงً ูˆَู„َุง ูŠُุณْุฃَู„ُ ุนَู† ุฐُู†ُูˆุจِู‡ِู…ُ ุงู„ْู…ُุฌْุฑِู…ُูˆู†َ

Qarun berkata: "Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku". Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka. ". (Q.S. Al Qashash / 28 : 78)

satu kali dalam surah al-`Ankabut.

ูฃูฉ. ูˆَู‚َุงุฑُูˆู†َ ูˆَูِุฑْุนَูˆْู†َ ูˆَู‡َุงู…َุงู†َ ูˆَู„َู‚َุฏْ ุฌَุงุกู‡ُู… ู…ُّูˆุณَู‰ ุจِุงู„ْุจَูŠِّู†َุงุชِ ูَุงุณْุชَูƒْุจَุฑُูˆุง ูِูŠ ุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูˆَู…َุง ูƒَุงู†ُูˆุง ุณَุงุจِู‚ِูŠู†َ

Dan (juga) Qarun, Fir'aun dan Haman. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu). (Q.S Al-'Ankabuut / 29 : 39)

dan satu kali dalam surah al-Mu'min.

ูขูคุฅِู„َู‰ ูِุฑْุนَูˆْู†َ ูˆَู‡َุงู…َุงู†َ ูˆَู‚َุงุฑُูˆู†َ ูَู‚َุงู„ُูˆุง ุณَุงุญِุฑٌ ูƒَุฐَّุงุจٌ

Kepada Fir'aun, Haman dan Qarun. maka mereka berkata: "(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta".(Q.S Al –Mu’min / 40 : 24)

Penyebutan dalam surah al-`Ankabut pada pembahasan singkat tentang pendustaan oleh tiga orang oknum thagut, yaitu Qarun, Fir'aun, dan Haman, lalu Allah menghancurkan mereka.

Moratorium TKI Akan Rugikan Indonesia

Written By Rudiya Oktar on Kamis, 23 Juni 2011 | 07.15

Dwi Afrilianti - Okezone
Kamis, 23 Juni 2011 20:41 wib




JAKARTA- Pemerintah Republik Indonesia berencana akan menghentikan pengiriman sementara (moratorium) TKI ke Arab Saudi pada 1 Agustus 2011. Tapi sebaiknya langkah tersebut dikaji ulang lagi.

Jangan karena satu kasus, Ruyati, semua calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang siap berangkat ke Arab Saudi, harus gigit jari karena kehilangan ladang kerjanya atau harus menjalani penundaan kerja. “Rencana moratorium TKI ke Saudi Arabia oleh Pemerintah Indonesia perlu dikaji ulang. Diperketat silakan tapi jangan moratorium," kata politikus Golkar Indra J Piliang di Jakarta, Kamis (23/6/2011).

Keputusan moratorium (penghentian sementara pengiriman) TKI ke Arab Saudi oleh Pemerintah Indonesia, menurut Indra akan membawa kerugian besar bagi banyak pihak. Pihak-pihak ini diantaranya adalah calon TKI yang sudah siap untuk diberangkatkan bekerja ke Arab Saudi, padahal mereka telah merogoh dana besar untuk membayar proses persiapan keberangkatannya.

"Dari mana lagi para calon TKI ini harus mencari dana untuk biaya hidupnya bertahan di kota, jika ditunda berangkat," katanya.

Kerugian lainnya akan menimpa pihak perusahaan penyedia TKI ke Arab Saudi, yang sudah mengeluarkan dana besar untuk proses penyiapan skill dan teknis keberangkatan para calon TKI.

Menurut Indra, Pemerintah Indonesia sebenarnya hanya perlu melakukan pemisahan. Yakni menyeleksi calon TKI yang 'sehat' dalam arti siap kerja, terjamin punya majikan yang jelas, dan mendapatkan gaji/upah yang baik, dengan calon TKI yang belum siap kerja dan tidak jelas majikannya, sehingga berpotensi mendapat perlakuan kasar dari majikan.

Para calon TKI yang 'sehat' inilah yang kemudian tetap diberangkatkan. Sedangkan yang dianggap belum siap, masuk pada tahap penundaan.
(ugo)

BAGAIMANA ORANG CERDAS MENDIDIK ANAK?


