Latest Post
06.03
DAKWAH YUK...!
Oleh : Syaiful Arif
( Production house Radio Dakwah Syariah ( RDS )Surakarta)
Jalan Dakwah kita masih Panjang
Untuk itu butuh perjuangan
Berjuanglah dalam satu barisan
Maju ke depan libas semua rintangan
Wahai kawan kibarkan panji islam
Wahai kawan berderap satu barusan
Kua
tkanlah tekad bakar semangat
Mujahid siap sambut seruan jihad ……
Wahai kawan cahya islam kan meninggi
Wahai kawan berjuang ikhlas di hati
Menggapai rohmat dan ridlo ilahi
Mujahid siap sambut panggilan suci….
(Jalan Dakwah : Fathul Jihad)
Saudaraku..., lebih dari 14 abad silam, Rasulullah Muhammad SAW, diutus di tengah masyarakat kufur Quraisy untuk ngajak mereka menyembah Rabb yang satu yaitu Allah SWT. Soal ini, pasti kamu-kamu udah pada tahu. Gimana kondisi masyarakat Quraisy saat itu? Parah. Bener-bener parah. Mereka ga cuma suka berjudi, tapi juga suka menipu, berperang, membunuh anak perempuan, memperjualbelikan budak, minum-minuman keras, berzina, nyembah berhala, percaya ama mistik dan klenik, serta segudang kemaksiatan yang bikin orang pada geleng-geleng kepala. Tapi bukan ajeb-ajeb lho.
Saudaraku..., lebih dari 14 abad pula, risalah Islam udah nyebar di seantero jagat raya. Risalah yang sempurna abis ini, juga udah nyampe di negeri ini. Saking klopnya risalah Islam ama penduduk negeri ini, hampir 87% penduduk Indonesia memeluk Islam. Seneng kan. Memang bener, dari segi jumlah, negeri ini punya penduduk muslim terbesar di dunia. Tapi masalahnya, hebat atau tidaknya pribadi muslim, ga dilihat dari jumlahnya. Saudaraku..., ada kisah yang cukup berkesan, dan kayaknya kamu juga perlu tahu deh. Saat perang Yarmuk, kaum muslimin lagi berhadapan dengan pasukan Romawi. Kalo sekarang sih, sebut aja Italia. Seorang tentara muslim terpukau ama jumlah tentara Romawi yang sangat besar. Dia lalu berkata, “Tentara Arab (Islam) terlalu kecil, dan pasukan Romawi sungguh sangat banyak. Betapa besar pasukan Romawi dan betapa kecilnya tentara Islam.” Mendengar ucapan tersebut, Khalid bin Walid yang notabene jadi Panglima kaum Muslimin, balik berkata, “Engkau seharusnya berkata, betapa besar pasukan Muslim dan betapa kecil pasukan Romawi, karena kebesaran sebuah pasukan ditentukan oleh kemenangannya, dan kekerdilan sebuah pasukan disebabkan karena kekalahannya.” Nah Saudaraku..., begitulah ucapan seorang muslim. Ucapannya udah nunjukin pribadinya. Keren abis deh pokoknya.
Now, back to the topic. Dihubungin ama ucapan Khalid bin Walid tadi, udah sepantasnya kita introspeksi diri. Usia risalah Islam, yang sudah bisa dibilang matang, sebagai Dien yang mampu jadi solusi semua problem kehidupan, ternyata ga sematang umatnya dalam menjadikannya way of life. Kekerdilan umat Islam saat ini dihadapan bangsa-bangsa non-muslim, ga sebanding ama jumlah umat Islam yang meluber seantero dunia. Sebut aja kunjungan George W. Bush yang 20 Nopember kemaren nyamperin SBY di Jakarta. Udah ngehabisin dana lebih dari 6 miliyar rupiah. Belum lagi ama pengamanan ekstra ketat di Bogor yang ngebikin kota itu lumpuh ekonominya. Padahal masih banyak tuh penduduk di negeri ini yang butuh uluran tangan pemerintah. Sebel ga sih.
Apa sih yang hilang?
Saudaraku..., risalah Islam udah lengkap, orang-orang yang memeluk Islam juga banyaknya ga ketulungan. Trus sebenarnya apa sih yang hilang dari Islam dan kaum Muslimin? Gimana sih cara kita supaya bisa nyaingin mereka atau kalo bisa melebihi mereka?
Nah, kita analisa satu-satu deh. Pertanyaan pertama, sebenarnya ga ada yang hilang dari Islam. Kita kan udah ngerti kalo risalah Islam udah sempurna. Perfect! Ga ada kurangnya. Yang ga ada sekarang adalah pemahaman yang bener tentang Islam di benak kaum muslimin. Saudaraku... ngerti kan, kalo dulu Rasulullah diutus untuk mbenerin pemahaman masyarakat Quraisy yang salah kaprah tentang tuhan, plus ngasih Islam sebagai solusi kehidupan. Nah, risalah Islam tadi ga cuma berlaku buat orang-orang Quraisy aja, termasuk kita juga lho. Trus gimana metode Rasulullah untuk memperbaiki kondisi saat itu? Ya dengan dakwah. Yup, menyeru umatnya untuk tunduk pada Islam dan aturannya.
Ga jauh beda dengan kondisi saat ini. Saudaraku... kita yang memeluk Islam tapi masih seneng dugem dan pacaran, ga ada salahnya kalo diingatkan. Alias didakwahi. Karena yang salah dari mereka bukanlah Islam yang mereka anut, tapi pemahaman tentang pergaulan yang miss communication. Nah, ngingatin orang itu hukumnya wajib lho. Dosa kalo ga kita lakukan. Apalagi kita malah ikut-ikutan bermaksiat ria. Aduh-aduh capeknya (baca pake suara Shinchan).
Tapi perlu diketahui juga, kalo ngingatkan tuh ada cara dan tahapannya. Pertama, kamu yang mau konsis untuk ikut jalan Rasul alias dakwah kudu belajar Islam. Gimana? Ya dengan ngaji. Kalo di
Islamuda namanya KIRAB alias Kajian Intensif Remaja Berkualitas. Kedua, apa yang kamu dapetin di pengajian, kudu kamu pahami dan amalkan. Ga boleh hanya dipendem di pikiran aja, jadi larva
nyamuk lho. Yang ketiga, dakwahkan apa yang kamu pahami dan dapatkan ke teman-temanmu, juga keluarga. Ingatkan mereka dengan cara yang ikhsan alias baik. Ga perlu ampe ngotot segala. Yang penting risalah Islam tersampaikan dan dia ngerti apa yang kita berikan. Gitchu….
Pertanyaan kedua, kita ga ketinggalan kok dari orang-orang non-Islam. Risalah Islam yang sempurna justru jauh lebih berkualitas dibanding hukum-hukum mereka. Omongan soal demokrasi, HAM, liberalisasi dan lain-lain, hanya gincu semata. Ga ada istimewanya. Justru Islam punya risalah yang ngatur masalah ideologi, ekonomi, pendidikan, pemerintahan, pidana, sumber daya alam, politik, dan budaya yang jauh lebih sempurna daripada milik orang-orang diluar Islam. Kok bisa? Ya iyalah, wong yang bikin risalah adalah Allah SWT Rabb semesta alam. Justru kalo kita pake risalah Islam sebagai sumber hukum dan aturan, kita malah bisa melejit jauh di atas mereka. Tinggal kita sekarang mau apa ga untuk belajar Islam lebih giat supaya mampu jadi intelektual muslim yang sejati. Oke deh.
Dakwah? Pasti!
Saudaraku..., ada teman yang pernah berkata, “Sebuah ide itu mahal harganya, tapi bila ide itu tidak diwujudkan, ide itu akan menjadi barang yang murah bahkan ga berharga.” Demikian juga dengan dakwah. Kita yakin kan, kalo Islam itu risalah yang amat agung. So, dakwahkan dong ke teman-teman kamu. Biar kita semua bisa ngerti, mahami dan ngamalkan Islam secara utuh. Ga cuma sebagian aja.
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Kalian harus memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran, atau (jika hal itu tidak dilakukan) Allah akan menimpakan atas kalian siksaan sebagaimana yang telah Dia timpakan atas orang-orang sebelum kalian, kemudian kalian berdoa kepada-Nya (supaya azab itu sirna), akan tetapi doa kalian tidak dikabulkan.” (Al-Hadits). Nah, sudah saatnya kita berkiprah di jalan dakwah. Melanjutkan kehidupan Islam di dunia ini. Rawe-rawe rantas malang-malang putung. Allahu Akbar!!
( ARTIKEL INI PERNAH DI MUAT DI BULETIN RISMA edisi ke - 2 )
( Production house Radio Dakwah Syariah ( RDS )Surakarta)
Jalan Dakwah kita masih Panjang
Untuk itu butuh perjuangan
Berjuanglah dalam satu barisan
Maju ke depan libas semua rintangan
Wahai kawan kibarkan panji islam
Wahai kawan berderap satu barusan
Kua
tkanlah tekad bakar semangat
Mujahid siap sambut seruan jihad ……
Wahai kawan cahya islam kan meninggi
Wahai kawan berjuang ikhlas di hati
Menggapai rohmat dan ridlo ilahi
Mujahid siap sambut panggilan suci….
(Jalan Dakwah : Fathul Jihad)
Saudaraku..., lebih dari 14 abad silam, Rasulullah Muhammad SAW, diutus di tengah masyarakat kufur Quraisy untuk ngajak mereka menyembah Rabb yang satu yaitu Allah SWT. Soal ini, pasti kamu-kamu udah pada tahu. Gimana kondisi masyarakat Quraisy saat itu? Parah. Bener-bener parah. Mereka ga cuma suka berjudi, tapi juga suka menipu, berperang, membunuh anak perempuan, memperjualbelikan budak, minum-minuman keras, berzina, nyembah berhala, percaya ama mistik dan klenik, serta segudang kemaksiatan yang bikin orang pada geleng-geleng kepala. Tapi bukan ajeb-ajeb lho.
Saudaraku..., lebih dari 14 abad pula, risalah Islam udah nyebar di seantero jagat raya. Risalah yang sempurna abis ini, juga udah nyampe di negeri ini. Saking klopnya risalah Islam ama penduduk negeri ini, hampir 87% penduduk Indonesia memeluk Islam. Seneng kan. Memang bener, dari segi jumlah, negeri ini punya penduduk muslim terbesar di dunia. Tapi masalahnya, hebat atau tidaknya pribadi muslim, ga dilihat dari jumlahnya. Saudaraku..., ada kisah yang cukup berkesan, dan kayaknya kamu juga perlu tahu deh. Saat perang Yarmuk, kaum muslimin lagi berhadapan dengan pasukan Romawi. Kalo sekarang sih, sebut aja Italia. Seorang tentara muslim terpukau ama jumlah tentara Romawi yang sangat besar. Dia lalu berkata, “Tentara Arab (Islam) terlalu kecil, dan pasukan Romawi sungguh sangat banyak. Betapa besar pasukan Romawi dan betapa kecilnya tentara Islam.” Mendengar ucapan tersebut, Khalid bin Walid yang notabene jadi Panglima kaum Muslimin, balik berkata, “Engkau seharusnya berkata, betapa besar pasukan Muslim dan betapa kecil pasukan Romawi, karena kebesaran sebuah pasukan ditentukan oleh kemenangannya, dan kekerdilan sebuah pasukan disebabkan karena kekalahannya.” Nah Saudaraku..., begitulah ucapan seorang muslim. Ucapannya udah nunjukin pribadinya. Keren abis deh pokoknya.
Now, back to the topic. Dihubungin ama ucapan Khalid bin Walid tadi, udah sepantasnya kita introspeksi diri. Usia risalah Islam, yang sudah bisa dibilang matang, sebagai Dien yang mampu jadi solusi semua problem kehidupan, ternyata ga sematang umatnya dalam menjadikannya way of life. Kekerdilan umat Islam saat ini dihadapan bangsa-bangsa non-muslim, ga sebanding ama jumlah umat Islam yang meluber seantero dunia. Sebut aja kunjungan George W. Bush yang 20 Nopember kemaren nyamperin SBY di Jakarta. Udah ngehabisin dana lebih dari 6 miliyar rupiah. Belum lagi ama pengamanan ekstra ketat di Bogor yang ngebikin kota itu lumpuh ekonominya. Padahal masih banyak tuh penduduk di negeri ini yang butuh uluran tangan pemerintah. Sebel ga sih.
Apa sih yang hilang?
Saudaraku..., risalah Islam udah lengkap, orang-orang yang memeluk Islam juga banyaknya ga ketulungan. Trus sebenarnya apa sih yang hilang dari Islam dan kaum Muslimin? Gimana sih cara kita supaya bisa nyaingin mereka atau kalo bisa melebihi mereka?
Nah, kita analisa satu-satu deh. Pertanyaan pertama, sebenarnya ga ada yang hilang dari Islam. Kita kan udah ngerti kalo risalah Islam udah sempurna. Perfect! Ga ada kurangnya. Yang ga ada sekarang adalah pemahaman yang bener tentang Islam di benak kaum muslimin. Saudaraku... ngerti kan, kalo dulu Rasulullah diutus untuk mbenerin pemahaman masyarakat Quraisy yang salah kaprah tentang tuhan, plus ngasih Islam sebagai solusi kehidupan. Nah, risalah Islam tadi ga cuma berlaku buat orang-orang Quraisy aja, termasuk kita juga lho. Trus gimana metode Rasulullah untuk memperbaiki kondisi saat itu? Ya dengan dakwah. Yup, menyeru umatnya untuk tunduk pada Islam dan aturannya.
Ga jauh beda dengan kondisi saat ini. Saudaraku... kita yang memeluk Islam tapi masih seneng dugem dan pacaran, ga ada salahnya kalo diingatkan. Alias didakwahi. Karena yang salah dari mereka bukanlah Islam yang mereka anut, tapi pemahaman tentang pergaulan yang miss communication. Nah, ngingatin orang itu hukumnya wajib lho. Dosa kalo ga kita lakukan. Apalagi kita malah ikut-ikutan bermaksiat ria. Aduh-aduh capeknya (baca pake suara Shinchan).
Tapi perlu diketahui juga, kalo ngingatkan tuh ada cara dan tahapannya. Pertama, kamu yang mau konsis untuk ikut jalan Rasul alias dakwah kudu belajar Islam. Gimana? Ya dengan ngaji. Kalo di
Islamuda namanya KIRAB alias Kajian Intensif Remaja Berkualitas. Kedua, apa yang kamu dapetin di pengajian, kudu kamu pahami dan amalkan. Ga boleh hanya dipendem di pikiran aja, jadi larva
nyamuk lho. Yang ketiga, dakwahkan apa yang kamu pahami dan dapatkan ke teman-temanmu, juga keluarga. Ingatkan mereka dengan cara yang ikhsan alias baik. Ga perlu ampe ngotot segala. Yang penting risalah Islam tersampaikan dan dia ngerti apa yang kita berikan. Gitchu….
Pertanyaan kedua, kita ga ketinggalan kok dari orang-orang non-Islam. Risalah Islam yang sempurna justru jauh lebih berkualitas dibanding hukum-hukum mereka. Omongan soal demokrasi, HAM, liberalisasi dan lain-lain, hanya gincu semata. Ga ada istimewanya. Justru Islam punya risalah yang ngatur masalah ideologi, ekonomi, pendidikan, pemerintahan, pidana, sumber daya alam, politik, dan budaya yang jauh lebih sempurna daripada milik orang-orang diluar Islam. Kok bisa? Ya iyalah, wong yang bikin risalah adalah Allah SWT Rabb semesta alam. Justru kalo kita pake risalah Islam sebagai sumber hukum dan aturan, kita malah bisa melejit jauh di atas mereka. Tinggal kita sekarang mau apa ga untuk belajar Islam lebih giat supaya mampu jadi intelektual muslim yang sejati. Oke deh.
Dakwah? Pasti!
Saudaraku..., ada teman yang pernah berkata, “Sebuah ide itu mahal harganya, tapi bila ide itu tidak diwujudkan, ide itu akan menjadi barang yang murah bahkan ga berharga.” Demikian juga dengan dakwah. Kita yakin kan, kalo Islam itu risalah yang amat agung. So, dakwahkan dong ke teman-teman kamu. Biar kita semua bisa ngerti, mahami dan ngamalkan Islam secara utuh. Ga cuma sebagian aja.
Rasulullah SAW pernah bersabda, “Kalian harus memerintahkan yang ma’ruf dan mencegah kemunkaran, atau (jika hal itu tidak dilakukan) Allah akan menimpakan atas kalian siksaan sebagaimana yang telah Dia timpakan atas orang-orang sebelum kalian, kemudian kalian berdoa kepada-Nya (supaya azab itu sirna), akan tetapi doa kalian tidak dikabulkan.” (Al-Hadits). Nah, sudah saatnya kita berkiprah di jalan dakwah. Melanjutkan kehidupan Islam di dunia ini. Rawe-rawe rantas malang-malang putung. Allahu Akbar!!
( ARTIKEL INI PERNAH DI MUAT DI BULETIN RISMA edisi ke - 2 )
05.34
PERAN MUSLIMAH DALAM DAKWAH
Oleh:Wahyudi (guru SD Al Firdaus Surakarta)
Peran kaum Muslimah dalam membangun sendi-sendi sosial dan kemasyarakatan tidak bisa dinafikan. Secara historis, kaum Muslimah di negeri ini tampil bahu-membahu dengan para pejuang dan intelektual dalam membangun negeri yang berasaskan keadilan. Mereka tidak hanya siap dipimpin, tetapi juga siap memimpin. Secara historis, Indonesia memiliki ratu-ratu sebagai pemimpin masyarakat. Aceh, misalnya, melahirkan ratu-ratu dengan prestasi yang gemilang. Dari sini, tampak bahwa wanita Muslimah merupakan saka guru bagi masyarakat. Nabi sendiri mengatakan, wanita adalah tiang negara. Negara tidak bisa dibangun tanpa tiang dan tiang itu sendiri harus kuat.
Perempuan Indonesia adalah tiang-tiang yang kuat dan mampu membangun negara bersama laki-laki. Ketika Nabi mengatakan, perempuan adalah tiang negara, beliau nggak main-main. Perempuan Indonesia mempunyai potensi yang bisa diperankan di berbagai tempat untuk kepentingan apa saja.Di luar Indonesia, ada nama Tensu Ciller yang menjabat perdana menteri Turki, tahun 1993-1995. Ada juga Benazir Bhutto, mantan presiden Pakistan. Dan, di Bangladesh, ada Halidazia. Mereka semua Muslimah. Masak kita mau menutup mata. Negeri kita sendiri pernah dipimpin Megawati.
Tradisi kepemimpinan bangsa Indonesia oleh perempuan bukanlah sesuatu yang baru. Aceh pernah memiliki ratu-ratu yang terbukti mampu memimpin bangsa ini dengan baik. Mereka mengatur jalannya pemerintahan dari dalam istana sekaligus terjun ke medan pertempuran melawan penjajah. Kita pasti mengenal tokoh Cut Nyak Dien, Cut Meutia, dsb. Mereka memiliki peran yang luar biasa dalam perkembangan dakwah, dan pembangunan sendi-sendi kehidupan. Oleh karenanya kepemimpinan perempuan tidak bertentangan dengan doktrin Islam. Islam memberikan kebebasan yang luas bagi kaum Muslimah untuk berdiri sama tinggi dengan kaum laki-laki.
Peranan Muslimah Indonesia di berbagai bidang itu dipengaruhi oleh doktrin agama atau budaya?
Doktrin agama punya pengaruh besar. Ayat-ayat Alquran kan selalu menyandingkan kata Muslimin wa al-Muslimat, Mukminin wa al-Mukminat . Ini menunjukkan kesetaraan antara kedua pihak, laki-laki dan perempuan. Kita lihat contoh sejarah. Mengapa orang pertama yang diajak bicara Nabi Muhammad ketika mendapat misi kerasulan adalah seorang perempuan, Khadijah?Kita mesti renungkan itu. Kemudian, Khadijah masuk Islam. Nggak bisa dimungkiri bahwa yang pertama kali mengimani Nabi Muhammad adalah perempuan. Oleh karena itu, kita harus meninggalkan warisan-warisan budaya Arab yang mendiskreditkan kaum perempuan.
Di sisi yang lain, dari segi kepemimpinan nasional, banyak pihak yang masih meragukan kemampuan perempuan. Dalam Alquran, tidak disebutkan secara tegas, perempuan itu boleh atau tidak menjadi pemimpin umat. Tetapi, Alquran memberikan gambaran yang sangat baik tentang kepemimpinan perempuan melalui sosok Ratu Saba.
Ratu Saba digambarkan sebagai pemimpin yang demokratis, tetapi dia penyembah matahari. Ini berarti dia bukan seorang Muslimah. Akan tetapi, terlepas dari keimanannya itu, Alquran menyebutkan sisi lain dari keberhasilannya memimpin sebuah negeri hingga menjadi negeri yang adil dan makmur. Dia juga berhasil membangun sistem yang demokratis. Karena, dalam setiap pengambilan keputusan, ia tidak memutuskannya sendiri, namun melalui musyawarah dengan orang-orang di sekelilingnya. Berarti kan Ratu Saba demokratis. Dia mau bermusyawarah.Meskipun pelajaran semacam itu banyak kita temukan dalam doktrin-doktrin Islam, di Indonesia ini tembok-tembok yang membatasi keterlibatan para Muslimah dalam kancah politik yang lebih luas masih ada.
Islam memberikan peluang yang sama untuk laki-laki dan perempuan. Kata qawwamun dalam Alquran menunjukkan kepemimpinan laki-laki sebatas persoalan domestik, yaitu dalam rumah tangga, bukan dalam berbagai persoalan. Bahkan dalam berbagai masalah tertentu kaum perempuan lebih menonjol, misalnya dalam pendidikan.
Di masyarakat kita sering terjadi ditorsi pemahaman dalam masalah gender. Sehingga seakan-akan Islam melegitimasi diskriminasi antara perempuan, dan kaum laki-laki. Padahal, bayangkan seorang pemimpin seperti Umar bin Khaththab pernah diinterupsi oleh seorang perempuan di masjid. Bahkan, Umar mengakui interupsi perempuan itu benar dan dirinya salah. Itu kan berarti ketika di luar kehidupan rumah tangga, laki-laki dan perempuan punya hak-hak politik yang sama. Bahkan Nabi pun tidak melarang perempuan ke masjid, shalat malam, atau ikut macam-macam aktivitas. Ini berarti, dalam ibadahpun bahkan di bidang lainpun Islam tidak membedakan peran antara laki-laki, dan perempuan.