Dr. Ahmad Supriyanto dan Afifah Afra beserta putri mereka ( doc. blog "Catatan Afifah")

Beberapa hari yang lalu, saya bertandang ke rumah Dr.Ahmad Supriyanto dikawasan daerah Surakarta. kedatangan saya sore itu untuk mengantar desain gambar meja belajar yang beliau pesan. Akhirnya beliau memesan 2 buah meja belajar dan 5 meja TPA.Lalu apa yang menarik dari ilustrasi di atas? Sekilas mungkin terlihat biasa saja seperti orang bermuamalah pada umumnya.

Tetapi bagi saya ada sebuah hal menarik yang mungkin bisa di jadikan ibrah bagi para orang tua. Khususnya dalam mendidik sang buah hati tercinta. Pasalnya anak - anak beliau masih tergolong kecil untuk pemesanan sebuah meja belajar yang di desain untuk anak yang minimal usia SD tersebut. Kemudian saya berfikir, beginikah cara orang cerdas mendidik anak? fasilitas pendidikan sudah di persiapkan jauh - jauh hari. Apakah hanya soal meja belajar tersebut? Tidak....!beberapa kali saya silaturahim ke rumah beliau, ternyata saya menyaksikan bagaimana sang istri ( mbak Afifah Afra, seorang penulis)memperlihatkan bagaimana seorang ummahat yang cerdas dalam mendidik anak - anaknya. salah satu contohnya waktu acara pendampingan penulis FLP beberapa bulan lalu ketika putri beliau, Syhidah Dzakiyatunnisa akan berangkat TPA. Sang ummipun menyuruhnya untuk berinfak. si Anis pun ngotot ingin infak seribu rupiah saja. Apa reaksi mbak Afra?

" kalau infak seribu nanti pahalanya dapat satu lho, kalau dua ribu pahalanya jadi dua," gitu kira - kira cara beliau menerangkan kepada anaknya tersebut. menasehati dengan cara kasih sayang dan penjelasan yang mudah di pahami oleh anak - anak.

beliau juga membuat rak buku untuk perpustakaan anak - anak di lingkungannya (kebetulan yang buat rak saya juga). selain itu buku - buku tebal juga memenuhi ruang depan rumah beliau ini ( jadi ngiri...) maklum profesi dokter dan penuliskan di kenal sebagai kutu buku. Dan buku tentu adalah barang mewah dan sangat berharga bagi mereka.Lalu anak - anak merekapun juga akan terbiasa dengan buku. ini artinya tradisi keilmuan sudah di kenalkan sejak dini.

semoga tulisan singkat ini bisa memberi manfaat untuk kita semua.


Rak buku hasil karyaku yang di pesan mbak Afifah Afra dan suami Dr. Ahmad Supriyanto, penuh dengan koleksi buku dan penghargaan beliau( sayang gambarnya kurang jelas, maklum pake hp jadul). KEREN YA...? Makanya buruan pesan sekarang juga! he2...( doc. Rudiya Oktar )

Kerja Ikhlas, Keras, Cerdas, Tuntas dan Mawas (Nasihat Almarhumah Ustadzah Yoyoh Yusroh) oleh Afifah Afra

Written By Rudiya Oktar on Rabu, 22 Juni 2011 | 04.50




Bergetar jemari ini ketika mengetik di atas laptop. Ini tulisan obituary ketiga. Setelah almarhum ayahanda, Mbak Nurul F Huda, dan kini, seorang guru, da'iyah, ibunda, sosok yang sangat menginspirasi hidup saya, kembali Dipanggil menghadap-Nya. Sabtu ini, dini hari tadi karena kecelakaan di Cirebon. Allah, Engkau Maha Tahu atas segalanya...

Masih terngiang di telinga saya, tausiah yang meluncur dari wajah yang selalu bersinar, dengan bibir yang selalu tersenyum itu. Tausiah yang diberikan para aktivis LKIP (Lembaga Kajian dan Informasi Pemilu) yang beliau dirikan bersama beberapa tokoh ummahat, antara lain Ibu Sri Rahayu Tifatul Sembiring. Beberapa muslimah dari berbagai daerah, Banda Aceh, Padang, Solo, Ambon, Jakarta, Tangerang, Bekasi dan sebagainya berkumpul di rumah beliau, di sebuah waktu di awal tahun 2004.

"Bekerja itu dengan prinsip lima as," kata beliau. Suaranya jernih. "Pertama, ikhlas. Jadikan semua
itu bermuara kepada Allah. Lalu kerja keras. Kita optimalkan seluruh kemampuan fisik kita. Mujahadah. Lalu, cerdas. Kerja harus menggunakan siasat, perencanaan, kemampuan otak. Jangan lupa, kerja harus tuntas. Dan akhirnya, tutup dengan evaluasi, atau mawas."

Penuturan beliau tentu tak sependek yang saya tuliskan. Panjang, dan berdenting-denting di hati saya, hingga sekarang. Bukankah ucapan seorang muslimah yang shalihah, sesungguhnya adalah perpanjangan dari perkataan Yang Maha Benar?
Saya memang tak sering berjumpa dengan beliau. Tetapi, setiap perjumpaan selalu meninggalkan
kesan. Pernah suatu hari beliau memberikan tausiah di depan para muslimah Semarang. Beliau
sangat menganjurkan agar kita, para muslimah, menjaga kesehatan. Mengonsumsi banyak sayur dan buah-buahan, serta meninggalkan segala jenis makanan instan yang berpengawet. Saya berkesempatan membuktikan ucapannya, ketika suatu hari bersama teman-teman LKIP menginap di rumahnya di Depok. Ketika kami dipersilahkan ‘menghabiskan’ isi kulkas, tak ada satupun makanan instan di sana. Yang ada buah-buahan. Belimbing, jeruk, apel …
"Rahim seorang wanita harus dipersiapkan untuk menghasilkan generasi yang terbaik. Jadi, makanlah hanya sesuatu yang halal dan toyib." Beliau mengisahkan, bahwa saat masih remaja, ia sangat ingin memakan mie ayam, bakso, atau makanan ‘sampah’ yang sering diminati para remaja pada umumnya. Tetapi selalu mampu beliau tahan. Sebuah visi telah beliau tancapkan di benak, sejak usia beliau masih beliau. Beliau ingin menjadi seorang ibu yang sehat, yang menjadi lantaran terlahirnya generasi muslim yang tangguh. Salah satu cara, adalah dengan menjaga kebugaran fisik. Maka, 13 putera-puterinya pun terlahir, dan semua memiliki kualitas yang menakjubkan. (Jika membandingkan dengan saya sendiri dalam urusan ini, wah keok deh, saya! Baru punya anak tiga saja rasanya sudah berasa capek).

Beliau juga sering memotivasi untuk belajar bahasa Arab, karena itulah bahasa Al-Qur’an. Beliau pernah bercerita dalam sebuah tausiahnya, bahwa pernah bersama sang suami (Pak Budi Darmawan) ke Timur Tengah, lalu berbicara dengan para ulama nan shalih. Konon, bahasa arab Pak Budi, kurang lancar, sehingga beliau berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Akan tetapi, seorang ulama yang mereka temui tidak bersedia melayani percakapan dengan bahasa Inggris. Bukan karena tak bisa bahasa Inggris, tetapi beliau ingin seorang kader dakwah memahami bahasa Arab.
Walhasil, sepanjang pertemuan, Ustadzah Yoyohlah yang menjadi penerjemah.
Ah, begitu banyak hal yang saya pelajari dari beliau, meskipun seringkali tidak secara langsung. Semoga ilmu bermanfaat yang beliau tebarkan di segenap pelosok negeri, amal yang muntijah yang beliau torehkan dan memberi teladan, menjadi pemberat timbangan kebaikan beliau. Selamat jalan, Ibunda Yoyoh Yusroh … saya percaya, para penduduk langit bergembira menyambut kedatanganmu …

Mengukir Karang dengan Namanya

Written By Rudiya Oktar on Minggu, 19 Juni 2011 | 00.49




Mendung hitam menggelayut di atas bumi Spanyol. Eropa sedang dikangkangi oleh penjajah, Raja Gotik yang kejam. Wanita merasaterancam kesuciannya, petani dikenakan pajak tanah yang tinggi, dan banyak lagi penindasan yang tak berperikemanausiaan.Raja dan anteknya bersukaria dalam kemewahan sedang rakyat merintihdalam kesengsaraan. Sebagian besar penduduk yang beragama Kristen danYahudi, mengungsi ke Afrika, berharap mendapat ketenangan yang lebihmenjanjikan. Dan saat itu Afrika, adalah sebuah daerah yang makmur danmempunyai toleransi yang tinggi karena berada di bawah naungan pemerintahan Islam.

Satu dari jutaan pengungsi itu adalah Julian, Gubernur Ceuta yang putrinya Florinda telah dinodai Roderick, raja bangsa Gotik. Mereka memohon pada Musa bin Nusair, raja muda Islam di Afrika untuk memerdekakan negeri mereka dari penindasan raja yang lalim itu.Setelah mendapat persetujuan Khalifah, Musa melakukan pengintaian kepantai selatan Spanyol. Bulan Mei tahun 711 Masehi, Tariq bin Ziyad,budak Barbar yang juga mantan pembantu Musa bin Nusair memimpin 12.000anggota pasukan muslim menyeberangi selat antara Afrika dan daratan Eropa.