Nabi menegaskan, jika seorang istri mau masuk surga, shalatnya dan puasanya harus beres, di samping dapat menjaga diri dan taat suami. Kata-kata taat suami itu tidak diartikan sebagai superioritas suami bahwa semuanya dia yang menentukan. Seorang istri harus qanithat (taat kepada Allah) dan hafizhat bil ghaib (menjaga diri ketika suaminya tidak ada). Alquran juga menyebutkan ba'duhum aulia u ba'din , jadi di situ ada peran setara yang dimainkan kedua pihak.
Ayat Arrijaalu qawwamuna alannisaa itu dinisbatkan kepada laki-laki sesuai dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki mereka. Laki-laki memiliki kelebihan fisik dan tanggung jawab. Ayat itu dilanjutkan dengan wabima anfaqu min amwalihim dan fashalihat, qanithat, hafidzat bil gaib . Ayat tersebut tidak dimaksudkan supaya istri-istri melayani semua keperluan laki-laki. Dalam masalah keluarga, istri haruslah setia sama suaminya.
Istri Nabi yang pertama dapat dijadikan contoh yang baik untuk menjelaskan kedudukan istri dalam rumah tangga. Khadijah bukanlah tipe perempuan yang meminta-minta kepada suami. Justru, dia membelanjakan sebagian hartanya untuk mendukung perjuangan dakwah Islamiyah.
Allah menciptakan laki-laki, dan perempuan, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang saling melengkapi. Tidak ada yang lebih hebat dari yang lain. Oleh karena itu, baik laki-laki maupun perempuan harus mengambil peran dalam amar ma'ruf nahi munkar, selain menegakkan shalat, menunaikan zakat, serta taat dan patuh kepada Allah dan Rasul.
Bahkan kalau kita mencermati beberapa tuntunan Nabi dan sahabat, kita akan menemukan betapa Islam sangat menghormati kaum perempuan. Ada hadits Nabi yang mengatakan, barang siapa yang memiliki tiga orang anak perempuan kemudian mendidik mereka dengan baik, maka ia masuk surga. Tuntunan ini muncul karena kultur bangsa Arab jahiliyah sangat merendahkan perempuan. Kalau lahir bayi perempuan, saking malunya, mereka menguburkan anak itu hidup-hidup atau membunuhnya. Islam dengan ajarannya yang mulia mengubah kultur tersebut. Ketika Umar sudah memeluk Islam, dia selalu menangis ketika mengingat tindakannya menguburkan anak perempuannya. Demikianlah Islam agama yang mulia ini, mengangkat derajat perempuan dari titik nadirnya di jaman jahiliyyah.
Aisyah dengan bebas bergerak di bidang politik, bahkan dipercaya sebagai pimpinan perang. Dia juga diakui sebagai sumber periwayatan hadis-hadis sahih. Contoh lainnya, Allah memberikan gambaran bagaimana Siti Hajar hidup sendiri di satu tempat yang sepi, lembah yang tandus, tidak ada makanan dan minuman, dan tidak ada kehidupan, tetapi dia mampu bertahan hidup. Ketegaran tokoh-tokoh perempuan itu direkam dalam Alquran untuk dijadikan pelajaran bagi umat Islam.
Di era sekarang keberagaman Muslimah, terutama di perkotaan cenderung meningkat. Mereka bukan hanya berjilbab, tetapi perilaku dan ucapan-ucapannya juga Islami. Misalnya, saat bepergian, mereka memikirkan nanti shalat di mana. Di mall, bertanya di mana mushalanya. Mereka juga punya kelompok pengajian yang anggotanya terdiri atas ibu-ibu rumah tangga sampai artis-artis.
Umat Muslim Indonesia ini menjadi harapan umat Islam di luar. Oleh karena itu, kaum Muslimah harus menampilkan wajah Islam yang damai. Kita menolak segala bentuk kekerasan. Bentuk rahmatan lil alamin itu adalah kesesuaian antara Islam dan adat-istiadat setempat.
Sekarang ini, tantangan bagi kaum Muslimah lebih berat. Pertama, masalah ketahanan dalam keluarga, apalagi jika miskin, itu berat. Kaum Muslimah harus bisa menjadi partner yang baik bagi suaminya supaya suami dapat bekerja dengan baik dan anak-anak bisa senang belajar. Bahkan tidak jarang, perempuan terkadang justeru menjadi tulang punggung keluarga.Kedua, banyaknya informasi yang sulit dibedakan mana yang positif dan negatif. Kalau kita tidak mampu memfilter, bisa terbawa sesat. Di televisi, kita banyak menyajikan klenik-klenik dan ramalan-ramalan, serta pola hidup hedonistis.Oleh karenamya, peran ibu dalam keluarga itu nomor satu. Di tangan ibulah, adanya ketahanan keluarga, selain pembangunan mental dan agama. Di tangan ibulah tanggung jawab utama pendidikan kepada generasi penerus bangsa ini digantungkan. Belajar Alquran dan belajar ilmu-ilmu agama untuk mengisi relung-relung anak kita. Mereka adalah harapan di masa depan. Harus kita persiapkan kualitas iman, Islam, zikir, dan fikihnya.Ketiga, kaum perempuan juga punya tanggung jawab dakwah. Kita punya tanggung jawab menampilkan Islam yang rahmatan lilalamin . Maka, kita aktif dan dinamis serta bangga menjadi seorang Muslimah. Isyhadu bi anna muslimun (saksikan bahwasanya kita adalah kaum Muslim).
Setiap manusia diwajibkan berdakwah di jalan Allah Subhana Wa Ta'ala, sebagaimana yg dlm firmannya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan ummat yg menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yg ma'ruf dan mencegah yang munkar; mereka orang-orang yang beruntung.Dan jangan kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yg jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang mendapat siksa yang berat.(QS. Ali-Imran:104-105). Di ayat yg lain, Allah 'Azza wa Jalla juga berfirman:"Dan siapakah yang lebih bagus ucapannya daripada orang-orang yg menyeru kepada Allah dan beramal shalih serta berkata sesungguhnya aku termasuk orang-orang yg berserah diri".(QS. Fushshilat:33)
Kedua ayat tersebut menerangkan keutamaan berdakwah di jalan Allah. Dakwah itu sebagai perwujudan dan penyebaran nilai-nilai syariat Allah ditengah-tengah masyarakat. Jika syariat islam diterapkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, maka maslahatnya tidak hanya dirasakan manusia,akan tetapi hewan beserta tumbuhan juga turut merasakannya. Dengan syariat islam ini juga manusia dapat terhindar dari berbagai bencana dan musibah, sebagaimana yang sering melanda berbagai penjuru dunia ini.
Begitu pentingnya dakwah ini, sehinggah diwajibkan pada semua manusia baik muslim maupun muslimah, dengan kata lain, kewajiban yg ditetapkan pada pria juga ditetapkan pada muslimah, selama tidak ada dalil yg mengharamkannya.
Disini kemudian muncul pertanyaan, apakah obyek dan metode dakwah muslimah sama dengan pria? Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam bukunya "Ash-Shohwah AlIslamiyah; Dhawabith wa Taujihat" menjelaskan obyek/lapangan dakwah muslimah berbeda dengan obyek dakwah pria. Muslimah berdakwah dikomunitasnya,yakni masyarakat wanita. Walaupun demikian, dalam hal-hal tertentu tidak menutup kemungkinan pula, Muslimah bergerak dalam dakwah yang lebih universal.
Oleh karena itu, seorang Muslimah yang berdakwah hendaknya memahami situasi dan kondisi yang memungkinkan baginya untuk berdakwah tanpa harus terzhalimi; misalnya di lembaga-lembaga pendidikan dan masjid yang didalamnya tidak terdapat khalwat antara pria dan wanita. Hal ini penting agar mereka kemudian tidak salah kaprah dan terjatuh dalam perbuatan yang diharamkan oleh Allah pada saat yg sama..
Islam sangat menjunjung peran dakwah muslimah begitu penting dan sangat utama, baik dalam membina ummat secara keseluruhan maupun membina keluarga. Bahkan peran-peran dakwah muslimah terutama yang sudah menjadi ibu rumah tangga sangat penting, dan sulit tergantikan. Karena Muslimah memiliki peran domestik dalam membimbing dan membina keluarga. Peran dalam membina keluarga seharusnya menjadi prioritas utama. Sebab membina, mendidik, serta merawat anak-anak adalah kewajiban yg mulia dan utama bagi kaum muslimah. Muslimah harus membina keluarganya dengan nilai-nilai islam. Dengan pembinaan keluarga yg senantiasa berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadits.
Dari samudera keluarga demikian inilah yang bisa melahirkan dan membentuk generasi-generasi islam. Generasi yang senantiasa menjadikan diri sebagai mujahid-mujahid dakwah, yang siap mewakafkan hidupnya demi kejayaan Islam dan kaum muslimin. Di sinilah pentingnya seorang muslimah untuk menyiapkan bekal berupa ilmu syar'i untuk menyongsong kehidupan berumah tangga. Ilmu syar'i hanya bisa didapat dengan mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh dan kontinyu. Hal ini, hanya bisa dicapai lewat pembinaan (tarbiyah) secara intensif. Dengan bekal ilmu syar'i, seorang muslimah dapat membangun rumah tangga islami. Rumah tangga islami(Al Baitu Al Islami) adalah rumah tangga yang dibangun di atas pondasi(asas) Taqwa, bukan rumah tangga yang dibangun di atas hawa nafsu. Rumah tangga inilah yang akan menjadi miniatur surga yg di dalamnya terdapat ketenangan dan kedamaian.
Penghuni rumah seperti akan selalu berkata; rumahku adalah surgaku,bukan sebaliknya rumahku adalah nerakaku. Hal ini juga dijelaskan dalam Al-Qur'an: "Hai orang-orang yg beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan".(QS.At-Tahrim:6).
Anjuran sekaligus ancaman ayat diatas seharusnya menjadi motivasi bagi muslimah sebagai aktor utama dalam lahirnya rumah tangga islami. Impian ini hanya dapat diraih jika didalamnya terdapat muslimah yg paham dengan ilmu agama. Pemahaman terhadap ilmu agama hanya dapat diraih dengan pembinaan (tarbiyah) wawasan keislaman. Tugas dan tanggung jawab muslimah dalam membina, membimbing dalam rangka menyiapkan generasi dalam keluarganya. Peran dan posisi yang cukup urgen; tidaklah berarti membatasi peran-peran dakwah dan aktivitas muslimah di luar rumah. Apalagi, jika peran-peran ini dianggap mengungkung aktivitas muslimah/perempuan sebagaimana yang sering digulirkan oleh aktifis gender.
Akan tetapi ini semata-mata untuk mengarahkan perempuan kepada fitrahnya, agar peran-peran dakwah perempuan diutamakan dalam menjaga rumah tangga, merawat, membimbing, dan membina anak-anaknya serta mendampingi suaminya. Tugas ini tentulah berat dan hanya bisa diperankan oleh seorang Muslimah. Jika tugas ini sudah dijalankan dengan baik dan mereka mempunyai waktu luang serta tidak menghalangi untuk berdakwah. Maka, perempuan diberi peluang dan kesempatan untuk menjalankan rutinitas dakwah diluar rumahnya. Rutinitas dakwah, seperti mengisi ceramah di majelis taklim, memberi materi dakwah, mengikuti pengajian, bersosialisasi dengan masyarakat atau kegiatan apa saja selama kegiatan itu tidak bertentangan dengan larangan Allah, seperti: adanya campur baur antara perempuan dan laki laki.
Oleh sebab itu, peran-peran muslimah sangat penting dan dibutuhkan sepanjang zaman. Terutama dalam hal menciptakan generasi dalam rumah tangga islami. Rumah tangga islami akan menjadi miniatur dan awal lahirnya suatu peradaban islam dalam lingkungan kita. Bermula dari miniatur keluarga lahir generasi para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, para tabi'in, serta para pejuang islam yang telah mendahului kita. Semoga dengan peran muslimah, kembali kejayaan islam dan kaum muslimin dapat dicapai.Wallahu a'lam.
Disarikan dari berbagai sumber ( pernah dimuat di buletin RISMA edisi ke - 3 )
Oleh:Wahyudi (guru SD Al Firdaus Surakarta)
Peran kaum Muslimah dalam membangun sendi-sendi sosial dan kemasyarakatan tidak bisa dinafikan. Secara historis, kaum Muslimah di negeri ini tampil bahu-membahu dengan para pejuang dan intelektual dalam membangun negeri yang berasaskan keadilan. Mereka tidak hanya siap dipimpin, tetapi juga siap memimpin. Secara historis, Indonesia memiliki ratu-ratu sebagai pemimpin masyarakat. Aceh, misalnya, melahirkan ratu-ratu dengan prestasi yang gemilang. Dari sini, tampak bahwa wanita Muslimah merupakan saka guru bagi masyarakat. Nabi sendiri mengatakan, wanita adalah tiang negara. Negara tidak bisa dibangun tanpa tiang dan tiang itu sendiri harus kuat.
Perempuan Indonesia adalah tiang-tiang yang kuat dan mampu membangun negara bersama laki-laki. Ketika Nabi mengatakan, perempuan adalah tiang negara, beliau nggak main-main. Perempuan Indonesia mempunyai potensi yang bisa diperankan di berbagai tempat untuk kepentingan apa saja.Di luar Indonesia, ada nama Tensu Ciller yang menjabat perdana menteri Turki, tahun 1993-1995. Ada juga Benazir Bhutto, mantan presiden Pakistan. Dan, di Bangladesh, ada Halidazia. Mereka semua Muslimah. Masak kita mau menutup mata. Negeri kita sendiri pernah dipimpin Megawati.
Tradisi kepemimpinan bangsa Indonesia oleh perempuan bukanlah sesuatu yang baru. Aceh pernah memiliki ratu-ratu yang terbukti mampu memimpin bangsa ini dengan baik. Mereka mengatur jalannya pemerintahan dari dalam istana sekaligus terjun ke medan pertempuran melawan penjajah. Kita pasti mengenal tokoh Cut Nyak Dien, Cut Meutia, dsb. Mereka memiliki peran yang luar biasa dalam perkembangan dakwah, dan pembangunan sendi-sendi kehidupan. Oleh karenanya kepemimpinan perempuan tidak bertentangan dengan doktrin Islam. Islam memberikan kebebasan yang luas bagi kaum Muslimah untuk berdiri sama tinggi dengan kaum laki-laki.
Peranan Muslimah Indonesia di berbagai bidang itu dipengaruhi oleh doktrin agama atau budaya?
Doktrin agama punya pengaruh besar. Ayat-ayat Alquran kan selalu menyandingkan kata Muslimin wa al-Muslimat, Mukminin wa al-Mukminat . Ini menunjukkan kesetaraan antara kedua pihak, laki-laki dan perempuan. Kita lihat contoh sejarah. Mengapa orang pertama yang diajak bicara Nabi Muhammad ketika mendapat misi kerasulan adalah seorang perempuan, Khadijah?Kita mesti renungkan itu. Kemudian, Khadijah masuk Islam. Nggak bisa dimungkiri bahwa yang pertama kali mengimani Nabi Muhammad adalah perempuan. Oleh karena itu, kita harus meninggalkan warisan-warisan budaya Arab yang mendiskreditkan kaum perempuan.
Di sisi yang lain, dari segi kepemimpinan nasional, banyak pihak yang masih meragukan kemampuan perempuan. Dalam Alquran, tidak disebutkan secara tegas, perempuan itu boleh atau tidak menjadi pemimpin umat. Tetapi, Alquran memberikan gambaran yang sangat baik tentang kepemimpinan perempuan melalui sosok Ratu Saba.
Ratu Saba digambarkan sebagai pemimpin yang demokratis, tetapi dia penyembah matahari. Ini berarti dia bukan seorang Muslimah. Akan tetapi, terlepas dari keimanannya itu, Alquran menyebutkan sisi lain dari keberhasilannya memimpin sebuah negeri hingga menjadi negeri yang adil dan makmur. Dia juga berhasil membangun sistem yang demokratis. Karena, dalam setiap pengambilan keputusan, ia tidak memutuskannya sendiri, namun melalui musyawarah dengan orang-orang di sekelilingnya. Berarti kan Ratu Saba demokratis. Dia mau bermusyawarah.Meskipun pelajaran semacam itu banyak kita temukan dalam doktrin-doktrin Islam, di Indonesia ini tembok-tembok yang membatasi keterlibatan para Muslimah dalam kancah politik yang lebih luas masih ada.
Islam memberikan peluang yang sama untuk laki-laki dan perempuan. Kata qawwamun dalam Alquran menunjukkan kepemimpinan laki-laki sebatas persoalan domestik, yaitu dalam rumah tangga, bukan dalam berbagai persoalan. Bahkan dalam berbagai masalah tertentu kaum perempuan lebih menonjol, misalnya dalam pendidikan.
Di masyarakat kita sering terjadi ditorsi pemahaman dalam masalah gender. Sehingga seakan-akan Islam melegitimasi diskriminasi antara perempuan, dan kaum laki-laki. Padahal, bayangkan seorang pemimpin seperti Umar bin Khaththab pernah diinterupsi oleh seorang perempuan di masjid. Bahkan, Umar mengakui interupsi perempuan itu benar dan dirinya salah. Itu kan berarti ketika di luar kehidupan rumah tangga, laki-laki dan perempuan punya hak-hak politik yang sama. Bahkan Nabi pun tidak melarang perempuan ke masjid, shalat malam, atau ikut macam-macam aktivitas. Ini berarti, dalam ibadahpun bahkan di bidang lainpun Islam tidak membedakan peran antara laki-laki, dan perempuan.
Nabi menegaskan, jika seorang istri mau masuk surga, shalatnya dan puasanya harus beres, di samping dapat menjaga diri dan taat suami. Kata-kata taat suami itu tidak diartikan sebagai superioritas suami bahwa semuanya dia yang menentukan. Seorang istri harus qanithat (taat kepada Allah) dan hafizhat bil ghaib (menjaga diri ketika suaminya tidak ada). Alquran juga menyebutkan ba'duhum aulia u ba'din , jadi di situ ada peran setara yang dimainkan kedua pihak.
Ayat Arrijaalu qawwamuna alannisaa itu dinisbatkan kepada laki-laki sesuai dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki mereka. Laki-laki memiliki kelebihan fisik dan tanggung jawab. Ayat itu dilanjutkan dengan wabima anfaqu min amwalihim dan fashalihat, qanithat, hafidzat bil gaib . Ayat tersebut tidak dimaksudkan supaya istri-istri melayani semua keperluan laki-laki. Dalam masalah keluarga, istri haruslah setia sama suaminya.
Istri Nabi yang pertama dapat dijadikan contoh yang baik untuk menjelaskan kedudukan istri dalam rumah tangga. Khadijah bukanlah tipe perempuan yang meminta-minta kepada suami. Justru, dia membelanjakan sebagian hartanya untuk mendukung perjuangan dakwah Islamiyah.
Allah menciptakan laki-laki, dan perempuan, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang saling melengkapi. Tidak ada yang lebih hebat dari yang lain. Oleh karena itu, baik laki-laki maupun perempuan harus mengambil peran dalam amar ma'ruf nahi munkar, selain menegakkan shalat, menunaikan zakat, serta taat dan patuh kepada Allah dan Rasul.
Bahkan kalau kita mencermati beberapa tuntunan Nabi dan sahabat, kita akan menemukan betapa Islam sangat menghormati kaum perempuan. Ada hadits Nabi yang mengatakan, barang siapa yang memiliki tiga orang anak perempuan kemudian mendidik mereka dengan baik, maka ia masuk surga. Tuntunan ini muncul karena kultur bangsa Arab jahiliyah sangat merendahkan perempuan. Kalau lahir bayi perempuan, saking malunya, mereka menguburkan anak itu hidup-hidup atau membunuhnya. Islam dengan ajarannya yang mulia mengubah kultur tersebut. Ketika Umar sudah memeluk Islam, dia selalu menangis ketika mengingat tindakannya menguburkan anak perempuannya. Demikianlah Islam agama yang mulia ini, mengangkat derajat perempuan dari titik nadirnya di jaman jahiliyyah.
Aisyah dengan bebas bergerak di bidang politik, bahkan dipercaya sebagai pimpinan perang. Dia juga diakui sebagai sumber periwayatan hadis-hadis sahih. Contoh lainnya, Allah memberikan gambaran bagaimana Siti Hajar hidup sendiri di satu tempat yang sepi, lembah yang tandus, tidak ada makanan dan minuman, dan tidak ada kehidupan, tetapi dia mampu bertahan hidup. Ketegaran tokoh-tokoh perempuan itu direkam dalam Alquran untuk dijadikan pelajaran bagi umat Islam.
Di era sekarang keberagaman Muslimah, terutama di perkotaan cenderung meningkat. Mereka bukan hanya berjilbab, tetapi perilaku dan ucapan-ucapannya juga Islami. Misalnya, saat bepergian, mereka memikirkan nanti shalat di mana. Di mall, bertanya di mana mushalanya. Mereka juga punya kelompok pengajian yang anggotanya terdiri atas ibu-ibu rumah tangga sampai artis-artis.
Umat Muslim Indonesia ini menjadi harapan umat Islam di luar. Oleh karena itu, kaum Muslimah harus menampilkan wajah Islam yang damai. Kita menolak segala bentuk kekerasan. Bentuk rahmatan lil alamin itu adalah kesesuaian antara Islam dan adat-istiadat setempat.
Sekarang ini, tantangan bagi kaum Muslimah lebih berat. Pertama, masalah ketahanan dalam keluarga, apalagi jika miskin, itu berat. Kaum Muslimah harus bisa menjadi partner yang baik bagi suaminya supaya suami dapat bekerja dengan baik dan anak-anak bisa senang belajar. Bahkan tidak jarang, perempuan terkadang justeru menjadi tulang punggung keluarga.Kedua, banyaknya informasi yang sulit dibedakan mana yang positif dan negatif. Kalau kita tidak mampu memfilter, bisa terbawa sesat. Di televisi, kita banyak menyajikan klenik-klenik dan ramalan-ramalan, serta pola hidup hedonistis.Oleh karenamya, peran ibu dalam keluarga itu nomor satu. Di tangan ibulah, adanya ketahanan keluarga, selain pembangunan mental dan agama. Di tangan ibulah tanggung jawab utama pendidikan kepada generasi penerus bangsa ini digantungkan. Belajar Alquran dan belajar ilmu-ilmu agama untuk mengisi relung-relung anak kita. Mereka adalah harapan di masa depan. Harus kita persiapkan kualitas iman, Islam, zikir, dan fikihnya.Ketiga, kaum perempuan juga punya tanggung jawab dakwah. Kita punya tanggung jawab menampilkan Islam yang rahmatan lilalamin . Maka, kita aktif dan dinamis serta bangga menjadi seorang Muslimah. Isyhadu bi anna muslimun (saksikan bahwasanya kita adalah kaum Muslim).
Setiap manusia diwajibkan berdakwah di jalan Allah Subhana Wa Ta'ala, sebagaimana yg dlm firmannya: "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan ummat yg menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yg ma'ruf dan mencegah yang munkar; mereka orang-orang yang beruntung.Dan jangan kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yg jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang mendapat siksa yang berat.(QS. Ali-Imran:104-105). Di ayat yg lain, Allah 'Azza wa Jalla juga berfirman:"Dan siapakah yang lebih bagus ucapannya daripada orang-orang yg menyeru kepada Allah dan beramal shalih serta berkata sesungguhnya aku termasuk orang-orang yg berserah diri".(QS. Fushshilat:33)
Kedua ayat tersebut menerangkan keutamaan berdakwah di jalan Allah. Dakwah itu sebagai perwujudan dan penyebaran nilai-nilai syariat Allah ditengah-tengah masyarakat. Jika syariat islam diterapkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat, maka maslahatnya tidak hanya dirasakan manusia,akan tetapi hewan beserta tumbuhan juga turut merasakannya. Dengan syariat islam ini juga manusia dapat terhindar dari berbagai bencana dan musibah, sebagaimana yang sering melanda berbagai penjuru dunia ini.
Begitu pentingnya dakwah ini, sehinggah diwajibkan pada semua manusia baik muslim maupun muslimah, dengan kata lain, kewajiban yg ditetapkan pada pria juga ditetapkan pada muslimah, selama tidak ada dalil yg mengharamkannya.
Disini kemudian muncul pertanyaan, apakah obyek dan metode dakwah muslimah sama dengan pria? Menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam bukunya "Ash-Shohwah AlIslamiyah; Dhawabith wa Taujihat" menjelaskan obyek/lapangan dakwah muslimah berbeda dengan obyek dakwah pria. Muslimah berdakwah dikomunitasnya,yakni masyarakat wanita. Walaupun demikian, dalam hal-hal tertentu tidak menutup kemungkinan pula, Muslimah bergerak dalam dakwah yang lebih universal.
Oleh karena itu, seorang Muslimah yang berdakwah hendaknya memahami situasi dan kondisi yang memungkinkan baginya untuk berdakwah tanpa harus terzhalimi; misalnya di lembaga-lembaga pendidikan dan masjid yang didalamnya tidak terdapat khalwat antara pria dan wanita. Hal ini penting agar mereka kemudian tidak salah kaprah dan terjatuh dalam perbuatan yang diharamkan oleh Allah pada saat yg sama..
Islam sangat menjunjung peran dakwah muslimah begitu penting dan sangat utama, baik dalam membina ummat secara keseluruhan maupun membina keluarga. Bahkan peran-peran dakwah muslimah terutama yang sudah menjadi ibu rumah tangga sangat penting, dan sulit tergantikan. Karena Muslimah memiliki peran domestik dalam membimbing dan membina keluarga. Peran dalam membina keluarga seharusnya menjadi prioritas utama. Sebab membina, mendidik, serta merawat anak-anak adalah kewajiban yg mulia dan utama bagi kaum muslimah. Muslimah harus membina keluarganya dengan nilai-nilai islam. Dengan pembinaan keluarga yg senantiasa berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadits.
Dari samudera keluarga demikian inilah yang bisa melahirkan dan membentuk generasi-generasi islam. Generasi yang senantiasa menjadikan diri sebagai mujahid-mujahid dakwah, yang siap mewakafkan hidupnya demi kejayaan Islam dan kaum muslimin. Di sinilah pentingnya seorang muslimah untuk menyiapkan bekal berupa ilmu syar'i untuk menyongsong kehidupan berumah tangga. Ilmu syar'i hanya bisa didapat dengan mempelajari Islam dengan sungguh-sungguh dan kontinyu. Hal ini, hanya bisa dicapai lewat pembinaan (tarbiyah) secara intensif. Dengan bekal ilmu syar'i, seorang muslimah dapat membangun rumah tangga islami. Rumah tangga islami(Al Baitu Al Islami) adalah rumah tangga yang dibangun di atas pondasi(asas) Taqwa, bukan rumah tangga yang dibangun di atas hawa nafsu. Rumah tangga inilah yang akan menjadi miniatur surga yg di dalamnya terdapat ketenangan dan kedamaian.
Penghuni rumah seperti akan selalu berkata; rumahku adalah surgaku,bukan sebaliknya rumahku adalah nerakaku. Hal ini juga dijelaskan dalam Al-Qur'an: "Hai orang-orang yg beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan".(QS.At-Tahrim:6).
Anjuran sekaligus ancaman ayat diatas seharusnya menjadi motivasi bagi muslimah sebagai aktor utama dalam lahirnya rumah tangga islami. Impian ini hanya dapat diraih jika didalamnya terdapat muslimah yg paham dengan ilmu agama. Pemahaman terhadap ilmu agama hanya dapat diraih dengan pembinaan (tarbiyah) wawasan keislaman. Tugas dan tanggung jawab muslimah dalam membina, membimbing dalam rangka menyiapkan generasi dalam keluarganya. Peran dan posisi yang cukup urgen; tidaklah berarti membatasi peran-peran dakwah dan aktivitas muslimah di luar rumah. Apalagi, jika peran-peran ini dianggap mengungkung aktivitas muslimah/perempuan sebagaimana yang sering digulirkan oleh aktifis gender.
Akan tetapi ini semata-mata untuk mengarahkan perempuan kepada fitrahnya, agar peran-peran dakwah perempuan diutamakan dalam menjaga rumah tangga, merawat, membimbing, dan membina anak-anaknya serta mendampingi suaminya. Tugas ini tentulah berat dan hanya bisa diperankan oleh seorang Muslimah. Jika tugas ini sudah dijalankan dengan baik dan mereka mempunyai waktu luang serta tidak menghalangi untuk berdakwah. Maka, perempuan diberi peluang dan kesempatan untuk menjalankan rutinitas dakwah diluar rumahnya. Rutinitas dakwah, seperti mengisi ceramah di majelis taklim, memberi materi dakwah, mengikuti pengajian, bersosialisasi dengan masyarakat atau kegiatan apa saja selama kegiatan itu tidak bertentangan dengan larangan Allah, seperti: adanya campur baur antara perempuan dan laki laki.
Oleh sebab itu, peran-peran muslimah sangat penting dan dibutuhkan sepanjang zaman. Terutama dalam hal menciptakan generasi dalam rumah tangga islami. Rumah tangga islami akan menjadi miniatur dan awal lahirnya suatu peradaban islam dalam lingkungan kita. Bermula dari miniatur keluarga lahir generasi para sahabat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam, para tabi'in, serta para pejuang islam yang telah mendahului kita. Semoga dengan peran muslimah, kembali kejayaan islam dan kaum muslimin dapat dicapai.Wallahu a'lam.
Disarikan dari berbagai sumber ( pernah dimuat di buletin RISMA edisi ke - 3 )
05.30
Zero to Hero
RESENSI BUKU
Dahsyatkan dirimu !
ZERO to HERO !
Judul : Zero to hero
Penulis : Solikhin Abu ‘Izzudin
Ukuran : 11,7 x 20 cm
Tebal : 300 halaman
Penerbit : Pro U Media
Harga : -
Kemampuan diri kita terbatas? Itu bukan masalah! Sebab bila di tengah keterbatasan itu kita mampu mendahsyatkan diri untuk meraih prestasi tinggi, itulah kepahlawanan sejati. Zero to hero ! mendahsyatkan pribadi biasa menjadi luar biasa. Itulah sepenggal kalimat yang terdapat di sampul depan buku “ Zero to hero” yang di tulis oleh pak Solikhin. Sungguh suatu kalimat yang begitu menginspirasi kita untuk meraih prestasi dalam setiap keterbatasan yang kita miliki.
Dalam buku ini penulis memberikan motivasi secara sistematis kepada pembaca. Sebuah book motivation yang tidak hanya untuk masalah duniawi saja semacam “How to stop worrying and start living” milik Dale Carnagie atau “ The magic of thinking big” karya David J.Schwartz, namun juga memuat tentang pengetahuan agama yang cukup komprehensif.
Buku ini juga mengisahkan catatan sejarah orang besar yang lahir di tengah kesulitan. Tapi buku ini bukan sekedar kumpulan cerita dan nukilan. Juga bukan hiburan semata. Penulis berusaha menggali sesuatu yang terpendam, merangkai yang tercecer dan merawat yang di anggap remeh menjadi sebuah tulisan yang mampu menjadi ‘ kekuatan dahsyat’ untuk menggugah diri menjadi pribadi luar biasa.
Buku ini tergolong best seller, dengan bukti cetak ulang lebih dari sepuluh kali.Bukan itu saja, ternyata ustad muda yang telah menulis buku lebih dari 20 judul ini juga merupakan pribadi yang baik. Kesan ini kami dapatkan ketika suatu saat, kami bersilaturahim ke rumah beliau. Penampilannya sederhana, dan “tidak jual mahal” walau ketenaran dan kebesaran namanya sudah tidak di ragukan lagi. Satu bukti lagi, ketika kami meminta komentar untuk bulletin RISMA, beliau menanggapinya dengan baik walau hanya lewat telepon atau sms saja. Karena tidak sedikit orang yang sudah merasa tenar akhirnya menjadi sombong !
Buat kamu yang cerdas, rasanya buku ini patut untuk di baca. Temukanlah prespektif baru dalam memandang hidup agar lebih berarti dan bermakna dari buku ini! Menjadi penting itu baik, tetapi menjadi baik itu lebih penting.
( Rudiya Oktar )
Dahsyatkan dirimu !
ZERO to HERO !
Judul : Zero to hero
Penulis : Solikhin Abu ‘Izzudin
Ukuran : 11,7 x 20 cm
Tebal : 300 halaman
Penerbit : Pro U Media
Harga : -
Kemampuan diri kita terbatas? Itu bukan masalah! Sebab bila di tengah keterbatasan itu kita mampu mendahsyatkan diri untuk meraih prestasi tinggi, itulah kepahlawanan sejati. Zero to hero ! mendahsyatkan pribadi biasa menjadi luar biasa. Itulah sepenggal kalimat yang terdapat di sampul depan buku “ Zero to hero” yang di tulis oleh pak Solikhin. Sungguh suatu kalimat yang begitu menginspirasi kita untuk meraih prestasi dalam setiap keterbatasan yang kita miliki.
Dalam buku ini penulis memberikan motivasi secara sistematis kepada pembaca. Sebuah book motivation yang tidak hanya untuk masalah duniawi saja semacam “How to stop worrying and start living” milik Dale Carnagie atau “ The magic of thinking big” karya David J.Schwartz, namun juga memuat tentang pengetahuan agama yang cukup komprehensif.
Buku ini juga mengisahkan catatan sejarah orang besar yang lahir di tengah kesulitan. Tapi buku ini bukan sekedar kumpulan cerita dan nukilan. Juga bukan hiburan semata. Penulis berusaha menggali sesuatu yang terpendam, merangkai yang tercecer dan merawat yang di anggap remeh menjadi sebuah tulisan yang mampu menjadi ‘ kekuatan dahsyat’ untuk menggugah diri menjadi pribadi luar biasa.
Buku ini tergolong best seller, dengan bukti cetak ulang lebih dari sepuluh kali.Bukan itu saja, ternyata ustad muda yang telah menulis buku lebih dari 20 judul ini juga merupakan pribadi yang baik. Kesan ini kami dapatkan ketika suatu saat, kami bersilaturahim ke rumah beliau. Penampilannya sederhana, dan “tidak jual mahal” walau ketenaran dan kebesaran namanya sudah tidak di ragukan lagi. Satu bukti lagi, ketika kami meminta komentar untuk bulletin RISMA, beliau menanggapinya dengan baik walau hanya lewat telepon atau sms saja. Karena tidak sedikit orang yang sudah merasa tenar akhirnya menjadi sombong !
Buat kamu yang cerdas, rasanya buku ini patut untuk di baca. Temukanlah prespektif baru dalam memandang hidup agar lebih berarti dan bermakna dari buku ini! Menjadi penting itu baik, tetapi menjadi baik itu lebih penting.
( Rudiya Oktar )
05.26
HAMAS SANG PEMBELA
HAMAS SANG PEMBELA
Mungkin kita sudah tidak asing dengan nama ‘HAMAS’. Media sering menyebutkannya saat memberitakan soal Palestina. Kelompok pejuang ini terkenal gigih dalam melakukan perlawanan terhadap zionis Israel. kelompok HAMAS ( Harakhah Al-Muqowwama Al-Islamiyah ) didirikan tahun 1974 oleh beberapa tokoh Palestina, salah satunya adalah Syaikh Ahmad Yassin seorang guru ngaji dan pendidikan tarbiyah. Organisasi ini beraviliasi dengan ikhwanul muslimin di Mesir pimpinan imam Hasan Al-Banna. Manajemen organisasi yang rapi dan pergerakannya di bidang sosial kemasyarakatan yang luas membuat Hamas berkembang pesat di Palestina,terutama di jalur Gaza.
Kemudian pada tahun 1987, HAMAS mulai bergerak di bidang militer untuk melawan pendudukan Israel. Adapun sayap militernya bernama Brigade ‘Izzudin Al-Qassam yang beranggotakan lebih dari 2000 orang pemuda dan pelajar. Tidak hanya laki – laki, sayap militer ini juga mempunyai pasukan wanita yang siap tempur. Untuk menjadi anggota pasukanpun tidak mudah, ada persyaratan khusus. Persyaratan itu antara lain, menjadi anggota HAMAS, hafal Al-Qur’an minimal 15 juz, aktif dalam pengajian di masjid, berakhlak mulia di masyarakat dan sebagainya. Dalam pergerakannya pasukan ini dalam komunikasi cenderung tradisional dan anti menggunakan tekhnologi seperti radio maupun HT, agar tidak mudah di sadap musuh. Dalam setiap aksinya mereka juga selalu menggunakan penutup kepala ala ninja untuk menyembunyikan identitas.
Melalui pembinaan berjenjang dan pengkaderan yang sistematis, dengan menanamkan semangat jihad membela tanah air dan agama,HAMAS selalu mempunyai kader – kader militan yang siap berjuang sampai tetes darah penghabisan. Karena perjuangannya yang luar biasa, HAMAS pun mendapat dukungan yang besar dari rakyat Palestina. Ini terbukti HAMAS memenangkan pemilu Palestina, setelah rakyat bosan dengan partai penguasa Fatah yang cenderung lunak terhadap Israel dan para pemimpinnya banyak yang korup. Kemudian tampil Ismael Haniyah sebagai perdana menteri. Namun kemenangan ini di bayar mahal dengan agresi Israel ke Gaza pada 27 desember 2008 sampai awal tahun 2009 yang menelan banyak korban. Dan sampai saat ini setelah dua tahun Gaza masih di blockade Israel. Rakyat Gaza sangat menderita, kelaparan, dan tidak ada obat – obatan. Bahkan misi kemanusiaan Freedom Flotilla dari 50 negarapun di hambat tentara zionis.
( Rudiya Oktar, dari berbagai sumber )
Mungkin kita sudah tidak asing dengan nama ‘HAMAS’. Media sering menyebutkannya saat memberitakan soal Palestina. Kelompok pejuang ini terkenal gigih dalam melakukan perlawanan terhadap zionis Israel. kelompok HAMAS ( Harakhah Al-Muqowwama Al-Islamiyah ) didirikan tahun 1974 oleh beberapa tokoh Palestina, salah satunya adalah Syaikh Ahmad Yassin seorang guru ngaji dan pendidikan tarbiyah. Organisasi ini beraviliasi dengan ikhwanul muslimin di Mesir pimpinan imam Hasan Al-Banna. Manajemen organisasi yang rapi dan pergerakannya di bidang sosial kemasyarakatan yang luas membuat Hamas berkembang pesat di Palestina,terutama di jalur Gaza.
Kemudian pada tahun 1987, HAMAS mulai bergerak di bidang militer untuk melawan pendudukan Israel. Adapun sayap militernya bernama Brigade ‘Izzudin Al-Qassam yang beranggotakan lebih dari 2000 orang pemuda dan pelajar. Tidak hanya laki – laki, sayap militer ini juga mempunyai pasukan wanita yang siap tempur. Untuk menjadi anggota pasukanpun tidak mudah, ada persyaratan khusus. Persyaratan itu antara lain, menjadi anggota HAMAS, hafal Al-Qur’an minimal 15 juz, aktif dalam pengajian di masjid, berakhlak mulia di masyarakat dan sebagainya. Dalam pergerakannya pasukan ini dalam komunikasi cenderung tradisional dan anti menggunakan tekhnologi seperti radio maupun HT, agar tidak mudah di sadap musuh. Dalam setiap aksinya mereka juga selalu menggunakan penutup kepala ala ninja untuk menyembunyikan identitas.
Melalui pembinaan berjenjang dan pengkaderan yang sistematis, dengan menanamkan semangat jihad membela tanah air dan agama,HAMAS selalu mempunyai kader – kader militan yang siap berjuang sampai tetes darah penghabisan. Karena perjuangannya yang luar biasa, HAMAS pun mendapat dukungan yang besar dari rakyat Palestina. Ini terbukti HAMAS memenangkan pemilu Palestina, setelah rakyat bosan dengan partai penguasa Fatah yang cenderung lunak terhadap Israel dan para pemimpinnya banyak yang korup. Kemudian tampil Ismael Haniyah sebagai perdana menteri. Namun kemenangan ini di bayar mahal dengan agresi Israel ke Gaza pada 27 desember 2008 sampai awal tahun 2009 yang menelan banyak korban. Dan sampai saat ini setelah dua tahun Gaza masih di blockade Israel. Rakyat Gaza sangat menderita, kelaparan, dan tidak ada obat – obatan. Bahkan misi kemanusiaan Freedom Flotilla dari 50 negarapun di hambat tentara zionis.
( Rudiya Oktar, dari berbagai sumber )
05.20
Dr. Masaru Emoto melakukan penelitian selama 2 bulan bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ahli sains yang mahir menggunakan mikroskop). Masaru yang menyelesaikan pendidikannya di Yokohama Municipal University Departemen Kemanusiaan dan Sains jurusan Hubungan Internasional berhasil mendapatkan foto kristal air dengan membekukan air pada suhu -25 derajat Celsius dan menggunakan alat foto berkecepatan tinggi. Lalu ditelitilah air dengan menggunakan respon kata-kata, gambar, serta suara. Hasilnya luar biasa.....!
Berdasarkan penelitian Dr.Masaru, semakin jelas terlihat bahwa kualitas air dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk, bergantung pada informasi yang diterimanya. Hal ini membuat kita yakin bahwa kita, manusia, juga dipengaruhi oleh informasi yang kita terima karena 70% tubuh manusia dewasa adalah air.
Sebagai contoh, sebagian orang mengatakan bahwa mereka merasa lebih baik hanya dengan berbicara kepada dokter. "Efek placebo" ikut berperan saat dokter yang mereka percayai berkata, "ini cuma flu biasa, Anda hanya perlu banyak istirahat. Jangan khawatir, Anda akan segera sembuh." Dengan mendengarkan kata-kata dokter tersebut, rasa cemas dan takut dalam diri mereka benar-benar hilang.
Subhanallah....Jadi bisa dibayangkan bagaimana jika air dalam tubuh kita yang 70 % itu diberi kumpulan kata yang merupakan doa yang berasal dari Allah SWT ? Atau tubuh kita terbiasa berada dalam majelis – majelis ilmu untuk mendengarkan risalah kebaikan. Tentu ini akan berpengaruh positif untuk kita, wallahu’alam bi showab.
The True Power of Water
Dr. Masaru Emoto melakukan penelitian selama 2 bulan bersama sahabatnya Kazuya Ishibashi (seorang ahli sains yang mahir menggunakan mikroskop). Masaru yang menyelesaikan pendidikannya di Yokohama Municipal University Departemen Kemanusiaan dan Sains jurusan Hubungan Internasional berhasil mendapatkan foto kristal air dengan membekukan air pada suhu -25 derajat Celsius dan menggunakan alat foto berkecepatan tinggi. Lalu ditelitilah air dengan menggunakan respon kata-kata, gambar, serta suara. Hasilnya luar biasa.....!
Berdasarkan penelitian Dr.Masaru, semakin jelas terlihat bahwa kualitas air dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk, bergantung pada informasi yang diterimanya. Hal ini membuat kita yakin bahwa kita, manusia, juga dipengaruhi oleh informasi yang kita terima karena 70% tubuh manusia dewasa adalah air.
Sebagai contoh, sebagian orang mengatakan bahwa mereka merasa lebih baik hanya dengan berbicara kepada dokter. "Efek placebo" ikut berperan saat dokter yang mereka percayai berkata, "ini cuma flu biasa, Anda hanya perlu banyak istirahat. Jangan khawatir, Anda akan segera sembuh." Dengan mendengarkan kata-kata dokter tersebut, rasa cemas dan takut dalam diri mereka benar-benar hilang.
Subhanallah....Jadi bisa dibayangkan bagaimana jika air dalam tubuh kita yang 70 % itu diberi kumpulan kata yang merupakan doa yang berasal dari Allah SWT ? Atau tubuh kita terbiasa berada dalam majelis – majelis ilmu untuk mendengarkan risalah kebaikan. Tentu ini akan berpengaruh positif untuk kita, wallahu’alam bi showab.