Begitu kapal-kapal yang berisi pasukannya mendarat di Eropa, Tariq mengumpulkan mereka di atas sebuah bukit karang, yang dinamai Jabal Tariq (karang Tariq) yang sekarang terkenal dengan nama Jabraltar. Diatas bukit karang itu Thariq memerintahkan pembakaran kapal-kapal yang telah menyeberangkan mereka.Tentu saja perintah ini membuat prajuritnya keheranan. "Kenapa Andalakukan ini?" tanya mereka. "Bagaimana kita kembali nanti?" tanya yang lain.

Namun Tariq tetap pada pendiriannya. Dengan gagah berani ia berseru,"Kita datang ke sini tidak untuk kembali. Kita hanya punya pilihan,menaklukkan negeri ini dan menetap di sini, atau kita semua syahid."Keberanian dan perkataannya yang luar biasa menggugah Iqbal, seorangpenyair Persia, untuk menggubahnya dalam sebuah syair berjudul"Piyam-i Mashriq":"Tatkala Tariq membakar kapal-kapalnya di pantai Andalusia (Spanyol),Prajurit-prajurit mengatakan, tindakannya tidak bijaksana. Bagaimana bisa mereka kembali ke negeri Asal, dan perusakan peralatan adalah bertentangan dengan hukum Islam. Mendengar itu semua, Tariq menghunus pedangnya, dan menyatakan bahwa setiap negeri kepunyaan Allah adalah kampung halaman kita."

Kata-kata Tariq itu bagaikan cambuk yang melecut semangat prajurit muslim yang dipimpinnya. Bala tentara muslim yang berjumlah 12.000orang maju melawan tentara Gotik yang berkekuatan 100.000 tentara.Pasukan Kristen jauh lebih unggul baik dalam jumlah maupun persenjataan. Namun semua itu tak mengecutkan hati pasukan muslim.

Tanggal 19 Juli tahun 711 Masehi, pasukan Islam dan Nasrani bertemu,keduanya berperang di dekat muara sungai Barbate. Pada pertempuran ini, Tariq dan pasukannya berhasil melumpuhkan pasukan Gotik, hingga Raja Roderick tenggelam di sungai itu. Kemenangan Tariq yang luarbiasa ini, menjatuhkan semangat orang-orang Spanyol dan semenjak itumereka tidak berani lagi menghadapi tentara Islam secara terbuka.

Tariq membagi pasukannya menjadi empat kelompok, dan menyebarkan mereka ke Kordoba, Malaga, dan Granada. Sedangkan dia sendiri bersamapasukan utamanya menuju ke Toledo, ibukota Spanyol. Semua kota-kotaitu menyerah tanpa perlawanan berarti. Kecepatan gerak dan kehebatanpasukan Tariq berhasil melumpuhkan orang-orang Gotik.

Rakyat Spanyol yang sekian lama tertekan akibat penjajahan bangsa Gotik, mengelu-elukan orang-orang Islam. Selain itu,perilaku Tariq dan orang-orang Islam begitu mulia sehinggamereka disayangi oleh bangsa-bangsa yang ditaklukkannya.

Salah satu pertempuran paling seru terjadi di Ecija, yang membawa kemenangan bagi pasukan Tariq. Dalam pertempuran ini, Musa bin Nusair, atasannya, sang raja muda Islam di Afrika ikut bergabung dengannya.

Selanjutnya, kedua jenderal itu bergerak maju terus berdampingan dan dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun seluruh dataran Spanyol jatuh ke tangan Islam. Portugis ditakluk-kan pula beberapa tahun kemudian.

"Ini merupakan perjuangan utama yang terakhir dan paling sensasional bagi bangsa Arab itu," tulis Phillip K.Hitti, "dan membawamasuknya wilayah Eropa yang paling luas yang belum pernah mereka peroleh sebelumnya ke dalam kekuasaan Islam. Kecepatan pelaksanaan dan kesempurnaan keberha-silan operasi ke Spanyol ini telah mendapat tempat yang unik di dalam sejarah peperangan abad pertengahan."