05.18
SERIBU DIBAGI NOL
SERIBU DI BAGI NOL
Ajaib...! banyak yang terbeli
Oleh : Rudiya Oktar
Jika di tanya, uang seribu rupiah dapat di pergunakan untuk apa,mungkin jawaban kita akan sangat relative. Bagi para pengunjung warung hik, uang seribu rupiah hanya bisa untuk membeli segelas es teh. Bagi para perokok seribu rupiah hanya dapat satu batang rokok. Lain lagi bagi para pengguna handphone, seribu rupiah hanya bisa untuk mengirim beberapa sms atau telephon satu sampai dua menit. Seribu rupiah juga hanya cukup untuk membayar sekali masuk di toilet umum. Intinya seribu rupiah kurang mempunyai nilai yang berarti.
Tapi bagi kami para relawan AMPERA, seribu rupiah sangatlah bernilai. Dengan uang sebesar itu kami bisa membeli berbagai kebutuhan untuk para pengungsi korban merapi. Dengan uang sebesar seribu rupiah yang anda nafkahkan melalui kami, anda telah menyumbang sembako, perlengkapan mandi, masker, mie instant, air mineral dan sebagainya. Ini bukan gurauan atau omong kosong belaka, nggak percaya ?
Mungkin anda masih ingat ketika di bangku sekolah dulu saat pelajaran matematika. Berapapun jumlah bilangan jika di bagi nol hasilnya adalah tak terhingga. Dengan pendekatan ilmu matematika kontemporer, demikian juga dengan harta yang kita nafkahkan di jalan Allah SWT. Seperti dalam firman-Nya :
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.
( QS Al Baqarah : 261 )
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersabda : ” Barangsiapa yang bersedekah dengan senilai sebutir kurma dari hasil usaha yang baik ( halal ) di mana Allah tidak akan menerima kecuali yang baik ( halal ), maka sesungguhnya Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya. Kemudian Allah memelihara ( mengembangkan ) nya untuk orang yang bersedekah itu sebagaimana salah seorang di antara kamu sekalian memelihara anak kuda, sehingga sedekah itu menjadi sebesar gunung”. ( HR Bukhari dan Muslim ) / lihat Riyadhus Salihin karya imam Nawawi bab sedekah.
AMPERA memang kami bentuk untuk memfasilitasi yang kecil dan mungkin di anggap kurang bernilai. Mungkin suatu saat anda pernah melihat sebatang lidi. Lalu anda melihat ternyata manfaatnya tak seberapa, paling – paling hanya untuk biting daun pembungkus makanan. Namun pernahkah anda berfikir jika batang lidi itu di satukan akan berubah menjadi sebuah sapu yang tentu akan lebih bernilai dan bermanfaat? Itulah analogi yang bisa kita ambil ibrah ( pelajaran ) tentang sesuatu yang kecil, yang sering kali di remehkan karena kurang bermanfaat. Maka sudah saatnya kita bersatu untuk sesuatu yang membawa maslahat. Walaupun orang kecil, ketika kita bersatu keburukan yang besarpun bisa kita kalahkan. Bukankah Allah SWT bersama jama’ah ? Wallahu’alam bi showab.
Ajaib...! banyak yang terbeli
Oleh : Rudiya Oktar
Jika di tanya, uang seribu rupiah dapat di pergunakan untuk apa,mungkin jawaban kita akan sangat relative. Bagi para pengunjung warung hik, uang seribu rupiah hanya bisa untuk membeli segelas es teh. Bagi para perokok seribu rupiah hanya dapat satu batang rokok. Lain lagi bagi para pengguna handphone, seribu rupiah hanya bisa untuk mengirim beberapa sms atau telephon satu sampai dua menit. Seribu rupiah juga hanya cukup untuk membayar sekali masuk di toilet umum. Intinya seribu rupiah kurang mempunyai nilai yang berarti.
Tapi bagi kami para relawan AMPERA, seribu rupiah sangatlah bernilai. Dengan uang sebesar itu kami bisa membeli berbagai kebutuhan untuk para pengungsi korban merapi. Dengan uang sebesar seribu rupiah yang anda nafkahkan melalui kami, anda telah menyumbang sembako, perlengkapan mandi, masker, mie instant, air mineral dan sebagainya. Ini bukan gurauan atau omong kosong belaka, nggak percaya ?
Mungkin anda masih ingat ketika di bangku sekolah dulu saat pelajaran matematika. Berapapun jumlah bilangan jika di bagi nol hasilnya adalah tak terhingga. Dengan pendekatan ilmu matematika kontemporer, demikian juga dengan harta yang kita nafkahkan di jalan Allah SWT. Seperti dalam firman-Nya :
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui”.
( QS Al Baqarah : 261 )
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersabda : ” Barangsiapa yang bersedekah dengan senilai sebutir kurma dari hasil usaha yang baik ( halal ) di mana Allah tidak akan menerima kecuali yang baik ( halal ), maka sesungguhnya Allah akan menerimanya dengan tangan kanan-Nya. Kemudian Allah memelihara ( mengembangkan ) nya untuk orang yang bersedekah itu sebagaimana salah seorang di antara kamu sekalian memelihara anak kuda, sehingga sedekah itu menjadi sebesar gunung”. ( HR Bukhari dan Muslim ) / lihat Riyadhus Salihin karya imam Nawawi bab sedekah.
AMPERA memang kami bentuk untuk memfasilitasi yang kecil dan mungkin di anggap kurang bernilai. Mungkin suatu saat anda pernah melihat sebatang lidi. Lalu anda melihat ternyata manfaatnya tak seberapa, paling – paling hanya untuk biting daun pembungkus makanan. Namun pernahkah anda berfikir jika batang lidi itu di satukan akan berubah menjadi sebuah sapu yang tentu akan lebih bernilai dan bermanfaat? Itulah analogi yang bisa kita ambil ibrah ( pelajaran ) tentang sesuatu yang kecil, yang sering kali di remehkan karena kurang bermanfaat. Maka sudah saatnya kita bersatu untuk sesuatu yang membawa maslahat. Walaupun orang kecil, ketika kita bersatu keburukan yang besarpun bisa kita kalahkan. Bukankah Allah SWT bersama jama’ah ? Wallahu’alam bi showab.
05.15
AMPERA GANDENG FORMAS SALURKAN BANTUAN MERAPI
Sragen, ( RISMA ), Aliansi Masyarakat Peduli Merapi ( AMPERA ) Rabu, 10 November 2010 menyalurkan bantuan untuk para korban bencana Merapi yang di himpun dari warga masyarakat. Dalam kesempatan itu mereka menggandeng Forum Mahasiswa Sragen ( FORMAS ), sebuah organisasi yang beranggotakan sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi asal Sragen. Bantuan yang berupa sembako dan berbagai kebutuhan yang di perlukan para korban di berangkatkan dari masjid Al Ishlah Saren yang di jadikan sekretariat sekaligus posko induk AMPERA sekitar pk. 11.00 wib, setelah pk. 09.00 rombongan FORMAS berangkat dari Sragen. Barang bantuan itu di angkut menggunakan satu buah truk setelah di gabung dengan bantuan yang di galang oleh FORMAS Sragen. Adapun rombongan berjumlah 20 orang relawan, dari FORMAS 8 orang dan dari AMPERA 12 orang.
” Bantuan akan kita kirim ke Boyolali, kemarin saat saya jadi relawan di Jogja, di sana telah tercukupi, sedang untuk Klaten hari ini masih kekurangan, tapi kemungkinan besuk sudah ada bantuan yang datang. Sementara untuk Muntilan yang kurang terakses bantuan kemungkinan besar akan di drop dari Jogja, jadi kita kirim ke Boyolali saja,” kata Arif Luthfi mahasiswa FMIPA biologi UGM Yogyakarta salah satu koordinator FORMAS saat koordinasi dengan tim AMPERA di masjid SMU Negeri 1 Gemolong selasa, 9 November kemarin.
” Tadi saya juga sudah melakukan koordinasi dengan posko induk Disdikpora Boyolali di GOR setempat, serta melakukan survey ke beberapa posko pengungsian, ” tambah Lilik mahasiswa UNS asal Sukodono.
Rombongan tiba di GOR Boyolali sekitar pk. 12.30 wib. Setelah berkoordinasi dengan posko setempat, dengan berbagai pertimbangan akhirnya barang bantuan dari Sragen itu di turunkan separuh di sana, yakni yang dari FORMAS. Sementara bantuan yang dari AMPERA di alihkan ke tempat lain. ” Pengalihan ini di lakukan agar bantuan bisa tepat sasaran dan tidak menumpuk di satu tempat, sementara tempat yang lain kekurangan. Untuk posko di GOR sampai saat ini masih mencukupi, nanti kita akan di kawal dari sini oleh seorang kordinator posko,” ungkap Rudiyanto koordinator AMPERA menjelang berangkat ke posko pengungsian, tempat bantuan di alihkan.
Setelah melalui perjalanan beberapa kilometer dengan di kawal salah satu relawan, rombongan tiba di posko desa Karang Nduwet, Banaran, Boyolali. Di desa yang berjarak kurang lebih 25 km dari puncak Merapi itu ( dalam zona aman di luar radius 20 km dari puncak Merapi yang harus steril dari warga ), barang bantuan akhirnya di turunkan. Tanda terima logistik bantuan di tandatangani oleh koordinator posko GOR Boyolali, Zul Ibrahim dari Disdikpora dan penerima bantuan yang di wakili Sri Hastuti koordinator posko setempat. ” untuk tempat ini mengkoordinasi beberapa pos – pos pengungsian yang tersebar di beberapa tempat sekitar sini. Tempat ini kami pilih untuk menerima bantuan karena tempatnya yang cukup luas, dari sini nanti kita bagi” kata Zul Ibrahim.
” Pengungsi yang tinggal di sini berasal dari kecamatan Musuk di sekitar sungai, menurut informasi tim SAR, lahar dingin sudah sampai sungai Musuk yang berjarak kira – kira 6 km dari sini, ” tambahnya.
” Bantuan akan kita kirim ke Boyolali, kemarin saat saya jadi relawan di Jogja, di sana telah tercukupi, sedang untuk Klaten hari ini masih kekurangan, tapi kemungkinan besuk sudah ada bantuan yang datang. Sementara untuk Muntilan yang kurang terakses bantuan kemungkinan besar akan di drop dari Jogja, jadi kita kirim ke Boyolali saja,” kata Arif Luthfi mahasiswa FMIPA biologi UGM Yogyakarta salah satu koordinator FORMAS saat koordinasi dengan tim AMPERA di masjid SMU Negeri 1 Gemolong selasa, 9 November kemarin.
” Tadi saya juga sudah melakukan koordinasi dengan posko induk Disdikpora Boyolali di GOR setempat, serta melakukan survey ke beberapa posko pengungsian, ” tambah Lilik mahasiswa UNS asal Sukodono.
Rombongan tiba di GOR Boyolali sekitar pk. 12.30 wib. Setelah berkoordinasi dengan posko setempat, dengan berbagai pertimbangan akhirnya barang bantuan dari Sragen itu di turunkan separuh di sana, yakni yang dari FORMAS. Sementara bantuan yang dari AMPERA di alihkan ke tempat lain. ” Pengalihan ini di lakukan agar bantuan bisa tepat sasaran dan tidak menumpuk di satu tempat, sementara tempat yang lain kekurangan. Untuk posko di GOR sampai saat ini masih mencukupi, nanti kita akan di kawal dari sini oleh seorang kordinator posko,” ungkap Rudiyanto koordinator AMPERA menjelang berangkat ke posko pengungsian, tempat bantuan di alihkan.
Setelah melalui perjalanan beberapa kilometer dengan di kawal salah satu relawan, rombongan tiba di posko desa Karang Nduwet, Banaran, Boyolali. Di desa yang berjarak kurang lebih 25 km dari puncak Merapi itu ( dalam zona aman di luar radius 20 km dari puncak Merapi yang harus steril dari warga ), barang bantuan akhirnya di turunkan. Tanda terima logistik bantuan di tandatangani oleh koordinator posko GOR Boyolali, Zul Ibrahim dari Disdikpora dan penerima bantuan yang di wakili Sri Hastuti koordinator posko setempat. ” untuk tempat ini mengkoordinasi beberapa pos – pos pengungsian yang tersebar di beberapa tempat sekitar sini. Tempat ini kami pilih untuk menerima bantuan karena tempatnya yang cukup luas, dari sini nanti kita bagi” kata Zul Ibrahim.
” Pengungsi yang tinggal di sini berasal dari kecamatan Musuk di sekitar sungai, menurut informasi tim SAR, lahar dingin sudah sampai sungai Musuk yang berjarak kira – kira 6 km dari sini, ” tambahnya.
20.04
KERUNTUHAN TEORI EVOLUSI
Written By Rudiya Oktar on Sabtu, 18 Desember 2010 | 20.04
KERUNTUHAN TEORI EVOLUSI
Orang yang mengemukakan teori evolusi sebagaimana yang dipertahankan dewasa ini, adalah seorang naturalis amatir dari Inggris, Charles Robert Darwin. Darwin tidak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang biologi. Ia hanya memiliki ketertarikan amatir pada alam dan makhluk hidup. Minat tersebut mendorongnya bergabung secara sukarela dalam ekspedisi pelayaran dengan sebuah kapal bernama H.M.S. Beagle, yang berangkat dari Inggris tahun 1832 dan mengarungi berbagai belahan dunia selama lima tahun. Darwin muda sangat takjub melihat beragam spesies makhluk hidup, terutama jenis-jenis burung finch tertentu di kepulauan Galapagos. Ia mengira bahwa variasi pada paruh burung-burung tersebut disebabkan oleh adaptasi mereka terhadap habitat. Dengan pemikiran ini, ia menduga bahwa asal usul kehidupan dan spesies berdasar pada konsep "adaptasi terhadap lingkungan". Menurut Darwin, aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah oleh Tuhan, tetapi berasal dari nenek moyang yang sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam.
Hipotesis Darwin tidak berdasarkan penemuan atau penelitian ilmiah apa pun; tetapi kemudian ia menjadikannya sebuah teori monumental berkat dukungan dan dorongan para ahli biologi materialis terkenal pada masanya. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka dengan cara terbaik, akan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya. (Asal usul "sifat-sifat yang menguntungkan" ini belum diketahui pada waktu itu.) Menurut Darwin, manusia adalah hasil paling maju dari mekanisme ini.
Darwin menamakan proses ini "evolusi melalui seleksi alam". Ia mengira telah menemukan "asal usul spesies": suatu spesies berasal dari spesies lain. Ia mempublikasikan pandangannya ini dalam bukunya yang berjudul The Origin of Species, By Means of Natural Selection pada tahun 1859.
Darwin sadar bahwa teorinya menghadapi banyak masalah. Ia mengakui ini dalam bukunya pada bab "Difficulties of the Theory". Kesulitan-kesulitan ini terutama pada catatan fosil dan organ-organ rumit makhluk hidup (misalnya mata) yang tidak mungkin dijelaskan dengan konsep kebetulan, dan naluri makhluk hidup. Darwin berharap kesulitan-kesulitan ini akan teratasi oleh penemuan-penemuan baru; tetapi bagaimanapun ia tetap mengajukan sejumlah penjelasan yang sangat tidak memadai untuk sebagian kesulitan tersebut.
Saat menyusun teorinya, Darwin terkesan oleh para ahli biologi evolusionis sebelumnya, terutama seorang ahli biologi Perancis, Lamarck. Menurut Lamarck, makhluk hidup mewariskan ciri-ciri yang mereka dapatkan selama hidupnya dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga terjadilah evolusi. Sebagai contoh, jerapah berevolusi dari binatang yang menyerupai antelop. Perubahan itu terjadi dengan memanjangkan leher mereka sedikit demi sedikit dari generasi ke generasi ketika berusaha menjangkau dahan yang lebih tinggi untuk memperoleh makanan. Darwin menggunakan hipotesis Lamarck tentang "pewarisan sifat-sifat yang diperoleh" sebagai faktor yang menyebabkan makhluk hidup berevolusi.
Namun Darwin dan Lamarck telah keliru, sebab pada masa mereka, kehidupan hanya dapat dipelajari dengan teknologi yang sangat primitif dan pada tahap yang sangat tidak memadai. Bidang-bidang ilmu pengetahuan seperti genetika dan biokimia belum ada sekalipun hanya nama. Karenanya, teori mereka harus bergantung sepenuhnya pada kekuatan imajinasi.
Di saat gema buku Darwin tengah berkumandang, seorang ahli botani Austria bernama Gregor Mendel menemukan hukum penurunan sifat pada tahun 1865. Meskipun tidak banyak dikenal orang hingga akhir abad ke-19, penemuan Mendel mendapat perhatian besar di awal tahun 1900-an. Inilah awal kelahiran ilmu genetika. Beberapa waktu kemudian, struktur gen dan kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an, penemuan struktur molekul DNA yang berisi informasi genetis menghempaskan teori evolusi ke dalam krisis. Alasannya adalah kerumitan luar biasa dari kehidupan dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yang diajukan Darwin.
Perkembangan ini seharusnya membuat teori Darwin terbuang dalam keranjang sampah sejarah. Namun ini tidak terjadi, karena ada kelompok-kelompok tertentu yang bersikeras merevisi, memperbarui dan mengangkat kembali teori ini pada kedudukan ilmiah. Kita dapat memahami maksud upaya-upaya tersebut hanya jika menyadari bahwa di belakang teori ini terdapat tujuan ideologis, bukan sekadar kepentingan ilmiah.
( Di adaptasi dari buku “ Keruntuhan teori evolusi ” karya Harun Yahya )
Orang yang mengemukakan teori evolusi sebagaimana yang dipertahankan dewasa ini, adalah seorang naturalis amatir dari Inggris, Charles Robert Darwin. Darwin tidak pernah mengenyam pendidikan formal di bidang biologi. Ia hanya memiliki ketertarikan amatir pada alam dan makhluk hidup. Minat tersebut mendorongnya bergabung secara sukarela dalam ekspedisi pelayaran dengan sebuah kapal bernama H.M.S. Beagle, yang berangkat dari Inggris tahun 1832 dan mengarungi berbagai belahan dunia selama lima tahun. Darwin muda sangat takjub melihat beragam spesies makhluk hidup, terutama jenis-jenis burung finch tertentu di kepulauan Galapagos. Ia mengira bahwa variasi pada paruh burung-burung tersebut disebabkan oleh adaptasi mereka terhadap habitat. Dengan pemikiran ini, ia menduga bahwa asal usul kehidupan dan spesies berdasar pada konsep "adaptasi terhadap lingkungan". Menurut Darwin, aneka spesies makhluk hidup tidak diciptakan secara terpisah oleh Tuhan, tetapi berasal dari nenek moyang yang sama dan menjadi berbeda satu sama lain akibat kondisi alam.
Hipotesis Darwin tidak berdasarkan penemuan atau penelitian ilmiah apa pun; tetapi kemudian ia menjadikannya sebuah teori monumental berkat dukungan dan dorongan para ahli biologi materialis terkenal pada masanya. Gagasannya menyatakan bahwa individu-individu yang beradaptasi pada habitat mereka dengan cara terbaik, akan menurunkan sifat-sifat mereka kepada generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menguntungkan ini lama-kelamaan terakumulasi dan mengubah suatu individu menjadi spesies yang sama sekali berbeda dengan nenek moyangnya. (Asal usul "sifat-sifat yang menguntungkan" ini belum diketahui pada waktu itu.) Menurut Darwin, manusia adalah hasil paling maju dari mekanisme ini.
Darwin menamakan proses ini "evolusi melalui seleksi alam". Ia mengira telah menemukan "asal usul spesies": suatu spesies berasal dari spesies lain. Ia mempublikasikan pandangannya ini dalam bukunya yang berjudul The Origin of Species, By Means of Natural Selection pada tahun 1859.
Darwin sadar bahwa teorinya menghadapi banyak masalah. Ia mengakui ini dalam bukunya pada bab "Difficulties of the Theory". Kesulitan-kesulitan ini terutama pada catatan fosil dan organ-organ rumit makhluk hidup (misalnya mata) yang tidak mungkin dijelaskan dengan konsep kebetulan, dan naluri makhluk hidup. Darwin berharap kesulitan-kesulitan ini akan teratasi oleh penemuan-penemuan baru; tetapi bagaimanapun ia tetap mengajukan sejumlah penjelasan yang sangat tidak memadai untuk sebagian kesulitan tersebut.
Saat menyusun teorinya, Darwin terkesan oleh para ahli biologi evolusionis sebelumnya, terutama seorang ahli biologi Perancis, Lamarck. Menurut Lamarck, makhluk hidup mewariskan ciri-ciri yang mereka dapatkan selama hidupnya dari satu generasi ke generasi berikutnya, sehingga terjadilah evolusi. Sebagai contoh, jerapah berevolusi dari binatang yang menyerupai antelop. Perubahan itu terjadi dengan memanjangkan leher mereka sedikit demi sedikit dari generasi ke generasi ketika berusaha menjangkau dahan yang lebih tinggi untuk memperoleh makanan. Darwin menggunakan hipotesis Lamarck tentang "pewarisan sifat-sifat yang diperoleh" sebagai faktor yang menyebabkan makhluk hidup berevolusi.
Namun Darwin dan Lamarck telah keliru, sebab pada masa mereka, kehidupan hanya dapat dipelajari dengan teknologi yang sangat primitif dan pada tahap yang sangat tidak memadai. Bidang-bidang ilmu pengetahuan seperti genetika dan biokimia belum ada sekalipun hanya nama. Karenanya, teori mereka harus bergantung sepenuhnya pada kekuatan imajinasi.
Di saat gema buku Darwin tengah berkumandang, seorang ahli botani Austria bernama Gregor Mendel menemukan hukum penurunan sifat pada tahun 1865. Meskipun tidak banyak dikenal orang hingga akhir abad ke-19, penemuan Mendel mendapat perhatian besar di awal tahun 1900-an. Inilah awal kelahiran ilmu genetika. Beberapa waktu kemudian, struktur gen dan kromosom ditemukan. Pada tahun 1950-an, penemuan struktur molekul DNA yang berisi informasi genetis menghempaskan teori evolusi ke dalam krisis. Alasannya adalah kerumitan luar biasa dari kehidupan dan ketidakabsahan mekanisme evolusi yang diajukan Darwin.
Perkembangan ini seharusnya membuat teori Darwin terbuang dalam keranjang sampah sejarah. Namun ini tidak terjadi, karena ada kelompok-kelompok tertentu yang bersikeras merevisi, memperbarui dan mengangkat kembali teori ini pada kedudukan ilmiah. Kita dapat memahami maksud upaya-upaya tersebut hanya jika menyadari bahwa di belakang teori ini terdapat tujuan ideologis, bukan sekadar kepentingan ilmiah.
( Di adaptasi dari buku “ Keruntuhan teori evolusi ” karya Harun Yahya )
20.02
PALESTINA
SEUNTAI KISAH BUMI PARA NABI
Sejarah singkat Palestina
Oleh : Rudiya Oktar
Sejarah Bani Israel di awali Nabi Ibrahim alaihissalam yang lahir di wilayah Mesopotamia ( sekarang daerah sekitar Irak ) dan merupakan pengikut Nabi Nuh alaihissalam. Kemudian beliau hijrah ke Kan’an ( Baduwi / Palestina ) sekitar tahun 2000 sM, dan di sanalah lahir Nabi Ishak alaihissalam dari istri beliau yang bernama Sarah. Kemudian dari pasangan Nabi Ishak dan Rifqah lahirlah Nabi Ya’kub alaihissalam. Nabi Ya’kub memiliki dua belas anak yaitu Nabi Yusuf bersaudara, dan mereka inilah yang di sebut bani Israel.
Nabi Yusuf di buang ke dalam sumur oleh saudara – saudaranya dan di temukan oleh saudagar mesir. Di Mesir inilah beliau akhirnya menjadi pembesar dan mengajak seluruh keluarganya pindah ke sana. Setelah Nabi Yusuf wafat, keadaan social yang semula terhormat dan ekonomi yang makmur, mulai bergeser karena mereka meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar serta jauh dari syari’at. Kerajaan Mesirpun di ambil kembali oleh penduduk asli dan mereka memuja pharaoh ( fir’aun ). Sejak saat itu bangsa Yahudi mengalami penindasan oleh bangsa Hykos suku dari Asia dan oleh bangsa Mesir.
Kemudian lahirlah Nabi Musa alaihissalam dari bangsa Israel dari suku Levi. Allah menyelamatkan beliau dari kekejaman fir’aun, bahkan menjadi anak angkat Siti Asiyah istri fir’aun sampai dewasa. Karena membunuh orang Mesir untuk membela orang Yahudi, Nabi Musa melarikan diri ke Madyan dan disana menikah dengan putrid Nabi Syu’aib alaihissalam. Setelah sepuluh tahun hidup bersama istrinya, Nabi Musa mendapat perintah Allah untuk kembali ke Mesir untuk berdakwah kepada bani Israil.
Sampai beliau harus kembali hijrah ke Palestina bersama sejumlah pengikutnya karena fir’aun akan membersihkan mereka dari bumi Mesir. Dalam Al Qur’an
Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu[409], dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. ( Al Ma’idah / 5 : 21 )
Tetapi mereka ingkar dan allahpun mengharamkan tanah Palestina selama empat puluh tahun dan mereka terlunta – lunta di padang Tiih ( untuk lebih lengkapnya baca QS Al Ma’idah / 5 : 21 – 26 )
. Allah berfirman: "(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu." ( Q S Al Ma’idah / 5 : 26 )
Sampai Nabi Daud alaihissalam dan Nabi Sulaiman alaihissalam berhasil mendirikan kerajaan di Palestina sekitar tahun 1040 – 970 Sm. Setelah Nabi Sulaiman wafat, kerajaan itu pecah menjadi dua yaitu kerajan Yehuda dan kerajaan Israel.
Pada tahun 721 sM kerajaan Israel ditaklukkan oleh Tiglath – Pileser III, Raja Asyyira. Tahun 586 sM kerajaan Yehuda di taklukkan Raja Nebuchadnezzar dan seluruh bangsa Yahudi di giring ke Babylonia untuk di jadikan budak. Di Babylonia inilah para pemuka Yahudi menanamkan doktrin janji kembali ke kampung halaman( Palestina ) kepada para pengikutnya.
Tahun 550 sM wilayah Palestina di integrasikan ke dalam kekuasaan Persia ketika Alexander the Greath menguasai Palestina tahun 334 sm. Dan bangsa Yahudi di bawa oleh Alexander ke Yunani, dan dari sini mereka menyebar ke seluruh Eropa. Mulai tahun 160 sM berada dalam kekuasaan Romawi.
Tahun 66 – 70 M terjadi pengungsian besar – besaran setelah pemberontakan kaum Yahudi kepada Romawi gagal dan Titus penguasa Romawi saat itu mengadakan pembantaian puluhan ribu kaum Yahudi untuk memadamkan pemberontakan.
Singkat cerita, bangsa Yahudi di perantauan yang tersebar di Eropa, akhirnya bisa menjadi kalangan menengah walau berawal dari kuli bangunan. Namun mereka tetap menjadi orang asing. Ini bisa di lihat saat tahun 500 M mereka di intimidasi di Spanyol. Islam datang pertama kali di pimpin oleh Umar bin Khatab ra pada tahun 637 M mengikuti kemenangan Khalid bin Walid terhadap Romawi Bizantium di Damaskus tahun 635 M. Umar bin Khatab kemudian mewakafkan Yerusalem dan Palestina untuk umat Islam se- dunia. . Dalam naungan Islam, Palestina menjadi negeri damai. Hubungan antar bangsa Yahudi, Arab dan Filistin bisa hidup berdampingan.
Tahun 1300 M mereka di usir dari Inggris, tahun 1400 di usir dari Prancis, dan tahun 1500 kembali di usir dari Spanyol. Selama satu abad kira – kira tahun 1600 – 1700 M mereka menguasai ekonomi Eropa dan mulai melihat peluang kembali ke Palestina. Para ilmuwan Yahudi yang terkenal cerdas, mulai berfikir untuk menghancurkan kehidupan manusia dengan tujuan mengacau dunia. Sehingga mempermudah jalan ke Palestina.
Awal millennium ke-2 paus Urbanus II menyerukan perang salib untuk membantai ribuan umat muslim. Tahun 1099 M tentara salib ( crusaders ) berhasil menguasai Palestina dan Yerusalem dengan membantai 70.000 penduduknya. Yerusalem adalah kota suci tiga agama samawi ( Islam,Yahudi dan Kristen ). Disanalah letak masjid Al-AQSA dan haikal Solomon ( kuil sulaiman ) sinagog Yahudi. Kemudian pada tahun 1187 pahlawan Islam Shalahuddin Yusuf bin Ayyub berhasil merebutnya kembali ke pangkuan Islam dan mempertahankannya selama 5 tahun sampai tahun 1192 M. Walau hanya 5 tahun beliau harus berperang melawan Raja – raja besar Eropa seperti Richard ( Inggris ), Frederick ( Jerman ), Leopold ( Austria ), Louis ( Prancis ) , raja Sisilia yang berusaha merebut Yerusalem, namun semua gagal
Tanggal 1mei 1776 tokoh Yahudi Nathan Bernbaum mendirikan zionisme internasional. Tokoh lainnya Yahuda Kalai ( 1798 – 1878 ) mempertegas perlunya Negara Yahudi di Palestina dan di susul oleh Izvi Hirsch ( 1795 – 1874 ).
Moses Hess menulis buku “Roma dan Yerusalem” serta Teodore Herzl menulis buku “ Der Judenstaat’ yang isinya berupa pentingnya mendirikan Negara Yahudi raya dan tempat yang di pilih adalah Palestina. Mereka berusaha dengan berbagai cara, setelah Eropa dan Rusia berhasil di kacaukan, giliran negeri Arab yang di pecah belah dengan cara meniupkan revolusi nasionalisme melalui Lowrence of Arabica.
Setelah bangsa Arab pecah dan memisahkan diri dari kekhilafahan Bani Utsmaniyyah, maka berbagai upaya di lancarkan untuk menembus dinding khilafah, benteng terakhir Palestina itu. Namun dengan gigih Sultan Abdul Hamid tetap bersikukuh melindungi Palestina.
Dalam perang dunia ke- I, Inggris berperang melawan kerajaan Turki Utsmani. Dalam perang itu Inggris meminta bantuan bangsa Yahudi maupun bangsa Arab Palestina. Untuk bangsa Arab Palestina di janjikan kemerdekaan, sedang untuk Yahudi Inggris mengeluarkan Balfour Declaration pada tanggal 2 november 1917 M yang salah satu isinya akan mendirikan Nation Home untuk bangsa Yahudi di Palestina. Dan Inggris mengalahkan Bani Utsmaniyyah dalam perang dunia ke – I yang di kokohkan dalam konferensi San Remo tahun 1920 M.
Pembela Palestina yang utamapun hilang setelah runtuhnya Bani Utsmaniyyah tahun 1924. Dengan demikian, umat Islam tidak punya kekhilafahan lagi sampai saat ini. Dan Turki ( wilayah kekuasaan Bani Utsmaniyyah ) kini menjadi Negara sekuler.
Pada perang dunia ke- II bangsa Arab Palestina maupun Yahudi tetap memihak Inggris dengan harapan janji Inggris bisa di wujudkan. Setelah perang berakhir, Yahudi menjadi kuat karena selama membantu Inggris mendapat peralatan perang yang banyak. Mereka kemudian mendirikan pemerintahan di Palestina dan gerakan zionisme di tingkatkan. Akhirnya terjadilah perang Inggris dengan Yahudi tahun 1946 di Palestina.
Tanggal 18 februari masalah Palestina di bawa ke sidang umum PBB. Dan PBB pada tanggal 29 november 1947 memutuskan wilayah Palestina di bagi menjadi dua, yaitu untuk bangsa Arab dan untuk bangsa Yahudi. Namun hal itu tidak bisa menyelesaikan masalah. Dengan keputusan itu menjadi alasan Yahudi untuk mendirikan Negara Israel.
Sedang bangsa Arab menolak keputusan PBB itu, dan berupaya mengusir bangsa Yahudi, maka terjadilah perang Israel dengan Palestina. Ini berawal saat Yahudi memproklamasikan negara Israel pada tahun 1948 dengan Yerusalem sebagai ibukotanya. Tahun 1967 terjadi puncak peperangan, dan Israel berhasil merebut daerah tepi barat, jalur Gaza, lembah sungai Jordan dan dataran tinggi Golan.
Berbagai upaya perundingan damai yang di prakarsai dunia internasional terus di lakukan, namun selalu gagal. Israel selalu melanggar setiap perjanjian dan mereka selalu menindas rakyat Palestina tanpa rasa kemanusian. Israel tak menghiraukan berbagai aturan internasional yang di sepakati Negara – Negara di dunia. Sebenarnya perjanjian damai pernah mengalami kemajuan saat Palestina di pimpin Yasser Arafat dan Israel di pimpin perdana menteri Yitzhak Rabin. Namun lagi –lagi usaha itu gagal saat Yitshak Rabin di bunuh oleh Yigal Amir seorang mahasiswa Yahudi yang anti perdamaian pada tahun 1995. Dan terpilihnya Benyamin Netanyahu dari partai Likud sebagai perdana menteri Israel menambah muram masa depan perdamaian timur tengah. Israel semakin membabi buta saat HAMAS memenangkan pemilu Palestina atas Fatah dan Ismail Haniyah menjadi perdana menteri Palestina.
Agresi militer terbaru Israel adalah di tujukan ke jalur Gaza, basis pendukung terbesar HAMAS pada akhir tahun 2008. Gaza di bombardier dan sampai saat ini seluruh akses ke Gaza di blockade, sehingga warga Gaza sangat menderita. Tanpa bahan makanan, obat – obatan, dan kebutuhan hidup lainnya.
Dunia terus menyaksikan kebiadaban bangsa yang telah di laknat ALLAH dalam Al Qur’an karena mereka selalu ingkar. Jangankan aturan internasional, ALLAH yang menciptakan dan memberikan segala nikmat kepada merekapun selalu di ingkarinya dengan segala alasan
( Di sarikan dari berbagai sumber )
Sejarah singkat Palestina
Oleh : Rudiya Oktar
Sejarah Bani Israel di awali Nabi Ibrahim alaihissalam yang lahir di wilayah Mesopotamia ( sekarang daerah sekitar Irak ) dan merupakan pengikut Nabi Nuh alaihissalam. Kemudian beliau hijrah ke Kan’an ( Baduwi / Palestina ) sekitar tahun 2000 sM, dan di sanalah lahir Nabi Ishak alaihissalam dari istri beliau yang bernama Sarah. Kemudian dari pasangan Nabi Ishak dan Rifqah lahirlah Nabi Ya’kub alaihissalam. Nabi Ya’kub memiliki dua belas anak yaitu Nabi Yusuf bersaudara, dan mereka inilah yang di sebut bani Israel.
Nabi Yusuf di buang ke dalam sumur oleh saudara – saudaranya dan di temukan oleh saudagar mesir. Di Mesir inilah beliau akhirnya menjadi pembesar dan mengajak seluruh keluarganya pindah ke sana. Setelah Nabi Yusuf wafat, keadaan social yang semula terhormat dan ekonomi yang makmur, mulai bergeser karena mereka meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar serta jauh dari syari’at. Kerajaan Mesirpun di ambil kembali oleh penduduk asli dan mereka memuja pharaoh ( fir’aun ). Sejak saat itu bangsa Yahudi mengalami penindasan oleh bangsa Hykos suku dari Asia dan oleh bangsa Mesir.
Kemudian lahirlah Nabi Musa alaihissalam dari bangsa Israel dari suku Levi. Allah menyelamatkan beliau dari kekejaman fir’aun, bahkan menjadi anak angkat Siti Asiyah istri fir’aun sampai dewasa. Karena membunuh orang Mesir untuk membela orang Yahudi, Nabi Musa melarikan diri ke Madyan dan disana menikah dengan putrid Nabi Syu’aib alaihissalam. Setelah sepuluh tahun hidup bersama istrinya, Nabi Musa mendapat perintah Allah untuk kembali ke Mesir untuk berdakwah kepada bani Israil.
Sampai beliau harus kembali hijrah ke Palestina bersama sejumlah pengikutnya karena fir’aun akan membersihkan mereka dari bumi Mesir. Dalam Al Qur’an
Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu[409], dan janganlah kamu lari kebelakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi. ( Al Ma’idah / 5 : 21 )
Tetapi mereka ingkar dan allahpun mengharamkan tanah Palestina selama empat puluh tahun dan mereka terlunta – lunta di padang Tiih ( untuk lebih lengkapnya baca QS Al Ma’idah / 5 : 21 – 26 )
. Allah berfirman: "(Jika demikian), maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasik itu." ( Q S Al Ma’idah / 5 : 26 )
Sampai Nabi Daud alaihissalam dan Nabi Sulaiman alaihissalam berhasil mendirikan kerajaan di Palestina sekitar tahun 1040 – 970 Sm. Setelah Nabi Sulaiman wafat, kerajaan itu pecah menjadi dua yaitu kerajan Yehuda dan kerajaan Israel.
Pada tahun 721 sM kerajaan Israel ditaklukkan oleh Tiglath – Pileser III, Raja Asyyira. Tahun 586 sM kerajaan Yehuda di taklukkan Raja Nebuchadnezzar dan seluruh bangsa Yahudi di giring ke Babylonia untuk di jadikan budak. Di Babylonia inilah para pemuka Yahudi menanamkan doktrin janji kembali ke kampung halaman( Palestina ) kepada para pengikutnya.
Tahun 550 sM wilayah Palestina di integrasikan ke dalam kekuasaan Persia ketika Alexander the Greath menguasai Palestina tahun 334 sm. Dan bangsa Yahudi di bawa oleh Alexander ke Yunani, dan dari sini mereka menyebar ke seluruh Eropa. Mulai tahun 160 sM berada dalam kekuasaan Romawi.
Tahun 66 – 70 M terjadi pengungsian besar – besaran setelah pemberontakan kaum Yahudi kepada Romawi gagal dan Titus penguasa Romawi saat itu mengadakan pembantaian puluhan ribu kaum Yahudi untuk memadamkan pemberontakan.
Singkat cerita, bangsa Yahudi di perantauan yang tersebar di Eropa, akhirnya bisa menjadi kalangan menengah walau berawal dari kuli bangunan. Namun mereka tetap menjadi orang asing. Ini bisa di lihat saat tahun 500 M mereka di intimidasi di Spanyol. Islam datang pertama kali di pimpin oleh Umar bin Khatab ra pada tahun 637 M mengikuti kemenangan Khalid bin Walid terhadap Romawi Bizantium di Damaskus tahun 635 M. Umar bin Khatab kemudian mewakafkan Yerusalem dan Palestina untuk umat Islam se- dunia. . Dalam naungan Islam, Palestina menjadi negeri damai. Hubungan antar bangsa Yahudi, Arab dan Filistin bisa hidup berdampingan.
Tahun 1300 M mereka di usir dari Inggris, tahun 1400 di usir dari Prancis, dan tahun 1500 kembali di usir dari Spanyol. Selama satu abad kira – kira tahun 1600 – 1700 M mereka menguasai ekonomi Eropa dan mulai melihat peluang kembali ke Palestina. Para ilmuwan Yahudi yang terkenal cerdas, mulai berfikir untuk menghancurkan kehidupan manusia dengan tujuan mengacau dunia. Sehingga mempermudah jalan ke Palestina.
Awal millennium ke-2 paus Urbanus II menyerukan perang salib untuk membantai ribuan umat muslim. Tahun 1099 M tentara salib ( crusaders ) berhasil menguasai Palestina dan Yerusalem dengan membantai 70.000 penduduknya. Yerusalem adalah kota suci tiga agama samawi ( Islam,Yahudi dan Kristen ). Disanalah letak masjid Al-AQSA dan haikal Solomon ( kuil sulaiman ) sinagog Yahudi. Kemudian pada tahun 1187 pahlawan Islam Shalahuddin Yusuf bin Ayyub berhasil merebutnya kembali ke pangkuan Islam dan mempertahankannya selama 5 tahun sampai tahun 1192 M. Walau hanya 5 tahun beliau harus berperang melawan Raja – raja besar Eropa seperti Richard ( Inggris ), Frederick ( Jerman ), Leopold ( Austria ), Louis ( Prancis ) , raja Sisilia yang berusaha merebut Yerusalem, namun semua gagal
Tanggal 1mei 1776 tokoh Yahudi Nathan Bernbaum mendirikan zionisme internasional. Tokoh lainnya Yahuda Kalai ( 1798 – 1878 ) mempertegas perlunya Negara Yahudi di Palestina dan di susul oleh Izvi Hirsch ( 1795 – 1874 ).
Moses Hess menulis buku “Roma dan Yerusalem” serta Teodore Herzl menulis buku “ Der Judenstaat’ yang isinya berupa pentingnya mendirikan Negara Yahudi raya dan tempat yang di pilih adalah Palestina. Mereka berusaha dengan berbagai cara, setelah Eropa dan Rusia berhasil di kacaukan, giliran negeri Arab yang di pecah belah dengan cara meniupkan revolusi nasionalisme melalui Lowrence of Arabica.
Setelah bangsa Arab pecah dan memisahkan diri dari kekhilafahan Bani Utsmaniyyah, maka berbagai upaya di lancarkan untuk menembus dinding khilafah, benteng terakhir Palestina itu. Namun dengan gigih Sultan Abdul Hamid tetap bersikukuh melindungi Palestina.
Dalam perang dunia ke- I, Inggris berperang melawan kerajaan Turki Utsmani. Dalam perang itu Inggris meminta bantuan bangsa Yahudi maupun bangsa Arab Palestina. Untuk bangsa Arab Palestina di janjikan kemerdekaan, sedang untuk Yahudi Inggris mengeluarkan Balfour Declaration pada tanggal 2 november 1917 M yang salah satu isinya akan mendirikan Nation Home untuk bangsa Yahudi di Palestina. Dan Inggris mengalahkan Bani Utsmaniyyah dalam perang dunia ke – I yang di kokohkan dalam konferensi San Remo tahun 1920 M.
Pembela Palestina yang utamapun hilang setelah runtuhnya Bani Utsmaniyyah tahun 1924. Dengan demikian, umat Islam tidak punya kekhilafahan lagi sampai saat ini. Dan Turki ( wilayah kekuasaan Bani Utsmaniyyah ) kini menjadi Negara sekuler.
Pada perang dunia ke- II bangsa Arab Palestina maupun Yahudi tetap memihak Inggris dengan harapan janji Inggris bisa di wujudkan. Setelah perang berakhir, Yahudi menjadi kuat karena selama membantu Inggris mendapat peralatan perang yang banyak. Mereka kemudian mendirikan pemerintahan di Palestina dan gerakan zionisme di tingkatkan. Akhirnya terjadilah perang Inggris dengan Yahudi tahun 1946 di Palestina.
Tanggal 18 februari masalah Palestina di bawa ke sidang umum PBB. Dan PBB pada tanggal 29 november 1947 memutuskan wilayah Palestina di bagi menjadi dua, yaitu untuk bangsa Arab dan untuk bangsa Yahudi. Namun hal itu tidak bisa menyelesaikan masalah. Dengan keputusan itu menjadi alasan Yahudi untuk mendirikan Negara Israel.
Sedang bangsa Arab menolak keputusan PBB itu, dan berupaya mengusir bangsa Yahudi, maka terjadilah perang Israel dengan Palestina. Ini berawal saat Yahudi memproklamasikan negara Israel pada tahun 1948 dengan Yerusalem sebagai ibukotanya. Tahun 1967 terjadi puncak peperangan, dan Israel berhasil merebut daerah tepi barat, jalur Gaza, lembah sungai Jordan dan dataran tinggi Golan.
Berbagai upaya perundingan damai yang di prakarsai dunia internasional terus di lakukan, namun selalu gagal. Israel selalu melanggar setiap perjanjian dan mereka selalu menindas rakyat Palestina tanpa rasa kemanusian. Israel tak menghiraukan berbagai aturan internasional yang di sepakati Negara – Negara di dunia. Sebenarnya perjanjian damai pernah mengalami kemajuan saat Palestina di pimpin Yasser Arafat dan Israel di pimpin perdana menteri Yitzhak Rabin. Namun lagi –lagi usaha itu gagal saat Yitshak Rabin di bunuh oleh Yigal Amir seorang mahasiswa Yahudi yang anti perdamaian pada tahun 1995. Dan terpilihnya Benyamin Netanyahu dari partai Likud sebagai perdana menteri Israel menambah muram masa depan perdamaian timur tengah. Israel semakin membabi buta saat HAMAS memenangkan pemilu Palestina atas Fatah dan Ismail Haniyah menjadi perdana menteri Palestina.