Penaklukkan Spanyol oleh orang-orang Islam mendorong timbulnya revolusi sosial di mana kebebasan beragama benar-benar diakui.Ketidak toleranan dan penganiayaan yang biasa dilakukan orang-orang Kristen, digantikan oleh toleransi yang tinggi dan kebaikan hati yangluar biasa.

Keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu, sehingga jika tentara Islam yang melakukan kekerasan akan dikenakan hukuman berat. Tidak ada harta benda atau tanah milik rakyat yang disita.Orang-orang Islam memperkenalkan sistem perpajakan yang sangat jitu yang dengan cepat membawa kemakmuran di semenanjung itu dan menjadikan negeri teladan di Barat. Orang-orang Kristen dibiarkan memiliki hakim sendiri untuk memutuskan perkara-perkara mereka. Semua komunitas mendapat kesempatan yang sama dalam pelayanan umum.

Pemerintahan Islam yang baik dan bijaksana ini membawa efek luarbiasa. Orang-orang Kristen termasuk pendeta-pendetanya yang pada mulanya meninggalkan rumah mereka dalam keadaan ketakutan, kembali pulang dan menjalani hidup yang bahagia dan makmur. Seorang penulis Kristen terkenal menulis: "Muslim-muslim Arab itu mengorganisirkerajaan Kordoba yang baik adalah sebuah keajaiban Abad Pertengahan,mereka mengenalkan obor pengetahuan dan perada-ban, kecemerlangan dan keistimewaan kepada dunia Barat. Dan saat itu Eropa sedang dalam kondisi percekcokan dan kebodohan yang biadab."

Tariq bermaksud menaklukkan seluruh Eropa, tapi Allah menentukan lain. Saat merencanakan penyerbuan ke Eropa, datang panggilan dari Khalifah untuk pergi ke Damaskus. Dengan disiplin dan kepatuhan tinggi, Tariq memenuhi panggilan Khalifah dan berusaha tiba seawal mungkin di Damaskus. Tak lama kemudian, Tariq wafat di sana. Budak Barbar, penakluk Spanyol, wilayah Islam terbesar diEropa yang selama delapan abad di bawah kekuasaan Islam telah memenuhi panggilan Rabbnya. Semoga Allah merahmatinya. Tamat(her)

KORUPSI DAN KOLUSI





republika - Khalifah Ali bin Abi Thalib ketika menerima laporan gubernurnya di Mesir, Malik Al Asytar, menghadiri jamuan yang hanya dihadiri para pengusaha, menjadi khawatir. Dia takut kalau pembantunya bisa terseret untuk berkolusi, tidak bisa berlaku adil dan bertindak tegas dalam memerangi penyelewengan.

Dalam suratnya Ali menulis, ''Tegakkanlah keadilan dalam pemerintahan Anda dan dalam diri Anda sendiri. Carilah kepuasan rakyat, karena ketidakpuasan rakyat memandulkan kepuasaan segelintir orang yang berkedudukan istimewa. Sedangkan ketidakpuasan segelintir orang itu hilang dalam kepuasan rakyat banyak. Ingatlah! Segelintir orang yang berkedudukan istimewa itu akan meninggalkan Anda bila Anda dalam kesulitan.''

Kolusi (persekongkolan) antara pejabat dan penguasa yang berdampak pada penyuapan, penyogokan, korupsi, dan katabelece dianggap sebagai perilaku menyimpang. Perilaku yang menyebabkan kerugian dan penderitaan bagi rakyat banyak.

Begitu besar dampak kejahatan ini yang oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pelakunya dianggap tidak memiliki etika dan moral. Apalagi bila diingat, seorang pejabat ketika dilantik, atas nama Allah dia bersumpah tidak akan menerima suatu pemberian yang diketahui atau diperkirakan akan merugikan negara dan jabatannya.

Itulah sebabnya, ketika Umar bin Abdul Azis khalifah yang terkenal dengan keadilannya ketika oleh sejumlah pengusaha diberikan iming-iming hadiah, dengan tegas menolaknya. Ketika seorang dari mereka menyatakan bahwa Nabi mau menerima hadiah, Umar menjawab, ''Tidak disangsikan lagi hadiah itu memang untuk Nabi. Tapi, kalau diberikan kepadaku itu penyuapan dan penyogokan.''

Dalam Islam, menerima uang sogok dan menyelewengkan keputusan menurut keinginan para penyogok adalah dosa besar. Islam yang menekankan agar manusia hidup dengan cara terhormat, menganjurkan agar umatnya memilki perilaku yang bersih, jujur, dan mengutuk keras segala bentuk penyimpangan dan penyogokan yang merugikan rakyat banyak. Ini dijelaskan dalam banyak ayat Alquran. Sedangkan Nabi Muhammad SAW bersabda, ''Orang yang memberikan sogokan, yang menerimanya, dan menjadi perantara semua masuk neraka.''

Ketika menggoda Nabi Yusuf AS, Zulaikha menutupkan kain ke atas wajah berhala yang biasa disembahnya. ''Wahai Zulaikha, engkau malu di hadapan seonggok batu, maka tidakkah aku mesti malu di hadapan Dia yang menciptakan tujuh lapis langit dan bumi,'' kata Nabi Yusuf.

Dari peristiwa ini, Imam Al Ghazali mengajak kepada kita, agar dalam setiap denyut kehidupan kita senantiasa merasakan kehadiran Allah. Merasa takut dan malu pada Allah, seperti yang sering difatwakan para ulama, merupakan langkah pencegahan paling efektif untuk menangkis segala kejahilan dan penyelewengan, termasuk korupsi dan kolusi. Ini menyangkut masalah etika moral atau akhlak seorang hamba di hadapan Tuhannya, bahkan di hadapan diri, bangsa, dan negaranya. Karenanya, rakyat sangat mendukung pemberantasan korupsi. [Alwi Shahab]

SAYAP YANG TAK AKAN PERNAH PATAH June 3rd, 2008 by anismatta



Mari kita bicara tentang orang-orang yang patah hati. Atau kasihnya tak sampai, atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk tenggelam. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ‘majnun’, lalu mati. Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas ditempa takdir, atau layu tak berbalas.

Itu cerita cinta yang digali dari mata air air mata. Dunia tidak merah jambu disana. Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung
O burung, adakah yang mau meminjamkan sayap
Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati.
Mari kita ikut berbelasungkawa untuk mereka. Mereka orang-orang baik yang perlu dikasihani. Atau, jika mereka adalah kamu sendiri, maka terimalah ucapan belasungkawaku, dan belajarlah mengasihani dirimu sendiri.

Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai disana, Apabila ada cinta dihati yang satu, pastilah ada cinta di hati yang lain,” kata Rumi, “Sebab tangan yang satu tak kan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain”. Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya. Sementara kita menyaksikan fakta lain.
Kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah, maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: Selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah atau melankolik saat kasih kandas karena takdir-Nya. Sebab disini kita justru sedang melakukan sebuah “pekerjaan jiwa” yang besar dan agung: mencintai.

Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yang sesungguhnya terjadi hanyalah “kesempatan memberi” yang lewat. Hanya itu. Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang. Selama kita memiliki cinta, memiliki “sesuatu” yang dapat kita berikan, Maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian, jadi tidak relevan. Ini hanya murni masalah waktu. Para pecinta sejati selamanya hanya bertanya: “Apakah yang akan kuberikan?” Tentang kepada “siapa” sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder.

Jadi tidak hanya patah atau hancur karena lemah. Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini: kita mencintai seseorang, lalu kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya! Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama, itu lantas menjadi sumber kesengsaraan. Kita menderita bukan karena kita mencintai. Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita.

Cinta di Atas Cinta...




Perempuan oh perempuan ! Pengalaman bathin para pahlawan dengan mereka ternyata jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan. Apa yang terjadi, misalnya jika kenangan cinta hadir kembali di jalan pertaubatan seorang pahlawan? Keagungan!

Itulah, misalnya, pengalaman bathin Umar bin Abdul Aziz. Sebenarnya Umar seorang ulama, bahkan seorang mujtahid. Tapi ia dibesarkan di lingkungan istana Bani Umayyah, hidup dengan gaya hidup mereka, bukan gaya hidup seorang ulama. Ia bahkan menjadi trendsetter di lingkungan keluarga kerajaan. Shalat jamaah kadang ditunda karena ia masih sedang menyisir rambutnya.

Tapi, begitu ia menjadi khalifah, tiba-tiba kesadaran spiritualnya justru tumbuh mendadak pada detik inagurasi nya. Iapun bertaubat. Sejak itu ia bertekad untuk berubah dan merubah dinasti Bani Umayyah. Aku takut pada neraka katanya menjelaskan rahasia perubahan itu kepada seorang ulama terbesar zamannya, pionir kodifikasi hadits, yang duduk di sampingnya, Al Zuhri.