Agresi militer terbaru Israel adalah di tujukan ke jalur Gaza, basis pendukung terbesar HAMAS pada akhir tahun 2008. Gaza di bombardier dan sampai saat ini seluruh akses ke Gaza di blockade, sehingga warga Gaza sangat menderita. Tanpa bahan makanan, obat – obatan, dan kebutuhan hidup lainnya.
Dunia terus menyaksikan kebiadaban bangsa yang telah di laknat ALLAH dalam Al Qur’an karena mereka selalu ingkar. Jangankan aturan internasional, ALLAH yang menciptakan dan memberikan segala nikmat kepada merekapun selalu di ingkarinya dengan segala alasan
( Di sarikan dari berbagai sumber )
20.01
PERHIASAN TERINDAH
PERHIASAN TERINDAH
Duhai ukhti….
Maukah engkau ku beri tahu tentang sesuatu ?Jika tak mau, rugilah dirimu!
Jika kau menjawab, ‘Baiklah akh …tolong sampaikan kepadaku !”
Kemudian aku akan menjawab, “ini sangatlah berharga”.
“Lebih berharga mana jika di banding dengan berlian?” tanyamu penasaran.
“Tidaklah sebanding dengannya, “ jawabku.
“Apakah istana Harun Al-Rasyid bisa menyamainya?”
“ Belum!”
“Apakah sebanding dengan kekuasaan Kisra Persia ?”
“Tidak juga.”
“ Apakah sesuatu itu ungkapan cinta dengan puisi terindah ?”
“Tentu saja bukan !”
“Jika semua itu bukan, lalu apakah itu akh ?” tanyamu semakin ingin tahu.
“ sesuatu itu adalah perhiasan terindah, lebih indah dari taman babylonia, lebih megah dari Taj mahal, dan lebih lembut daripada sutra dari China. Maukah engkau memakainya ?”
“ Tentu saja aku mau!”
“ Perhiasan terindah itu adalah WANITA SHALEHAH, maka hiasilah dirimu dengannya !
By Rudiya Oktar
Duhai ukhti….
Maukah engkau ku beri tahu tentang sesuatu ?Jika tak mau, rugilah dirimu!
Jika kau menjawab, ‘Baiklah akh …tolong sampaikan kepadaku !”
Kemudian aku akan menjawab, “ini sangatlah berharga”.
“Lebih berharga mana jika di banding dengan berlian?” tanyamu penasaran.
“Tidaklah sebanding dengannya, “ jawabku.
“Apakah istana Harun Al-Rasyid bisa menyamainya?”
“ Belum!”
“Apakah sebanding dengan kekuasaan Kisra Persia ?”
“Tidak juga.”
“ Apakah sesuatu itu ungkapan cinta dengan puisi terindah ?”
“Tentu saja bukan !”
“Jika semua itu bukan, lalu apakah itu akh ?” tanyamu semakin ingin tahu.
“ sesuatu itu adalah perhiasan terindah, lebih indah dari taman babylonia, lebih megah dari Taj mahal, dan lebih lembut daripada sutra dari China. Maukah engkau memakainya ?”
“ Tentu saja aku mau!”
“ Perhiasan terindah itu adalah WANITA SHALEHAH, maka hiasilah dirimu dengannya !
By Rudiya Oktar
19.59
Cinta…, sebuah kata singkat yang tak pernah basi untuk selalu di bahas. Tak pernah habis ceritanya untuk di eksploitasi media massa. Tak lekang oleh waktu yang terus berganti antara siang dan malam. Keberadaannya terus di cari anak Adam di setiap sudut peradaban. Seolah tiada kata yang dapat menggambarkannya dan tiada warna untuk sekedar melukiskannya. Hingga para pujangga kehabisan kata untuk membuat bait – bait puisi tentang cinta. Keberadaannya teramat misterius antara ada dan tiada. Walau tak bisa di mengerti namun bisa dirasakan, bisa mendatangkan kebahagiaan, bisa menguatkan dan melemahkan serta bisa menyengsarakan. Cinta…, bisa mengubah Raja menjadi rakyat jelata, pecundang menjadi pemberani, orang jenius menjadi sangat tolol, kikir jadi penderma, mengubah seorang berhati malaikat menjadi setan dan seorang anak kyai rela mengobral harga diri. Semua oleh satu sebab, CINTA ! kata mereka….
Suatu ketika di sebuah pameran buku, penulis menyaksikan sebuah fenomena unik. Serombongan remaja memadati stand sebuah penerbit. Sementara sebagian stand yang lain tidak begitu padat. Sayapun penasaran, ingin tahu ada apa gerangan? Usut punya usut, ternyata mereka sedang melihat – lihat buku remaja. Setelah saya amati, ternyata kebanyakan buku – buku itu bertema tentang cinta. Dalam benak saya, kemudian teringat dengan teman – teman yang kebetulan usia remaja. Kebanyakan buku yang mereka miliki ternyata juga bertema klasik “ cinta”. Tak hanya buku, film, sinetron dan lagu juga mempunyai tren yang tak jauh beda.
Dari sedikit ilustrasi di atas, tak heran jika buku –buku bertema cinta banyak di minati. Sebut saja “Ayat – ayat cinta” dan “Ketika cinta bertasbih” karya Habibburahman El-Sirazy yang mencapai best seller. Dan kesuksesan kang Abik, salah satu penulis FLP inipun di ikuti dengan karya – karya lainnya. Seperti “ Mu’jizat cinta” ( Taufiqurrahman Al-Azizy ) misalnya dan karya epigon sejenis. Bahkan buku “ Raudhah al muhibbin wa nuzhah al-musytaqin” ( taman orang yang jatuh cinta dan memendam rindu ) karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah sangat melegenda sampai saat ini. Pokoknya hal – hal yang berbau cinta, selalu di minati oleh siapapun.
Pertanyaannya, kenapa remaja sukanya baca buku – buku tentang cinta melulu? Bukankah banyak buku yang bertema menarik lainnya yang lebih bermanfaat? Misal buku fiqih, tafsir, sains dan sebagainya. Pertanyaan – pertanyaan lainpun kemudian mengusik kita. Ada apa sebenarnya fenomena ini?
Sebenarnya ini adalah sesuatu yang lumrah di alami oleh remaja. Mereka memang sedang mengalami sebuah fase peralihan kehidupan antara masa kanak – kanak menjadi dewasa. Masa remaja adalah proses pencarian jati diri yang belum mereka pahami, sehingga mereka selalu ingin tahu hal – hal baru. Selain itu perubahan fisik juga berpengaruh besar terhadap psikis remaja. Dan masa – masa itulah mereka mulai tertarik kepada lawan jenis.
Ketika virus merah jambu ( VMJ ) menyapa, secara alami zat – zat kimia dalam tubuh akan bereaksi. Dalam sebuah artikelnya Afifah Afra ketua FLP Jateng, seorang penulis yang memiliki background pendidikan F MIPA Undip Semarang dalam sebuah artikelnya menuliskan beberapa zat yang akan bereaksi itu antara lain :
1. Feromon ( semacam parfum )yang di hasilkan oleh kelenjar endokrin dalam kulit yang bisa ‘mengundang’ individu lain, biasanya lawan jenis untuk mendekat. Tapi jangan salah parfum ini kadang tidak berbau, jadi hati – hati saat dekat dengan lawan jenis. Bisa – bisa timbul chemistry of love dalam hati. Zat ini juga terdapat pada hewan, seperti kepiting dan ular. Jadi, ketika ular cowok ketemu ular cewek akan mengeluarkan feromon yang masuk ke indera penciuman ular cewek. Sehingga timbul hasrat ‘ingin bercinta’. Kalau ular nggak ada aturan syar’i hubungan antara ular cowok dengan ular cewek. Kalau manusia lain ceritanya?
2. Dopamine yang dikeluarkan dari hipotalamus otak yang bereaksi membuat kita tergila – gila dan memuja – muja sang pangeran atau bidadari bermata jeli yang kita impikan. Contoh saat wajah dia berjerawat, maka akan mengatakan “ wajah tanpa jerawat ibarat langit tak berbintang” atau saat keringatnya berbau masam sekali di katakannya dengan tulus “harummu semerbak mewangi bak melati surgawi”. Bagi yang senyum – senyum baca tulisan ini, tanda – tandanya sedang mengalami hal serupa.
3.Norepinephrin yang memicu hormon adrenalin di keluarkan, sehingga detak jantung lebih kencang saat bertemu si dia. Tidak bisa tidur, tidak enak makan, hiperaktif dan overacting.
4. Serotonin yang di keluarkan otak berkurang , menyebabkan stress, dan sangat obsesif.
Dalam Islam sendiri perasaan cinta itu adalah sesuatu yang fitrah. Hanya saja perasaan cinta itu harus di sikapi dengan niat semata – mata karena Allah dan di menej sesuai syari’at.
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). ( Ali Imron / 3 : 14 )
Nabi Muhammad SAW sendiri menyatakan, bahwa beliau mencintai wanita dan parfum.
“Aku di jadikan mencintai dua perkara dari dunia kalian, wanita dan minyak wangi, dan sholat di jadikan penyejuk mataku“ ( HR. Ahmad, Nasa’i, dan Baihaqi )
Dengan demikian, maka yang perlu di lakukan para penulis dan penerbit buku – buku bertema cinta adalah bagaimana mengemas tulisan yang mendidik. Tulisan yang sesuai etika dengan nilai – nilai agama maupun moral. Tidak sekedar memburu keuntungan semata dengan menghalalkan segala cara. Tidak menyebarkan ideologi sesat semacam sosialis dan liberalisme, kepada pembaca. Menulis yang membawa pesan kebaikan bukan sekedar roman – roman picisan!
Karena remaja adalah calon pemimpin masa depan, jangan butakan mereka dengan “mazhab cinta sesat” yang kini makin marak di media. Sinetron – sinetron berkedok Islam, tapi ternyata jauh dari nilai – nilai Islam itu sendiri. Juga buku – buku menyesatkan yang di tulis para penulis yang tidak bertanggung jawab. Ini adalah bahaya laten yang harus di waspadai oleh semua pihak. Bagi remaja yang pemahaman agamanya lumayan tentu tidak mudah terpengaruh. Tetapi bagi remaja yang masih ammah ( awam ), pasti akan menganggap seperti itulah yang di ajarkan Islam dan mereka menganggap itu adalah sebuah kebenaran. Dan kepada para remaja, untuk bisa memahami dien ini dengan benar, belajarlah kepada ahlinya, yaitu para ulama. Belajarlah dengan rajin ikut kajian – kajian, membaca kitab karya para ulama salafus shalih. Dan sumber terbaik adalah Al Qur’an dan Al Hadist, bukan sinetron berlabel islami atau buku – buku yang jauh dari nilai – nilai kebenaran yang kini marak. Sebuah PR besar bagi para penulis, baik penulis buku maupun penulis script sinetron dan film untuk menghasilkan karya yang sarat dengan nilai kebaikan. Wallahu’alam bi showab. ( Rudiya Oktar )
REMAJA, CINTA DAN BUKU
Cinta…, sebuah kata singkat yang tak pernah basi untuk selalu di bahas. Tak pernah habis ceritanya untuk di eksploitasi media massa. Tak lekang oleh waktu yang terus berganti antara siang dan malam. Keberadaannya terus di cari anak Adam di setiap sudut peradaban. Seolah tiada kata yang dapat menggambarkannya dan tiada warna untuk sekedar melukiskannya. Hingga para pujangga kehabisan kata untuk membuat bait – bait puisi tentang cinta. Keberadaannya teramat misterius antara ada dan tiada. Walau tak bisa di mengerti namun bisa dirasakan, bisa mendatangkan kebahagiaan, bisa menguatkan dan melemahkan serta bisa menyengsarakan. Cinta…, bisa mengubah Raja menjadi rakyat jelata, pecundang menjadi pemberani, orang jenius menjadi sangat tolol, kikir jadi penderma, mengubah seorang berhati malaikat menjadi setan dan seorang anak kyai rela mengobral harga diri. Semua oleh satu sebab, CINTA ! kata mereka….
Suatu ketika di sebuah pameran buku, penulis menyaksikan sebuah fenomena unik. Serombongan remaja memadati stand sebuah penerbit. Sementara sebagian stand yang lain tidak begitu padat. Sayapun penasaran, ingin tahu ada apa gerangan? Usut punya usut, ternyata mereka sedang melihat – lihat buku remaja. Setelah saya amati, ternyata kebanyakan buku – buku itu bertema tentang cinta. Dalam benak saya, kemudian teringat dengan teman – teman yang kebetulan usia remaja. Kebanyakan buku yang mereka miliki ternyata juga bertema klasik “ cinta”. Tak hanya buku, film, sinetron dan lagu juga mempunyai tren yang tak jauh beda.
Dari sedikit ilustrasi di atas, tak heran jika buku –buku bertema cinta banyak di minati. Sebut saja “Ayat – ayat cinta” dan “Ketika cinta bertasbih” karya Habibburahman El-Sirazy yang mencapai best seller. Dan kesuksesan kang Abik, salah satu penulis FLP inipun di ikuti dengan karya – karya lainnya. Seperti “ Mu’jizat cinta” ( Taufiqurrahman Al-Azizy ) misalnya dan karya epigon sejenis. Bahkan buku “ Raudhah al muhibbin wa nuzhah al-musytaqin” ( taman orang yang jatuh cinta dan memendam rindu ) karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah sangat melegenda sampai saat ini. Pokoknya hal – hal yang berbau cinta, selalu di minati oleh siapapun.
Pertanyaannya, kenapa remaja sukanya baca buku – buku tentang cinta melulu? Bukankah banyak buku yang bertema menarik lainnya yang lebih bermanfaat? Misal buku fiqih, tafsir, sains dan sebagainya. Pertanyaan – pertanyaan lainpun kemudian mengusik kita. Ada apa sebenarnya fenomena ini?
Sebenarnya ini adalah sesuatu yang lumrah di alami oleh remaja. Mereka memang sedang mengalami sebuah fase peralihan kehidupan antara masa kanak – kanak menjadi dewasa. Masa remaja adalah proses pencarian jati diri yang belum mereka pahami, sehingga mereka selalu ingin tahu hal – hal baru. Selain itu perubahan fisik juga berpengaruh besar terhadap psikis remaja. Dan masa – masa itulah mereka mulai tertarik kepada lawan jenis.
Ketika virus merah jambu ( VMJ ) menyapa, secara alami zat – zat kimia dalam tubuh akan bereaksi. Dalam sebuah artikelnya Afifah Afra ketua FLP Jateng, seorang penulis yang memiliki background pendidikan F MIPA Undip Semarang dalam sebuah artikelnya menuliskan beberapa zat yang akan bereaksi itu antara lain :
1. Feromon ( semacam parfum )yang di hasilkan oleh kelenjar endokrin dalam kulit yang bisa ‘mengundang’ individu lain, biasanya lawan jenis untuk mendekat. Tapi jangan salah parfum ini kadang tidak berbau, jadi hati – hati saat dekat dengan lawan jenis. Bisa – bisa timbul chemistry of love dalam hati. Zat ini juga terdapat pada hewan, seperti kepiting dan ular. Jadi, ketika ular cowok ketemu ular cewek akan mengeluarkan feromon yang masuk ke indera penciuman ular cewek. Sehingga timbul hasrat ‘ingin bercinta’. Kalau ular nggak ada aturan syar’i hubungan antara ular cowok dengan ular cewek. Kalau manusia lain ceritanya?
2. Dopamine yang dikeluarkan dari hipotalamus otak yang bereaksi membuat kita tergila – gila dan memuja – muja sang pangeran atau bidadari bermata jeli yang kita impikan. Contoh saat wajah dia berjerawat, maka akan mengatakan “ wajah tanpa jerawat ibarat langit tak berbintang” atau saat keringatnya berbau masam sekali di katakannya dengan tulus “harummu semerbak mewangi bak melati surgawi”. Bagi yang senyum – senyum baca tulisan ini, tanda – tandanya sedang mengalami hal serupa.
3.Norepinephrin yang memicu hormon adrenalin di keluarkan, sehingga detak jantung lebih kencang saat bertemu si dia. Tidak bisa tidur, tidak enak makan, hiperaktif dan overacting.
4. Serotonin yang di keluarkan otak berkurang , menyebabkan stress, dan sangat obsesif.
Dalam Islam sendiri perasaan cinta itu adalah sesuatu yang fitrah. Hanya saja perasaan cinta itu harus di sikapi dengan niat semata – mata karena Allah dan di menej sesuai syari’at.
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga). ( Ali Imron / 3 : 14 )
Nabi Muhammad SAW sendiri menyatakan, bahwa beliau mencintai wanita dan parfum.
“Aku di jadikan mencintai dua perkara dari dunia kalian, wanita dan minyak wangi, dan sholat di jadikan penyejuk mataku“ ( HR. Ahmad, Nasa’i, dan Baihaqi )
Dengan demikian, maka yang perlu di lakukan para penulis dan penerbit buku – buku bertema cinta adalah bagaimana mengemas tulisan yang mendidik. Tulisan yang sesuai etika dengan nilai – nilai agama maupun moral. Tidak sekedar memburu keuntungan semata dengan menghalalkan segala cara. Tidak menyebarkan ideologi sesat semacam sosialis dan liberalisme, kepada pembaca. Menulis yang membawa pesan kebaikan bukan sekedar roman – roman picisan!
Karena remaja adalah calon pemimpin masa depan, jangan butakan mereka dengan “mazhab cinta sesat” yang kini makin marak di media. Sinetron – sinetron berkedok Islam, tapi ternyata jauh dari nilai – nilai Islam itu sendiri. Juga buku – buku menyesatkan yang di tulis para penulis yang tidak bertanggung jawab. Ini adalah bahaya laten yang harus di waspadai oleh semua pihak. Bagi remaja yang pemahaman agamanya lumayan tentu tidak mudah terpengaruh. Tetapi bagi remaja yang masih ammah ( awam ), pasti akan menganggap seperti itulah yang di ajarkan Islam dan mereka menganggap itu adalah sebuah kebenaran. Dan kepada para remaja, untuk bisa memahami dien ini dengan benar, belajarlah kepada ahlinya, yaitu para ulama. Belajarlah dengan rajin ikut kajian – kajian, membaca kitab karya para ulama salafus shalih. Dan sumber terbaik adalah Al Qur’an dan Al Hadist, bukan sinetron berlabel islami atau buku – buku yang jauh dari nilai – nilai kebenaran yang kini marak. Sebuah PR besar bagi para penulis, baik penulis buku maupun penulis script sinetron dan film untuk menghasilkan karya yang sarat dengan nilai kebaikan. Wallahu’alam bi showab. ( Rudiya Oktar )
19.58
KELAINAN OTAK EINSTEIN
KELAINAN OTAK EINSTEIN
By Rudiya Oktar
Aku bukanlah Einstein
Kakek tua dari princeton yang gokil itu
Aku adalah aku dan Einstein bukanlah aku
Aku seorang anak zaman diantara relativitas waktu
Aku adalah pengembara pencari bintang yang hilang
Bukan dari almamater Sorbone atau lainnya
Disini,dari pojok peradaban nan sunyi
Mengemis ilmu kepada mereka yang mau berbagi
Kucoba mencuri sedikit ilmu dari Einstein yang tak kukenal
Selaksa kata telah kutelan berlauk rasa ingin tahu
Jangan salahkan aku jika aku telah mencurinya darimu
Aku dan Einstein………
Einstein punya otak,akupun sama
Kita sama-sama di anggap aneh oleh mereka
Dia ilmuwan dan aku bukan siapa-siapa
Tapi aku punya iman dalam otakku sedang dia tidak
Iman yang bisa membawaku berpetualang menembus ruang dan waktu
Bukan sekedar kekekalan massa dan energi milik kakek tua itu
Einstein lihatlah,betapa bodohnya kamu
( Di kutip dari syair”AKU DAN EINSTEIN” karya Rudiya Oktar )
Ada sebuah peristiwa di bulan april tahun 1955 yang mengejutkan dunia sains.Tepatnya tanggal 18 april 1955, Albert Einstein salah seorang tokoh ilmu pengetahuan meninggal dunia. Einstein di kenal sebagai ilmuwan paling jenius abad 20 dengan berbagai penemuannya. Michael H Hart dalam bukunya ”seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah” menempatkannya di urutan sepuluh. Penemuan itu antara lain seperti teori relativitas yang sangat terkenal dan melambungkan namanya, juga hukum efek fotolistrik yang membuatnya meraih nobel bidang fisika teoritis. Dia juga menemukan banyak hipotesa-hipotesa baru yang mencengangkan dunia sains. Einstein juga berdialog dengan Niels Bohr tentang teori kuantum, mencoba menyatukan teori gravitasi dan teori medan elektromagnetik. Salah satu penemuannya yang membahayakan manusia adalah penemuannya tentang kemungkinan membuat bom atom, seperti yang terdapat dalam suratnya kepada Roosevelt presiden amerika. Walaupun dia sendiri tidak terlibat dalam riset pembuatan bom atom yang di lakukan Amerika. Hiroshima dan Nagasaki adalah bukti nyata pemusnahan tidak berperi kemanusiaan oleh sebuah penemuan di bidang sains.
Lalu apakah kecerdasan yang di miliki Einstein ada yang aneh? Ada anggapan otak yang dimiliki seorang manusia serupa dengan wajah mereka. Seperti kita tahu Einstein mempunyai penampilan yang aneh. Dan orangpun menduga mungkin ada sesuatu yang aneh dalam otaknya. Sejak kematiannya sampai tahun 1999 orang percaya tidak ada kelainan dalam otak Einstein seperti laporan Thomas Harvey yang meneliti dan menyimpan gambar struktur otak ilmuwan yahudi itu. Namun dengan sample dari Harvey tersebut, Sandra F.Witelson dkk menemukan kekurangan suatu kerutan kecil khusus (parietal operculum) yang di punyai banyak orang. Dan akibatnya bagian yang lain sedikit membesar dan cuping-cuping parietal lebih rendah. Daerah ini mempunyai hubungan dengan imagery visual dan pemikiran matematis. Jadi,Einstein mungkin di lengkapi pemikiran tertentu yang lebih baik dari kebanyakan orang. Einstein boleh jadi meneruskan tradisi kecerdasan orang-orang yahudi.Namun,seperti bangsa Israel, sebagaimana dia pernah dicalonkan sebagai presiden ke-2 negara zionis itu sebelum akhirnya mundur, Einstein juga ingkar kepada Allah yang telah memberikannya kejeniusan.Dengan kecerdasan ilmu, seharusnya menambah keimanan, tetapi Einstein justru adalah seorang agnostik!
Terlepas dari itu semua, perlu menjadi renungan kita dalam belajar tentang sesuatu, rasanya kata-kata Einstein berikut ada benarnya.”Rahasia kreatifitas adalah mengetahui daya tersembunyi kita.”Wallahu’alam bi showab.
(dari berbagai sumber)
By Rudiya Oktar
Aku bukanlah Einstein
Kakek tua dari princeton yang gokil itu
Aku adalah aku dan Einstein bukanlah aku
Aku seorang anak zaman diantara relativitas waktu
Aku adalah pengembara pencari bintang yang hilang
Bukan dari almamater Sorbone atau lainnya
Disini,dari pojok peradaban nan sunyi
Mengemis ilmu kepada mereka yang mau berbagi
Kucoba mencuri sedikit ilmu dari Einstein yang tak kukenal
Selaksa kata telah kutelan berlauk rasa ingin tahu
Jangan salahkan aku jika aku telah mencurinya darimu
Aku dan Einstein………
Einstein punya otak,akupun sama
Kita sama-sama di anggap aneh oleh mereka
Dia ilmuwan dan aku bukan siapa-siapa
Tapi aku punya iman dalam otakku sedang dia tidak
Iman yang bisa membawaku berpetualang menembus ruang dan waktu
Bukan sekedar kekekalan massa dan energi milik kakek tua itu
Einstein lihatlah,betapa bodohnya kamu
( Di kutip dari syair”AKU DAN EINSTEIN” karya Rudiya Oktar )
Ada sebuah peristiwa di bulan april tahun 1955 yang mengejutkan dunia sains.Tepatnya tanggal 18 april 1955, Albert Einstein salah seorang tokoh ilmu pengetahuan meninggal dunia. Einstein di kenal sebagai ilmuwan paling jenius abad 20 dengan berbagai penemuannya. Michael H Hart dalam bukunya ”seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah” menempatkannya di urutan sepuluh. Penemuan itu antara lain seperti teori relativitas yang sangat terkenal dan melambungkan namanya, juga hukum efek fotolistrik yang membuatnya meraih nobel bidang fisika teoritis. Dia juga menemukan banyak hipotesa-hipotesa baru yang mencengangkan dunia sains. Einstein juga berdialog dengan Niels Bohr tentang teori kuantum, mencoba menyatukan teori gravitasi dan teori medan elektromagnetik. Salah satu penemuannya yang membahayakan manusia adalah penemuannya tentang kemungkinan membuat bom atom, seperti yang terdapat dalam suratnya kepada Roosevelt presiden amerika. Walaupun dia sendiri tidak terlibat dalam riset pembuatan bom atom yang di lakukan Amerika. Hiroshima dan Nagasaki adalah bukti nyata pemusnahan tidak berperi kemanusiaan oleh sebuah penemuan di bidang sains.
Lalu apakah kecerdasan yang di miliki Einstein ada yang aneh? Ada anggapan otak yang dimiliki seorang manusia serupa dengan wajah mereka. Seperti kita tahu Einstein mempunyai penampilan yang aneh. Dan orangpun menduga mungkin ada sesuatu yang aneh dalam otaknya. Sejak kematiannya sampai tahun 1999 orang percaya tidak ada kelainan dalam otak Einstein seperti laporan Thomas Harvey yang meneliti dan menyimpan gambar struktur otak ilmuwan yahudi itu. Namun dengan sample dari Harvey tersebut, Sandra F.Witelson dkk menemukan kekurangan suatu kerutan kecil khusus (parietal operculum) yang di punyai banyak orang. Dan akibatnya bagian yang lain sedikit membesar dan cuping-cuping parietal lebih rendah. Daerah ini mempunyai hubungan dengan imagery visual dan pemikiran matematis. Jadi,Einstein mungkin di lengkapi pemikiran tertentu yang lebih baik dari kebanyakan orang. Einstein boleh jadi meneruskan tradisi kecerdasan orang-orang yahudi.Namun,seperti bangsa Israel, sebagaimana dia pernah dicalonkan sebagai presiden ke-2 negara zionis itu sebelum akhirnya mundur, Einstein juga ingkar kepada Allah yang telah memberikannya kejeniusan.Dengan kecerdasan ilmu, seharusnya menambah keimanan, tetapi Einstein justru adalah seorang agnostik!
Terlepas dari itu semua, perlu menjadi renungan kita dalam belajar tentang sesuatu, rasanya kata-kata Einstein berikut ada benarnya.”Rahasia kreatifitas adalah mengetahui daya tersembunyi kita.”Wallahu’alam bi showab.
(dari berbagai sumber)
19.57
Science vs religion
SCIENCE VS RELIGION
Sebuah Pertempuran Tiada Akhir
By Rudiya Oktar
SCIENCE AND RELIGION (Ilmu pengetahuan dan agama) dua bidang ilmu yang selama ini sering berbeda pendapat dalam banyak hal. Dari zaman dulu sampai sekarang seakan selalu “bermusuhan”. Sebenarnya, kenapa sih kok bisa begitu? Bisa dibayangkan betapa serunya pertarungan mereka! Why? Karena dua bidang itu sama-sama memiliki para ahli yang cerdas dan pintar.
Sobat pengen tau perseteruan mereka? OK, mari kita bahas beberapa diantaranya, udah siap? Let’s go…..!!
1. TEORI ASAL-USUL VS TEORI PENCIPTAAN
Para ilmuwan barat berpandangan tentang asal-usul makhluk hidup adalah berasal dari “Abiogenesis” atau benda mati yang dipelopori oleh Aristoteles dan Antoni Van Leuwenhoek. Kemudian pendapat yang berseberangan adalah makhluk hidup berasal dari “Biogenesis” atau makhluk hidup yang tokohnya adalah Francisco Redi, Lazzaro Spalanzani dan Louis Pasteur. Sobat pasti udah pada pahamkan? Ingat pelajaraan biologi di sekolah! Mereka ada yang berpendapat makhluk hidup berasal dari benda mati, contohnya dari air kaldu (air rebusan daging) wah-wah….enak ya? Ada lagi makhluk hidup berasal dari luar angkasa, kalau yang ini, iih serem……!
Jangan lupa masih ada lagi Harold Urey dan muridnya Stanley Miller (tokoh modern/evolusi an organik atau prebiotik) menemukan bahwa di atmosfer bumi kaya zat-zat CH4 (metana), NH3 (amoniak), H2 (hidrogen) dan H2O (air), ketika di atmosfer yang kaya zat-zat tersebut terjadi loncatan listrik alam (sinar kosmis) maka akan terbentuk asam amino (protein). Dan seperti yang kita tahu, mereka percaya makhluk hidup berasal dari protein.
Sobat pasti masih ingat percobaan Louis Pasteur yang menggunakan labu, air kaldu dan pipa leher angsa yang memunculkan bahwa mikroorganisme berasal dari udara Maka lahirlah “omne vivum ex vivo, omni vivum ex ovo” artinya kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya dan segala yang hidup berasal dari telur. Lalu apakah tumbuhan juga berasal dari telur? Bukankah tumbuhan juga makhluk hidup? Pernahkah kamu lihat telur pisang, telur jati, telur bambu atau telur tumbuhan yang lain? Kalau kacang telur sich ada, He…he…!
Lalu, teori asal-usul itu ditentang oleh kalangan agama, khususnya agama samawi (Islam, Kristen dan Yahudi) bahwa makhluk hidup itu diciptakan oleh Allah dengan kuasa-Nya, tinggal “kun fayakun”, jadi maka jadilah!
2. TEORI EVOLUSI DARWIN
Dalam buku “On the Origin of Species By Means of Natural Selection” dikatakan bahwa spesies yang hidup saat ini adalah spesies yang hidup dimasa lampau yang mengalami evolusi lewat seleksi alam. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh lingkungan, seperti suhu, air, tanah, cahaya, kelembaban dan sebagainya yang dapat diturunkan ke generasi berikutnya.
Jadi hewan dan tumbuhaan saat ini adalah hasil evolusi setelah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan musnah, contohnya seperti Dinosaurus. Setelah mengalami seleksi alam tersebut makhluk hidup akan mengalami perubahan bentuk. Berubah…! Seperti ksatria baja hitam ya?
Sobat pasti juga sudah pada tahu, menurut teori Darwin manusia berasal dari kera kecil yang berevolusi menjadi manusia seperti sekarang ini. Dan teori ini sudah diakui di seluruh dunia dan diajarkan di sekolah-sekolah. Luar biasa! Pantas aja jika melihat cowok atau cewek cakep banyak yang bilang,”Wow…keren!” mungkin zaman purba dulu andai sobat hidup di zaman itu, jika melihat yang cakep mungkin akan berteriak, Wow…….kera! Jadi kera berevolusi menjadi keren? Pusiing…….deh!!
Ini pun dibantah oleh agamawan. Sebagai seorang muslim kita ingat sabda nabi Muhammad SAW dari Abu Hurairah beliau bersabda,”Maka setiap orang masuk Al Jannah wajahnya seperti Adam dan tinggi 60 hasta, setelah Adam manusia terus mengecil hingga sampai sekarang.”(Muttafaq ‘Alaih). Dan ini dapat dibuktikan melalui penemuan di bidang arkeologi.
Jika ingin tahu lebih banyak hal tentang kebohongan teori evolusi ini sahabat bisa membaca buku karya – karya Harun Yahya, beliau adalah ilmuwan muslim penentang teori evolusi Darwin. Di sana beliau dengan sangat luar biasa mengungkap keruntuhan teori evolusi baik dari sisi agama maupun sisi ilmiah.
3. TENTANG KEBERADAAN ALLAH SWT
Yup……ini dia yang sangat sensitif dibicarakan. Bagi kita orang beriman, sudah barang tentu kita meyakini akan keberadaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Manusia dan alam semesta tentu ada yang menciptakan yaitu Allah sebagai Rabb sekalian alam.
Namun hal ini lagi-lagi menjadi pertentangan di kalangan agama dan ilmuwan. Fakta membuktikan bahwa raksasa-raksasa ilmu pengetahuan seperti Descartes, Darwin, Newton, Galileo, Einstein dan yang lainnya berpandangan bahwa Allah hanya sebagai “Watch_maker” (pembuat jam) sungguh nyata. Mereka menggambarkan realitas fisika-biologis yang menihilkan peran Allah di alam. Artinya setelah menciptakan alam, seperti “pembuat jam” peran-Nya usai. Descartes lalu menggantikannya dengan hukum Geometri Mekanik dan dia terkenal dengan konsepnya “Cogito ergo sum” (saya berfikir maka saya ada). Galileo dan Newton juga tak beda jauh, perputaran planet dan gerak benda terbuktikan tunduk oleh hukum mekanik “gravitasi” yang materialistik (ilmu tanpa agama pincang, agama tanpa ilmu buta, mengungkap misteri Tuhan dan keimanan Enstein. Dr. Mulyanto, Dzikra P.S).
Dan ketika otoritas agama (dalam hal ini gereja) melancarkan inkuisisi yang menelan korban ilmuwan semacam Galileo dan Leonardo Bruni membuat semakin nyata “pertempuran” antara ilmu dan agama. Ini terjadi di abad XVI (Paradigma pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah IAIN Wali Songo Semarang, 2001. P. 12)
4. BAGAIMANA DENGAN ILMUWAN MUSLIM ?
Oh…..iya sobat, lalu bagaimana dengan ilmuwan muslim? Jika Kristen di abad XVI masih dihinggapi konflik besar dengan ilmu, tidak demikian dengan Islam. Sejak abad tujuh sampai abad sebelas Islam menunjukkan kehebatannya dalam pencapaian ilmu. Tidak saja ilmu agama, namun juga non agama. Seperti Filsafat, Falak, Kedokteran, Matematika, Fisika, Kimia, Sastra, Sejarah, Politik dan sebagainya.
Pencapaian ini tidak menimbulkan pertentangan, kenapa? Karena para ulama dan ilmuwan Islam senantiasa berpegang kepada Al-Qur’an dan Hadist Nabi sebagai penuntun jalan dalam menuntut ilmu. Sesungguhnya ayat-ayat kauliyah tidak mungkin bertentangan dengan ayat – ayat kauniyah, karena hal itu sudah sunatullah. Sebagai contoh, siklus hidrologi yang di kenal saat ini jauh – jauh hari sudah diterangkan dalam Al Qur’an. Jika ada pertentangan di antara keduanya berarti penemuan ilmiah itu ada yang salah. Karena Al Qur’an adalah sebuah kebenaran hakiki yang berasal dari Allah Rabb sekalian alam. Dan alam pasti tunduk kepada-NYA.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (Q.S. Ali Imran:190)
Jadi, sobat siapa yang ingin menjadi seperti Ibnu Sina, Al Farabi, Ibnu Hazm, Imam Syafe’i, Imam Malik dan ilmuwan muslim yang lain? Maka mulai saat ini kita musti rajin menuntut ilmu biar nggak ketinggalan oleh ilmuwan barat yang sekuler. Bagaimana, siapa berani?
Sebuah Pertempuran Tiada Akhir
By Rudiya Oktar
SCIENCE AND RELIGION (Ilmu pengetahuan dan agama) dua bidang ilmu yang selama ini sering berbeda pendapat dalam banyak hal. Dari zaman dulu sampai sekarang seakan selalu “bermusuhan”. Sebenarnya, kenapa sih kok bisa begitu? Bisa dibayangkan betapa serunya pertarungan mereka! Why? Karena dua bidang itu sama-sama memiliki para ahli yang cerdas dan pintar.
Sobat pengen tau perseteruan mereka? OK, mari kita bahas beberapa diantaranya, udah siap? Let’s go…..!!
1. TEORI ASAL-USUL VS TEORI PENCIPTAAN
Para ilmuwan barat berpandangan tentang asal-usul makhluk hidup adalah berasal dari “Abiogenesis” atau benda mati yang dipelopori oleh Aristoteles dan Antoni Van Leuwenhoek. Kemudian pendapat yang berseberangan adalah makhluk hidup berasal dari “Biogenesis” atau makhluk hidup yang tokohnya adalah Francisco Redi, Lazzaro Spalanzani dan Louis Pasteur. Sobat pasti udah pada pahamkan? Ingat pelajaraan biologi di sekolah! Mereka ada yang berpendapat makhluk hidup berasal dari benda mati, contohnya dari air kaldu (air rebusan daging) wah-wah….enak ya? Ada lagi makhluk hidup berasal dari luar angkasa, kalau yang ini, iih serem……!
Jangan lupa masih ada lagi Harold Urey dan muridnya Stanley Miller (tokoh modern/evolusi an organik atau prebiotik) menemukan bahwa di atmosfer bumi kaya zat-zat CH4 (metana), NH3 (amoniak), H2 (hidrogen) dan H2O (air), ketika di atmosfer yang kaya zat-zat tersebut terjadi loncatan listrik alam (sinar kosmis) maka akan terbentuk asam amino (protein). Dan seperti yang kita tahu, mereka percaya makhluk hidup berasal dari protein.
Sobat pasti masih ingat percobaan Louis Pasteur yang menggunakan labu, air kaldu dan pipa leher angsa yang memunculkan bahwa mikroorganisme berasal dari udara Maka lahirlah “omne vivum ex vivo, omni vivum ex ovo” artinya kehidupan berasal dari kehidupan sebelumnya dan segala yang hidup berasal dari telur. Lalu apakah tumbuhan juga berasal dari telur? Bukankah tumbuhan juga makhluk hidup? Pernahkah kamu lihat telur pisang, telur jati, telur bambu atau telur tumbuhan yang lain? Kalau kacang telur sich ada, He…he…!
Lalu, teori asal-usul itu ditentang oleh kalangan agama, khususnya agama samawi (Islam, Kristen dan Yahudi) bahwa makhluk hidup itu diciptakan oleh Allah dengan kuasa-Nya, tinggal “kun fayakun”, jadi maka jadilah!
2. TEORI EVOLUSI DARWIN
Dalam buku “On the Origin of Species By Means of Natural Selection” dikatakan bahwa spesies yang hidup saat ini adalah spesies yang hidup dimasa lampau yang mengalami evolusi lewat seleksi alam. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh lingkungan, seperti suhu, air, tanah, cahaya, kelembaban dan sebagainya yang dapat diturunkan ke generasi berikutnya.
Jadi hewan dan tumbuhaan saat ini adalah hasil evolusi setelah mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan musnah, contohnya seperti Dinosaurus. Setelah mengalami seleksi alam tersebut makhluk hidup akan mengalami perubahan bentuk. Berubah…! Seperti ksatria baja hitam ya?
Sobat pasti juga sudah pada tahu, menurut teori Darwin manusia berasal dari kera kecil yang berevolusi menjadi manusia seperti sekarang ini. Dan teori ini sudah diakui di seluruh dunia dan diajarkan di sekolah-sekolah. Luar biasa! Pantas aja jika melihat cowok atau cewek cakep banyak yang bilang,”Wow…keren!” mungkin zaman purba dulu andai sobat hidup di zaman itu, jika melihat yang cakep mungkin akan berteriak, Wow…….kera! Jadi kera berevolusi menjadi keren? Pusiing…….deh!!
Ini pun dibantah oleh agamawan. Sebagai seorang muslim kita ingat sabda nabi Muhammad SAW dari Abu Hurairah beliau bersabda,”Maka setiap orang masuk Al Jannah wajahnya seperti Adam dan tinggi 60 hasta, setelah Adam manusia terus mengecil hingga sampai sekarang.”(Muttafaq ‘Alaih). Dan ini dapat dibuktikan melalui penemuan di bidang arkeologi.
Jika ingin tahu lebih banyak hal tentang kebohongan teori evolusi ini sahabat bisa membaca buku karya – karya Harun Yahya, beliau adalah ilmuwan muslim penentang teori evolusi Darwin. Di sana beliau dengan sangat luar biasa mengungkap keruntuhan teori evolusi baik dari sisi agama maupun sisi ilmiah.
3. TENTANG KEBERADAAN ALLAH SWT
Yup……ini dia yang sangat sensitif dibicarakan. Bagi kita orang beriman, sudah barang tentu kita meyakini akan keberadaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Manusia dan alam semesta tentu ada yang menciptakan yaitu Allah sebagai Rabb sekalian alam.
Namun hal ini lagi-lagi menjadi pertentangan di kalangan agama dan ilmuwan. Fakta membuktikan bahwa raksasa-raksasa ilmu pengetahuan seperti Descartes, Darwin, Newton, Galileo, Einstein dan yang lainnya berpandangan bahwa Allah hanya sebagai “Watch_maker” (pembuat jam) sungguh nyata. Mereka menggambarkan realitas fisika-biologis yang menihilkan peran Allah di alam. Artinya setelah menciptakan alam, seperti “pembuat jam” peran-Nya usai. Descartes lalu menggantikannya dengan hukum Geometri Mekanik dan dia terkenal dengan konsepnya “Cogito ergo sum” (saya berfikir maka saya ada). Galileo dan Newton juga tak beda jauh, perputaran planet dan gerak benda terbuktikan tunduk oleh hukum mekanik “gravitasi” yang materialistik (ilmu tanpa agama pincang, agama tanpa ilmu buta, mengungkap misteri Tuhan dan keimanan Enstein. Dr. Mulyanto, Dzikra P.S).
Dan ketika otoritas agama (dalam hal ini gereja) melancarkan inkuisisi yang menelan korban ilmuwan semacam Galileo dan Leonardo Bruni membuat semakin nyata “pertempuran” antara ilmu dan agama. Ini terjadi di abad XVI (Paradigma pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah IAIN Wali Songo Semarang, 2001. P. 12)
4. BAGAIMANA DENGAN ILMUWAN MUSLIM ?
Oh…..iya sobat, lalu bagaimana dengan ilmuwan muslim? Jika Kristen di abad XVI masih dihinggapi konflik besar dengan ilmu, tidak demikian dengan Islam. Sejak abad tujuh sampai abad sebelas Islam menunjukkan kehebatannya dalam pencapaian ilmu. Tidak saja ilmu agama, namun juga non agama. Seperti Filsafat, Falak, Kedokteran, Matematika, Fisika, Kimia, Sastra, Sejarah, Politik dan sebagainya.
Pencapaian ini tidak menimbulkan pertentangan, kenapa? Karena para ulama dan ilmuwan Islam senantiasa berpegang kepada Al-Qur’an dan Hadist Nabi sebagai penuntun jalan dalam menuntut ilmu. Sesungguhnya ayat-ayat kauliyah tidak mungkin bertentangan dengan ayat – ayat kauniyah, karena hal itu sudah sunatullah. Sebagai contoh, siklus hidrologi yang di kenal saat ini jauh – jauh hari sudah diterangkan dalam Al Qur’an. Jika ada pertentangan di antara keduanya berarti penemuan ilmiah itu ada yang salah. Karena Al Qur’an adalah sebuah kebenaran hakiki yang berasal dari Allah Rabb sekalian alam. Dan alam pasti tunduk kepada-NYA.
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (Q.S. Ali Imran:190)
Jadi, sobat siapa yang ingin menjadi seperti Ibnu Sina, Al Farabi, Ibnu Hazm, Imam Syafe’i, Imam Malik dan ilmuwan muslim yang lain? Maka mulai saat ini kita musti rajin menuntut ilmu biar nggak ketinggalan oleh ilmuwan barat yang sekuler. Bagaimana, siapa berani?
19.46
FILM DAN BUKU BERBAGI UNTUNG
By Rudiya Oktar
Mendengar film "Ketika cinta bertasbih "apa yang kamu pikirkan ? Ya … pastinya sobat sudah pada tahu bahwa itu adalah film yang beberapa waktu lalu sempat mencapai box office di dunia perfilman tanah air. Film garapan sutradara Chairul Umam ini menjadi perbincangan hangat, bahkan saat masih dalam pembuatan yang membutuhkan waktu kurang lebih 14 bulan.