Ia memulai perubahan besar itu dari dari dalam dirinya sendiri, istri, anak-anaknya, keluarga kerajaan, hingga seluruh rakyatnya. Kerja keras ini membuahkan hasil; walaupun hanya memerintah dalam 2 tahun 5 bulan, tapi ia berhasil menggelar keadilan, kemakmuran dan kejayaan serta nuansa kehidupan zaman Khulafa Rasyidin. Maka iapun digelari Khalifah Rasyidin kelima.

Tapi itu ada harganya. Fisiknya segera anjlok. Saat itulah istrinya datang membawa kejutan besar; menghadiahkan seorang gadis kepada suaminya untuk dinikahinya (lagi). Ironis, karena Umar sudah lama mencintai dan sangat menginginkan gadis itu, juga sebaliknya. Tapi istrinya, Fatimah, tidak pernah mengizinkannya; atas nama cinta dan cemburu. Sekarang justru sang istrilah YANG MEMBAWANYA SEBAGAI HADIAH. Fatimah hanya ingin memberikan dukungan moril kepada suaminya.

Itu saat terindah dalam hidup Umar, sekaligus saat paling mengharu-biru. Kenangan romantika sebelum saat perubahan bangkit kembali, dan menyalakan api cinta yang dulu pernah membakar segenap jiwanya. Tapi saat cinta ini hadir di jalan pertaubatannya, ketika cita-cita perubahannya belum selesai.

Cinta dan cita bertemu atau bertarung, di sini, di pelataran hati Sang Khalifah, Sang Pembaru. Apa yang salah kalau Umar menikahi gadis itu? Tidak ada! Tapi, Tidak! Ini tidak boleh terjadi. Saya benar-benar tidak merubah diri saya kalau saya masih harus kembali ke dunia perasaan semacam ini, Kata Umar.

Cinta yang terbelah dan tersublimasi diantara kesadaran psiko-spiritual, berujung dengan keagungan; Umar memenangkan cinta yang lain, karena memang ada cinta di atas cinta! Akhirnya ia menikahkan gadis itu dengan pemuda lain.

Tidak ada cinta yang mati di sini. Karena sebelum meninggalkan rumah Umar, gadis itu bertanya dengan sendu, Umar, dulu kamu pernah sangat mencintaiku. Tapi kemanakah cinta itu sekarang? Umar bergetar haru, tapi ia kemudian menjawab, “ Cinta itu masih tetap ada, bahkan kini rasanya jauh lebih dalam!”
(M Anis Matta Lc.)

Sumber : Tarbawi 55/4/Muharram 1424H
http://www.hudzaifah.org/
media-dakwah@yahoogroups.com

KABUT – KABUT KHATULISTIWA Indonesia dalam puisi Rudiya Oktar

Written By Rudiya Oktar on Jumat, 17 Juni 2011 | 05.01










Sebuah karya yang saya ikutkan dalam lomba penulisan “Puisi Sastravoria 2011” dalam rangka bulan bahasa dengan tema “Wajah Negeri ini”. Antologi puisi ini berisi 5 buah puisi seperti yang di minta panitia. Semoga bisa menjadi bahan renungan kita semua dan bisa membawa manfaat.

PUISI 1.
GEROBAK KAKEKKU
Karya: Rudiya Oktar


Kulihat jarum jam dinding yang berjalan tanpa tepi
Berputar – putar laksana roda gerobak tua milik kakekku
Jam delapan….
Aku mau tidur dulu mudah - mudahan bermimpi indah
Zzzzz…., zzzz……
Hai … lihat itu!
Wow…subhanallah, Indah betul pemandangan pantai ini
Lautnya luas, pasti banyak ikannya
Rumput laut, mutiara dan kepiting tentu juga banyak
Juga di sana, gunung – gunung terhampar hijau merayu
Pohon –pohon laksana payung nan megah
Apa kamu bilang?
Tanah yang kita pijak memendam barang – barang tambang yang banyak?
Benarkah?
Aku kok baru tahu ya?
Inikan tanah kakek kita
Jadi kita kaya donk
Tapi…masak iya sich?
Kakek …..
Besok pagi kita beli mobil buat ngangkut padi ya?
Sebagai pengganti gerobak tua ini
Ngengg…ngenggg…ngenggg ………
Lebih nyaman kek
Jangan lupa juga kawan, kalo masuk angin berobat ke dokter saja
Masak beli obat di toko kelontong
Sekolah yang tinggi juga ya dik, biar pintar
Makan makanan bergizi, berpakaian yang baik juga
Jangan khawatir soal biaya
Kakek kitakan kaya
Gubraaakk….
Ternyata aku hanya mimpi
Kakek…kenapa yang naik mobil orang bule itu?
Mereka juga mengangkut bongkahan emas dari kebun kita
Kenapa gerobak kakek hanya berisi singkong?