Pertanyaanya, belum jadi film kok sudah di bicarakan banyak orang ? Bagi kamu yang suka baca buku tentu akan segera tahu jawabannya. Yak…betul, film ini di angkat dari novel dengan judul sama karya Habbiburahman El – Sirazy yang mencapai best seller asia tenggara. Jadi tidak mengherankan, jika film ini jadi pembicaraan saat masih dalam pembuatan. Disini terlihat jelas, terlepas dari kualitas film yang di hasilkan tentu ada peran “promosi terselubung” dari buku yang menjadi ide film tersebut yang sudah laris di pasaran. Banyak kasus serupa, film menjadi booming karena buku best seller, sebut saja “ayat-ayat cinta” dan “laskar pelangi”. Itu di dalam negeri, kalau di luar negeri contohnya “ Harry potter” karya JK Rowling.
Film – film tersebut mendapat keuntungan besar dari kepopuleran sebuah buku. Ernest Hemingway mengatakan bahwa buku yang bagus selalu menyergap dan menyerap pikiran serta perasaan si pembaca. Walau sudah mengetahui alur ceritanya, para pembaca buku tentu juga ingin menonton film yang di adaptasi dari buku yang pernah di bacanya.
Pengaruh buku memang luar biasa, sehingga kaisar jepang dalam masa Restorasi meiji (1868 – 1912 ) rela mengeluarkan dana besar untuk menerjemahkan buku asing. Dan dalam masa Restorasi itu Jepang ‘memiliki’ sastrawan dunia, William Shakespeare. Di era tahun 1964 pemerintah Jepang membuat “daftar seratus buku bagi pegawai kantor”. Paling sedikit seorang calon pegawai harus membaca 50 judul buku dari daftar yang di rekomendasikan dan itu menjadi bahan ujian. Sekarang kita bisa lihat kemajuan Negara Jepang. Lain dengan Negara kita saat perekrutan CPNS, asal punya uang semua bisa di atur. Tetapi bukankah suap ( risywah ) itu hukumnya haram ?
Kemudian ada pertanyaan lagi, apakah buku juga bisa mengambil keuntungan dari sebuah film ? untuk menjawab, sebelumnya marilah kita mencoba untuk memahami karakter bangsa ini yang cenderung phobia terhadap buku. Banyak orang tua yang khawatir terhadap anak remajanya yang kutu buku. Mereka menganggap bahwa buku adalah identik dengan kaca mata tebal, tidak gaul, kuno, berat, serius dan pekerjaan orang tua, maka buku sudah selayaknya di jauhi. Tidak saja di Indonesia, bahkan di Negara maju yang minat bacanya tinggi juga ada indikasi yang sama.
Perlu menjadi catatan, ketika kawula muda Indonesia sedang gandrung dengan film ‘Ada apa dengan cinta’ , ternyata AADC ini bisa sedikit mengubah paradigma penonton soal buku. Melalui tokoh Rangga, bahwa kutu buku juga bisa gaul dan tidak ketinggalan zaman. Dalam film di ceritakan soal pencarian Rangga terhadap sebuah buku yang berjudul ‘Aku’ karya Syumanjaya di kawasan Kwitang. Efeknya, buku itupun di buru masyarakat, yang sebelumnya tidak terlalu di kenal. Sama dengan ‘Emak ingin naik haji’ karya Asma Nadia, sebelum di buat film, hanya kalangan tertentu saja yang mengenal karya salah satu pendiri FLP ini.
Dari uraian di atas kita bisa mengambil sebuah kesimpulan, bahwa antara film dan buku ada “simbiosis mutualisme”. Sebuah hubungan yang saling menguntungkan satu dengan yang lain. Tetapi hendaknya hubungan itu tidak sebatas soal materi semata, ada tanggung jawab dari penulis maupun produser film untuk membuat karya yang bisa mencerahkan. Karya yang bisa menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan, bukan karya picisan yang bertujuan duniawi semata. Bukankah tujuan kita di ciptakan adalah untuk beribadah kepada ALLAH ?
Wallahu’alam bi showab.
Mendengar film "Ketika cinta bertasbih "apa yang kamu pikirkan ? Ya … pastinya sobat sudah pada tahu bahwa itu adalah film yang beberapa waktu lalu sempat mencapai box office di dunia perfilman tanah air. Film garapan sutradara Chairul Umam ini menjadi perbincangan hangat, bahkan saat masih dalam pembuatan yang membutuhkan waktu kurang lebih 14 bulan.
Pertanyaanya, belum jadi film kok sudah di bicarakan banyak orang ? Bagi kamu yang suka baca buku tentu akan segera tahu jawabannya. Yak…betul, film ini di angkat dari novel dengan judul sama karya Habbiburahman El – Sirazy yang mencapai best seller asia tenggara. Jadi tidak mengherankan, jika film ini jadi pembicaraan saat masih dalam pembuatan. Disini terlihat jelas, terlepas dari kualitas film yang di hasilkan tentu ada peran “promosi terselubung” dari buku yang menjadi ide film tersebut yang sudah laris di pasaran. Banyak kasus serupa, film menjadi booming karena buku best seller, sebut saja “ayat-ayat cinta” dan “laskar pelangi”. Itu di dalam negeri, kalau di luar negeri contohnya “ Harry potter” karya JK Rowling.
Film – film tersebut mendapat keuntungan besar dari kepopuleran sebuah buku. Ernest Hemingway mengatakan bahwa buku yang bagus selalu menyergap dan menyerap pikiran serta perasaan si pembaca. Walau sudah mengetahui alur ceritanya, para pembaca buku tentu juga ingin menonton film yang di adaptasi dari buku yang pernah di bacanya.
Pengaruh buku memang luar biasa, sehingga kaisar jepang dalam masa Restorasi meiji (1868 – 1912 ) rela mengeluarkan dana besar untuk menerjemahkan buku asing. Dan dalam masa Restorasi itu Jepang ‘memiliki’ sastrawan dunia, William Shakespeare. Di era tahun 1964 pemerintah Jepang membuat “daftar seratus buku bagi pegawai kantor”. Paling sedikit seorang calon pegawai harus membaca 50 judul buku dari daftar yang di rekomendasikan dan itu menjadi bahan ujian. Sekarang kita bisa lihat kemajuan Negara Jepang. Lain dengan Negara kita saat perekrutan CPNS, asal punya uang semua bisa di atur. Tetapi bukankah suap ( risywah ) itu hukumnya haram ?
Kemudian ada pertanyaan lagi, apakah buku juga bisa mengambil keuntungan dari sebuah film ? untuk menjawab, sebelumnya marilah kita mencoba untuk memahami karakter bangsa ini yang cenderung phobia terhadap buku. Banyak orang tua yang khawatir terhadap anak remajanya yang kutu buku. Mereka menganggap bahwa buku adalah identik dengan kaca mata tebal, tidak gaul, kuno, berat, serius dan pekerjaan orang tua, maka buku sudah selayaknya di jauhi. Tidak saja di Indonesia, bahkan di Negara maju yang minat bacanya tinggi juga ada indikasi yang sama.
Perlu menjadi catatan, ketika kawula muda Indonesia sedang gandrung dengan film ‘Ada apa dengan cinta’ , ternyata AADC ini bisa sedikit mengubah paradigma penonton soal buku. Melalui tokoh Rangga, bahwa kutu buku juga bisa gaul dan tidak ketinggalan zaman. Dalam film di ceritakan soal pencarian Rangga terhadap sebuah buku yang berjudul ‘Aku’ karya Syumanjaya di kawasan Kwitang. Efeknya, buku itupun di buru masyarakat, yang sebelumnya tidak terlalu di kenal. Sama dengan ‘Emak ingin naik haji’ karya Asma Nadia, sebelum di buat film, hanya kalangan tertentu saja yang mengenal karya salah satu pendiri FLP ini.
Dari uraian di atas kita bisa mengambil sebuah kesimpulan, bahwa antara film dan buku ada “simbiosis mutualisme”. Sebuah hubungan yang saling menguntungkan satu dengan yang lain. Tetapi hendaknya hubungan itu tidak sebatas soal materi semata, ada tanggung jawab dari penulis maupun produser film untuk membuat karya yang bisa mencerahkan. Karya yang bisa menginspirasi banyak orang untuk berbuat kebaikan, bukan karya picisan yang bertujuan duniawi semata. Bukankah tujuan kita di ciptakan adalah untuk beribadah kepada ALLAH ?
Wallahu’alam bi showab.
06.28
CERDAS BUKANLAH MIMPI
CERDAS BUKANLAH MIMPI !
Sahabat....suatu saat mungkin di dalam otak kita menumpuk beberapa pertanyaan, apakah kita yang bukan juara kelas bisa menjadi siswa yang cerdas ? Apakah kita yang tak pernah masuk sepuluh besar bisa meraih rangking favorit sepuluh besar ? apakah kita bisa menjadi siswa yang di perhitungkan, setelah tahun kemarin kita tinggal kelas ? apakah kita yang dari keluarga miskin bisa berprestasi di sekolah dengan fasilitas yang minim ? Berderet pertanyaan mungkin saat ini tengah memenuhi otak kita. Jawabnya adalah kenapa tidak ? Semua itu adalah mungkin, karena cerdas bukanlah mimpi. Ingat, para ilmuwan menemukan rata – rata manusia hanya menggunakan 5 – 10 % potensi otak yang di miliki selama hidupnya.
Terdapat sejumlah pelajaran penting dalam fenomena mimpi bagi kita yang mau berpikir. Betapa "sangat nyatanya" mimpi-mimpi yang kita lihat ketika sedang tidur, sama ketika kita sedang terjaga. Misalnya, kendatipun tubuh sedang terbujur di tempat tidur, misal dalam mimpi, kita melakukan perjalanan bisnis dan bertemu dengan orang-orang baru, sambil makan malam bersama. Betapa nikmat rasa makanannya dan betapa kita merasa nyaman dengan mitra kita itu. Karena peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam mimpi, hati bisa menjadi bahagia dan tidak bahagia, takut dan bahkan merasa lelah.
Walaupun tubuh tertidur dengan tenang di peraduan dengan kedua mata terpejam, kita bisa melihat beragam pemandangan. Ini berarti yang melihat bukanlah kedua mata kita. Meskipun ruangan tempat kita tidur kosong, kita bisa mendengar suara-suara. Ini berarti yang mendengar bukanlah telinga. Lalu kenapa bisa demikian ?
Segala sesuatu dalam mimpi itu adalah terjadi di dalam otak. Setiap kejadian tersebut seperti nyata dan benar – benar terjadi. Walaupun semua itu bukanlah sebuah kenyataan. Lalu apa yang menyebabkan hal tersebut tampak nyata ? Kita tidak mampu membuat mimpi itu secara sadar dan sengaja ketika sedang tidur. Otak pun tidak akan mampu membuat sendiri gambar-gambar serupa.
Otak adalah sebuah gumpalan yang terdiri atas molekul-molekul protein. Sangatlah tidak rasional untuk mengatakan bahwa substansi ini dengan sendirinya mampu membuat gambaran tentang sebuah kejadian. Lalu siapakah yang memperlihatkan kejadian – kejadian itu dalam mimpi ketika kita sedang tidur? Seseorang yang merenungkan pertanyaan-pertanyaan ini akan melihat kebenaran yang hakiki: Allah lah yang membuat kita tidur dan mengambil ruh ketika sedang tidur itu dan mengembalikannya ketika terbangun dan memperlihatkan mimpi-mimpi dalam tidur tadi. Tentu kita akan merasa senang jika mimpi kita itu adalah sesuatu yang menyenangkan. Kitapun berfikir seandainya mimpi itu adalah sebuah kenyataan.
Sahabat…sebuah kesuksesan mustahil akan terwujud tanpa sebuah impian atau cita – cita. Seorang pemimpin mustahil dapat memimpin dengan baik tanpa sebuah mimpi untuk bisa mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyatnya. Seorang penulis mustahil bisa menjadi penulis besar tanpa sebuah mimpi menjadi seorang penulis. Demikian juga kita sebagai seorang pelajar, mustahil tanpa sebuah impian bisa menjadi murid yang cerdas dan bisa berprestasi di sekolah.
Lho kok bisa begitu ? begini kawan, dengan mempunyai mimpi yang tergambar dalam otaknya, seseorang pastinya akan berusaha mewujudkan mimpinya itu. Dia akan berusaha maksimal, apapun yang terjadi. Dia akan menjadi sangat gigih walau rintangan menghadang, mengeluarkan uang, bekerja keras, mengorbankan waktu dan sebagainya dengan tujuan ingin mewujudkan mimpinya itu. Ingat ! tidak ada sebuah mimpi yang bisa terwujud tanpa pengorbanan. Orang – orang besar juga punya mimpi besar dan tentu pengorbanan mereka juga besar. Namun satu bukti, mereka telah menghasilkan karya besar.
Bercita – citalah menjadi orang yang cerdas! Saatnya merubah mimpi besar itu menjadi nyata, dan berusahalah mewujudkannya! Ikal dalam “ Laskar Pelangi” telah membuktikan bahwa mimpi bisa membawanya kuliah di Sorbone University Perancis. Siapa yang mengira seorang anak dari keluarga miskin di pedalaman Belitung bisa kuliah di almamater ternama? Kekuatan mimpi memang dahsyat, maka Bermimpilah !
“Mimpi adalah kunci untuk kita taklukkan dunia “
( Original soundtrack film ‘Laskar Pelangi’ oleh NIDJI )
Sahabat....suatu saat mungkin di dalam otak kita menumpuk beberapa pertanyaan, apakah kita yang bukan juara kelas bisa menjadi siswa yang cerdas ? Apakah kita yang tak pernah masuk sepuluh besar bisa meraih rangking favorit sepuluh besar ? apakah kita bisa menjadi siswa yang di perhitungkan, setelah tahun kemarin kita tinggal kelas ? apakah kita yang dari keluarga miskin bisa berprestasi di sekolah dengan fasilitas yang minim ? Berderet pertanyaan mungkin saat ini tengah memenuhi otak kita. Jawabnya adalah kenapa tidak ? Semua itu adalah mungkin, karena cerdas bukanlah mimpi. Ingat, para ilmuwan menemukan rata – rata manusia hanya menggunakan 5 – 10 % potensi otak yang di miliki selama hidupnya.
Terdapat sejumlah pelajaran penting dalam fenomena mimpi bagi kita yang mau berpikir. Betapa "sangat nyatanya" mimpi-mimpi yang kita lihat ketika sedang tidur, sama ketika kita sedang terjaga. Misalnya, kendatipun tubuh sedang terbujur di tempat tidur, misal dalam mimpi, kita melakukan perjalanan bisnis dan bertemu dengan orang-orang baru, sambil makan malam bersama. Betapa nikmat rasa makanannya dan betapa kita merasa nyaman dengan mitra kita itu. Karena peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam mimpi, hati bisa menjadi bahagia dan tidak bahagia, takut dan bahkan merasa lelah.
Walaupun tubuh tertidur dengan tenang di peraduan dengan kedua mata terpejam, kita bisa melihat beragam pemandangan. Ini berarti yang melihat bukanlah kedua mata kita. Meskipun ruangan tempat kita tidur kosong, kita bisa mendengar suara-suara. Ini berarti yang mendengar bukanlah telinga. Lalu kenapa bisa demikian ?
Segala sesuatu dalam mimpi itu adalah terjadi di dalam otak. Setiap kejadian tersebut seperti nyata dan benar – benar terjadi. Walaupun semua itu bukanlah sebuah kenyataan. Lalu apa yang menyebabkan hal tersebut tampak nyata ? Kita tidak mampu membuat mimpi itu secara sadar dan sengaja ketika sedang tidur. Otak pun tidak akan mampu membuat sendiri gambar-gambar serupa.
Otak adalah sebuah gumpalan yang terdiri atas molekul-molekul protein. Sangatlah tidak rasional untuk mengatakan bahwa substansi ini dengan sendirinya mampu membuat gambaran tentang sebuah kejadian. Lalu siapakah yang memperlihatkan kejadian – kejadian itu dalam mimpi ketika kita sedang tidur? Seseorang yang merenungkan pertanyaan-pertanyaan ini akan melihat kebenaran yang hakiki: Allah lah yang membuat kita tidur dan mengambil ruh ketika sedang tidur itu dan mengembalikannya ketika terbangun dan memperlihatkan mimpi-mimpi dalam tidur tadi. Tentu kita akan merasa senang jika mimpi kita itu adalah sesuatu yang menyenangkan. Kitapun berfikir seandainya mimpi itu adalah sebuah kenyataan.
Sahabat…sebuah kesuksesan mustahil akan terwujud tanpa sebuah impian atau cita – cita. Seorang pemimpin mustahil dapat memimpin dengan baik tanpa sebuah mimpi untuk bisa mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyatnya. Seorang penulis mustahil bisa menjadi penulis besar tanpa sebuah mimpi menjadi seorang penulis. Demikian juga kita sebagai seorang pelajar, mustahil tanpa sebuah impian bisa menjadi murid yang cerdas dan bisa berprestasi di sekolah.
Lho kok bisa begitu ? begini kawan, dengan mempunyai mimpi yang tergambar dalam otaknya, seseorang pastinya akan berusaha mewujudkan mimpinya itu. Dia akan berusaha maksimal, apapun yang terjadi. Dia akan menjadi sangat gigih walau rintangan menghadang, mengeluarkan uang, bekerja keras, mengorbankan waktu dan sebagainya dengan tujuan ingin mewujudkan mimpinya itu. Ingat ! tidak ada sebuah mimpi yang bisa terwujud tanpa pengorbanan. Orang – orang besar juga punya mimpi besar dan tentu pengorbanan mereka juga besar. Namun satu bukti, mereka telah menghasilkan karya besar.
Bercita – citalah menjadi orang yang cerdas! Saatnya merubah mimpi besar itu menjadi nyata, dan berusahalah mewujudkannya! Ikal dalam “ Laskar Pelangi” telah membuktikan bahwa mimpi bisa membawanya kuliah di Sorbone University Perancis. Siapa yang mengira seorang anak dari keluarga miskin di pedalaman Belitung bisa kuliah di almamater ternama? Kekuatan mimpi memang dahsyat, maka Bermimpilah !
“Mimpi adalah kunci untuk kita taklukkan dunia “
( Original soundtrack film ‘Laskar Pelangi’ oleh NIDJI )
06.19

TA'ARUF ME

Otodidak Sejati ….. !
Rudiya Oktar adalah nama pena saya, pemuda kelahiran Sragen. Nama Oktar di ambil dari bulan kelahiranku, di mana bulan itu penulis favoritku di lahirkan, yaitu Andrea Hirata ( lahir 24 oktober ) dan berasal dari nama asli Harun Yahya, yakni Adnan Oktar, dua penulis yang sama – sama menyukai sains sama seperti diriku. aku bukanlah siapa – siapa, bukan orang terkenal ataupun seorang terpelajar. Aku adalah seorang otodidak sejati yang ingin terus belajar mengarifi hidup. Pendidikan formalku hanya sampai SMP. Walau tidak memperoleh pendidikan yang memadai, aku insya'allah tetap semangat untuk terus belajar, karena bagiku belajar adalah ibadah. Melalui membaca, mulai dari kertas pembungkus tempe , koran dan majalah bekas sampai buku – buku dan file – file dalam komputer. Selain itu juga belajar dari orang – orang yang mau berbagi ilmu denganku melalui berbagai organisasi yang kuikuti. Selain aktif di remaja masjid dan karang taruna aku juga aktif di Forum Lingkar Pena ( FLP ) Solo raya.
Minatku yang besar terhadap ilmu terutama agama, sastra dan sains, sampai saat ini terus menggelora, walau pekerjaanku jauh dari dunia ilmu pengetahuan. Waktu luangku kebanyakan untuk membaca buku dan menulis di depan komputer serta pergi ke banyak tempat untuk berburu ilmu. Hal inilah yang membuatku mengenal banyak orang dari berbagai latar belakang.
Berbagai pekerjaan pernah kujalani, mulai buruh sawah, tukang cat, jualan obat, sales kalender, jualan buku dan majalah, amil zakat di sebuah yayasan, sampai jualan es keliling. Seringkali di tolak ketika mengajukan lamaran pekerjaan karena latar belakang pendidikanku. Kini pekerjaanku adalah sebagai tukang kayu dan iaku ingin membuka mata dunia, bahwa ada orang – orang marginal di pojok peradaban yang juga layak di beri kesempatan untuk maju.
Saat ini aku laskar pena dari bumi Sukowati terus berusaha merampungkan karya – karyaku. Dengan bekal pengalaman hidup yang penuh perjuangan, dan keinginan untuk berbagi sesuatu yang di peroleh selama ini kepada orang lain. Melalui goresan penaku, aku berharap bisa membawa manfaat untuk diriku dan banyak orang.
Aku yakin Allah akan menghargai usaha hamba-NYA yang bersungguh – sungguh. Bagi yang ingin menjalin silaturahmi denganku bisa menghubungi di E-mail: rudiyaoktar82@gmail.com
MENU LASKAR PENA SUKOWATI
- CERITA KITA (7)
- GALERY FOTO (9)
- GORESAN PENAKU (10)
- Kegiatan Kita (4)
- KISAH (4)
- KOLOM ABG (1)
- KOLOM ANIS MATTA (6)
- NEWS (34)
- posting terbaru (5)
- SAINS (1)
- SASTRA (2)
- TOKOH (20)
- TSAQOFAH ISLAMIYAH (2)
- WIRAUSAHA (6)
- ZONA MUSLIMAH (3)
KAPAL MAINAN
PEMESANAN 081364021104
FADHLAN FURNITURE
Melayani desain dan pemesanan mebel interior. CP 081364021104
Entri Populer
-
Kelompok hewan tidak bertulang belakang (invertebrata) merupakan kelompok hewan yang paling banyak di muka bumi, hampir 2 juta jenis ya...
-
Bismillah.. Hari ini Jum'at 5 April 2013 tepat pukul 02.00 dini hari nanti waktu mesir. Semua Team KNRP akan berangkat dar...
-
Oleh : Ayatul Huda (Mahasiswi jurusan syari'ah islamiyah universitas Al Azhar Kairo Mesir) Tahukah kau kawan, betapa takj...
-
Tidak Ada Orang Kaya Dalam Dunia Kesehatan Perjalanan Panjang UU SJSN Adanya pengeluaran yang tidak terduga apabila seseorang ter...
-
Semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya, memberkati mereka berdua, dan kiranya Allah meningkatkan kualitas ketu...