Sragen, 15 Juni 2011 pk. 21.19 wib

PUISI 2
BETAPA KUPERCAYA PADAMU
Karya: Rudiya Oktar

Pak RT yang pede
Betapa kupercaya padamu
Karna kemarin engkau telah membagi jatah beras dengan adil
Kaya dan miskin telah kau bagi sama rata
Pak lurah yang gagah
Betapa kupercaya padamu
Karna engkau membagi amplop kepada kami dalam pilkades kemarin
Pak camat yang kuat
Betapa kupercaya padamu
Pak bupati yang baik hati
Dan tak pernah ingkar janji, jika sedang tidak lupa diri
Betapa kupercaya padamu
Pak gubernur yang begitu mashur
Betapa kupercaya kepadamu
Pak presiden yang….
Ah, aku tak berani
Yang pasti, betapa kupercaya padamu
Katakanlah, kau percaya kepadaku
Pak…gantung saja para koruptor itu!
Mereka telah merampok jatah makan orang miskin
Hingga kelaparan mendera
Mereka telah menyunat biaya sekolah kami untuk naik haji
Mereka telah menyelewengkan anggaran belanja
Tak tau untuk apa
Mereka juga….
Ah, terlalu panjang untuk kutuliskan
Hati ini jujur ingin percaya
Dalam luka, kecewa, putus asa dan remuk redam
Kulihat mereka sedang tertawa
Kenapa mereka tak jadi digantung?
Rumput bergoyang tlah mengabarkannya padaku
Berbisik lirih namun membuatku kaget
Tali dan tiang gantunganpun telah mereka korupsi

Sragen, 15 Juni 2011 pk. 21.59 wib



PUISI 3
KABUT – KABUT KHATULISTIWA
Karya: Rudiya Oktar


Mentari tersenyum redup di kaki langit ufuk timur
Bersembunyi dan mengintip malu dari balik sang lawu
Anak – anak khatulistiwa menjerit pilu
Menahan dingin udara pagi nan beku
Dipangkuan seorang ibu yang tlah renta termakan waktu
Wajah – wajah berkabut penuh pengharapan
Mencoba adukan asa
Ibu….kami lapar
Suara rintihan yang nyaris tak terdengar
Larut dalam suara – suara perdebatan kusir para pemimpin
Sabar nak…
Katamu dengan penuh kasih
Namun gurat – gurat keceriaanmu tlah tertelan bethari durga kini
Engkau hanya bisa menanti senyum mentari pagi ini
Berharap kabut – kabut khatulistiwa cepat berlalu
Ibu pertiwi, tersenyumlah
Kami anak – anakmu akan tetap setia di pangkuanmu
Biarlah terlupa
Merana
Tersiksa
Ini bukan salahmu
Ini salah anakmu yang lain
Saudaraku juga
Tapi ibu, mengapa mereka tega kepadaku?
Bukankah aku adalah saudaranya?
Lalu, aku harus bagaimana?
Engkau hanya terdiam
Sedih
Pilu
Tak berdaya

Sragen, 16 Juni pk. 05. 50 wib

PUISI 4
BOM
Karya: Rudiya Oktar


Buuuum……
Gubrakk….
Aduuh, tolooong !
Tet, tot, tet tot, tet, tooot…
Dorr, dorr, dorr…..
Bruk !
Dorr, dorr, dorr….
Bruk!
Perih
Gelap
Sepertinya tadi aku sedang berjualan angkringan?

Sragen, 16 Juni 2011 pk. 06 10 wib

PUISI 5
POLITIKUS
Karya: Rudiya Oktar


Politikus
Kenapa di belakang namamu ada tikus
Bukan kambing atau ikan paus
Urus punya urus
Kau lagi mengurus kasus
Seorang bernama gayus
Agar tak bisa terendus
Markuspun kau terbius
Dasar tikus
Curang dan bau prengus
Kenapa kau tak mampus – mampus?
Agar negeriku terurus dengan bagus

Sragen, 16 Juni 2011 pk.06.30 wib

MENU LASKAR PENA SUKOWATI

KAPAL MAINAN

KAPAL MAINAN
PEMESANAN 081364021104

FADHLAN FURNITURE

FADHLAN  FURNITURE
Melayani desain dan pemesanan mebel interior. CP 081364021104

Entri Populer

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Laskar Pena Sukowati - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger