Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakhatuh... AHLAN WA SAHLAN,

sahabatku, mohon maaf jika ada khilaf dalam penulisan blog ini.

Total Tayangan Halaman

laskar pena sukowati. Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label WIRAUSAHA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WIRAUSAHA. Tampilkan semua postingan

Meja Lesehan Jati

Written By Rudiya Oktar on Kamis, 04 September 2014 | 21.06

Meja Lesehan Jati ukuran 120 cm x 55 cm x 30 cm. Harga Rp 400. 000,-
hubungi FADHLAN FURNITURE 081364021104

 

GAZEBO JATI UKIR JEPARA

GAZEBO JATI UKIR JEPARA ukuran 2 m x 2 m. Harga Rp 28 juta (untuk wilayah solo raya bebas ongkos kirim). Untuk gazebo minimalis harga Rp 18 juta. hubungi 081364021104


FADHLAN FURNITURE

Written By Rudiya Oktar on Selasa, 25 Maret 2014 | 08.11








ANDA TERTARIK? 
Pemesanan : 081364021104

SIFAT-SIFAT KAYU DAN PENGGUNAANNYA

Written By Rudiya Oktar on Sabtu, 01 Februari 2014 | 05.18





Dalam kehidupan kita sehari-hari, kayu merupakan bahan yang sangat sering dipergunakan untuk tujuan penggunaan tertentu.  Terkadang sebagai barang tertentukayu tidak dapat digantikan dengan bahan lain karena sifat khasnya.  Kita sebagai pengguna dari kayu yang setiap jenisnya mempunyai sifat-sifat yang berbeda, perlu mengenal sifat-sifat kayu tersebut sehingga dalam pemilihan atau penentuan jenis untuk tujuan penggunaan tertentu harus betul-betul sesuai dengan yang kita inginkan.  Berikut ini diuraikan sifat-sifat kayu (fisik dan mekanik) serta macam penggunaannya.

Pengenalan Sifat-Sifat Kayu
Kayu merupakan hasil hutan yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan kemajuan teknologi.  Kayu memiliki beberapa sifat yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain.  Pemilihan dan penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian, memerlukan pengetahuan tentang sifat-sifat kayu. Sifat-sifat ini penting sekali dalam industri pengolahan kayu sebab dari pengetahuan sifat tersebut tidak saja dapat dipilih jenis kayu yang tepat serta macam penggunaan yang memungkinkan, akan tetapi juga dapat dipilih kemungkinan penggantian oleh jenis kayu lainnya apabila jenis yang bersangkutan sulit didapat secara kontinyu atau terlalu mahal.
Kayu berasal dari berbagai jenis pohon yang memiliki sifat-sifat yang berbeda-beda.  Bahkan dalam satu pohon, kayu mempunyai sifat yang berbeda-beda.  Dari sekian banyak sifat-sifat kayu yang berbeda satu sama lain, ada beberapa sifat yang umum terdapat pada semua jenis kayu yaitu :
  1. Kayu tersusun dari sel-sel yang memiliki tipe bermacam-macam dan susunan dinding selnya terdiri dari senyawa kimia berupa selulosa dan hemi selulosa (karbohidrat) serta lignin (non karbohidrat).
  2. Semua kayu bersifat anisotropik, yaitu memperlihatkan sifat-sifat yang berlainan jika diuji menurut tiga arah utamanya (longitudinal, radial dan tangensial).
  3. Kayu merupakan bahan yang bersifat higroskopis, yaitu dapat menyerap atau melepaskan kadar air (kelembaban) sebagai akibat perubahan kelembaban dan suhu udara disekelilingnya.
  4. Kayu dapat diserang oleh hama dan penyakit dan dapat terbakar terutama dalam keadaan kering.
Sifat Fisik Kayu
  1. Berat dan Berat Jenis
Berat suatu kayu tergantung dari jumlah zat kayu, rongga sel, kadar air dan zat ekstraktif didalamnya.  Berat suatu jenis kayu berbanding lurus dengan BJ-nya.  Kayu mempunyai berat jenis yang berbeda-beda, berkisar antara BJ minimum 0,2 (kayu balsa) sampai BJ 1,28 (kayu nani).  Umumnya makin tinggi BJ kayu, kayu semakin berat dan semakin kuat pula.
  1. Keawetan
Keawetan adalah ketahanan kayu terhadap serangan dari unsur-unsur perusak kayu dari luar seperti jamur, rayap, bubuk dll. Keawetan kayu tersebut disebabkan adanya zat ekstraktif didalam kayu yang merupakan unsur racun bagi perusak kayu.  Zat ekstraktif tersebut terbentuk pada saat kayu gubal berubah menjadi kayu teras sehingga pada umumnya kayu teras lebih awet dari kayu gubal.
  1. Warna
Kayu yang beraneka warna macamnya disebabkan oleh zat pengisi warna dalam kayu yang berbeda-beda.
  1. Tekstur
Tekstur adalah ukuran relatif sel-sel kayu.  Berdasarkan teksturnya, kayu digolongkan kedalam kayu bertekstur halus (contoh: giam, kulim dll), kayu bertekstur sedang (contoh: jati, sonokeling dll) dan kayu bertekstur kasar (contoh: kempas, meranti dll).
  1. Arah Serat
Arah serat adalah arah umum sel-sel kayu terhadap sumbu batang pohon.  Arah serat dapat dibedakan menjadi serat lurus, serat berpadu, serat berombak, serta terpilin dan serat diagonal (serat miring).
  1. Kesan Raba
Kesan raba adalah kesan yang diperoleh pada saat meraba permukaan kayu (kasar, halus, licin, dingin, berminyak dll).  Kesan raba tiap jenis kayu berbeda-beda tergantung dari tekstur kayu, kadar air, kadar zat ekstraktif dalam kayu.
  1. Bau dan Rasa
Bau dan rasa kayu mudah hilang bila kayu lama tersimpan di udara terbuka.  Beberapa jenis kayu mempunyai bau yang merangsang dan untuk menyatakan bau kayu tersebut, sering digunakan bau sesuatu benda yang umum dikenal misalnya bau bawang (kulim), bau zat penyamak (jati), bau kamper (kapur) dsb.
  1. Nilai Dekoratif
Gambar kayu tergantung dari pola penyebaran warna, arah serat, tekstur, dan pemunculan riap-riap tumbuh dalam pola-pola tertentu.  Pola gambar ini yang membuat sesuatu jenis kayu mempunyai nilai dekoratif.
  1. Higroskopis
Kayu mempunyai sifat dapat menyerap atau melepaskan air.  Makin lembab udara disekitarnya makin tinggi pula kelembaban kayu sampai tercapai keseimbangan dengan lingkungannya.  Dalam kondisi kelembaban kayu sama dengan kelembaban udara disekelilingnya disebut kandungan air keseimbangan (EMC = Equilibrium Moisture Content).
  1. Sifat Kayu terhadap Suara, yang terdiri dari :
    1. Sifat akustik, yaitu kemampuan untuk meneruskan suara berkaitan erat dengan elastisitas kayu.
    2. Sifat resonansi, yaitu turut bergetarnya kayu akibat adanya gelombang suara.  Kualitas nada yang dikeluarkan kayu sangat baik, sehingga kayu banyak dipakai untuk bahan pembuatan alat musik (kulintang, gitar, biola dll).
  2. Daya Hantar Panas
Sifat daya hantar kayu sangat jelek sehingga kayu banyak digunakan untuk membuat barang-barang yang berhubungan langsung dengan sumber panas.
  1. Daya Hantar Listrik
  2. Pada umumnya kayu merupakan bahan hantar yang jelek untuk aliran listrik.  Daya hantar listrik ini dipengaruhi oleh kadar air kayu.  Pada kadar air 0 %, kayu akan menjadi bahan sekat listrik yang baik sekali, sebaliknya apabila kayu mengandung air maksimum (kayu basah), maka daya hantarnya boleh  dikatakan sama dengan daya hantar air.
Sifat Mekanik Kayu
  1. Keteguhan Tarik
Keteguhan tarik adalah kekuatan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha menarik kayu.  Terdapat 2 (dua) macam keteguhan tarik yaitu :
    1.           Keteguhan tarik sejajar arah serat dan
    2. Keteguhan tarik tegak lurus arah serat.
Kekuatan tarik terbesar pada kayu ialah keteguhan tarik sejajar arah serat.  Kekuatan tarik tegak lurus arah serat lebih kecil daripada kekuatan tarik sejajar arah serat.
  1. Keteguhan tekan / Kompresi
Keteguhan tekan/kompresi adalah kekuatan kayu untuk menahan muatan/beban. Terdapat 2 (dua) macam keteguhan tekan yaitu :
    1. Keteguhan tekan sejajar arah serat dan
    2. Keteguhan tekan tegak lurus arah serat.
Pada semua kayu, keteguhan tegak lurus serat lebih kecil daripada keteguhan kompresi sejajar arah serat.
  1. Keteguhan Geser
Keteguhan geser adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yang membuat suatu bagian kayu tersebut turut bergeser dari bagian lain di dekatnya.  Terdapat 3 (tiga) macam keteguhan yaitu :
    1. Keteguhan geser sejajar arah serat
    2. Keteguhan geser tegak lurus arah serat dan
    3. Keteguhan geser miring
Keteguhan geser tegak lurus serat jauh lebih besar dari pada keteguhan geser sejajar arah serat.
  1. Keteguhan lengkung (lentur)
Keteguhan lengkung/lentur adalah kekuatan untuk menahan gaya-gaya yang berusaha melengkungkan kayu atau untuk menahan beban mati maupun hidup selain beban pukulan.  Terdapat 2 (dua) macam keteguhan yaitu :
    1. Keteguhan lengkung statik, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara perlahan-lahan.
    2. Keteguhan lengkung pukul, yaitu kekuatan kayu menahan gaya yang mengenainya secara mendadak.
  1. Kekakuan
Kekakuan adalah kemampuan kayu untuk menahan perubahan bentuk atau lengkungan. Kekakuan tersebut dinyatakan dalam modulus elastisitas.
  1. Keuletan
Keuletan adalah kemampuan kayu untuk menyerap sejumlah tenaga yang relatif besar atau tahan terhadap kejutan-kejutan atau tegangan-tegangan yang berulang-ulang yang melampaui batas proporsional serta mengakibatkan perubahan bentuk yang permanen dan kerusakan sebagian.
  1. Kekerasan
Kekerasan adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya yang membuat takik atau lekukan atau kikisan (abrasi). Bersama-sama dengan keuletan, kekerasan merupakan suatu ukuran tentang ketahanan terhadap pengausan kayu.
  1. Keteguhan Belah
Keteguhan belah adalah kemampuan kayu untuk menahan gaya-gaya yang berusaha membelah kayu.  Sifat keteguhan belah yang rendah sangat baik dalam pembuatan sirap dan kayu bakar. Sebaliknya keteguhan belah yang tinggi sangat baik untuk pembuatan ukir-ukiran (patung). Pada umumnya kayu mudah dibelah sepanjang jari-jari (arah radial) dari pada arah tangensial.
Ukuran yang dipakai untuk menjabarkan sifat-sifat keku-atan kayu atau sifat mekaniknya dinyatakan dalam kg/cm2.  Faktor-faktor yang mempengaruhi sifat mekanik kayu secara garis besar digolongkan menjadi dua kelompok :
    1. Faktor luar (eksternal): pengawetan kayu, kelembaban lingkungan, pembebanan dan cacat yang disebabkan oleh jamur atau serangga perusak kayu.
    2. Faktor dalam kayu (internal): BJ, cacat mata kayu, serat miring dsb.
Macam Penggunaan Kayu
Penggunaan kayu untuk suatu tujuan pemakaian tertentu tergantung dari sifat-sifat kayu yang bersangkutan dan persyaratan teknis yang diperlukan.  Jenis-jenis kayu yang mempunyai persyaratan untuk tujuan pemakaian tertentu antara lain dapat dikemukan sebagai berikut :
  1. Bangunan (Konstruksi)
Persyaratan teknis :         kuat, keras, berukuran besar dan mempunyai keawetan alam yang tinggi.
Jenis kayu :  balau, bangkirai, belangeran, cengal, giam, jati, kapur, kempas, keruing, lara, rasamala.
  1. Veneer biasa
Persyaratan teknis : kayu bulat berdiameter besar, bulat, bebas cacat dan beratnya sedang.
Jenis kayu :  meranti merah, meranti putih, nyatoh, ramin, agathis, benuang.
  1.           Veneer mewah
Persyaratan teknis :         disamping syarat di atas, kayu harus bernilai dekoratif.
Jenis kayu :  jati, eboni, sonokeling, kuku, bongin, dahu, lasi, rengas, sungkai, weru, sonokembang.
  1. Perkakas (mebel)
Persyaratan teknis :         berat sedang, dimensi stabil, dekoratif, mudah dikerjakan, mudah dipaku, dibubut, disekrup, dilem dan dikerat.
Jenis kayu :  jati, eboni, kuku, mahoni, meranti, rengas, sonokeling, sonokembang, ramin.
  1. Lantai (parket)
Persyaratan teknis :         keras, daya abrasi tinggi, tahan asam, mudah dipaku dan cukup kuat.
Jenis kayu :  balau, bangkirai, belangeran, bintangur, bongin, bungur, jati, kuku.
  1. Bantalan Kereta Api
Persyaratan teknis :         kuat, keras, kaku, awet.
Jenis kayu :  balau, bangkirai, belangeran, bedaru, belangeran, bintangur, kempas, ulin.
  1. Alat Olah Raga
Persyaratan teknis :         kuat, tidak mudah patah, ringan, tekstur halus, serat halus, serat lurus dan panjang, kaku, cukup awet.
Jenis kayu :  agathis, bedaru, melur, merawan, nyatoh, salimuli, sonokeling, teraling.
  1. Alat Musik
Persyaratan teknis :         tekstur halus, berserat lurus, tidak mudah belah, daya resonansi baik.
Jenis kayu :  cempaka, merawan, nyatoh, jati, lasi, eboni.
  1. Alat Gambar
Persyaratan teknis :         ringan, tekstur halus, warna bersih.
Jenis kayu :  jelutung, melur, pulai, pinus.
  1. Tong Kayu (Gentong)
Persyaratan teknis :         tidak tembus cairan dan tidak mengeluarkan bau.
Jenis kayu :  balau, bangkirai, jati, pasang.
  1. Tiang Listrik dan Telepon
Persyaratan teknis :         kuat menahan angin, ringan, cukup kuat, bentuk lurus.
Jenis kayu :  balau, giam jati, kulim, lara, merbau, tembesu, ulin.
  1. Patung dan Ukiran Kayu
Persyaratan teknis :         serat lurus, keras, tekstur halus, liat, tidak mudah patah dan berwarna gelap.
Jenis kayu :  jati, sonokeling, salimuli, melur, cempaka, eboni.
  1. Korek Api
Persyaratan teknis :         sama dengan persyaratan veneer, cukup kuat (anak korek api), elastis dan tidak mudah pecah (kotak).
Jenis kayu :  agathis, benuang, jambu, kemiri, sengon, perupuk, pulai, terentang, pinus.
  1. Pensil
Persyaratan teknis :         BJ sedang, mudah dikerat, tidak mudah bengkok, warna agak merah, berserat lurus.
Jenis kayu :  agathis, jelutung, melur, pinus.
  1. Moulding
Persyaratan teknis :         ringan, serat lurus, tekstur halus, mudah dikerjakan, mudah dipaku. Warna terang, tanpa cacat, dekoratif.
Jenis kayu :  jelutung, pulai ramin, meranti dll.
  1. Perkapalan
Lunas
Persyaratan teknis :         tidak mudah pecah, tahan binatang laut.
Jenis kayu :  ulin, kapur.
Gading
Persyaratan teknis :         kuat, liat, tidak mudah pecah, tahan binatang laut.
Jenis kayu :  bangkirai, bungur, kapur.
Senta
Persyaratan teknis :         kuat, liat, tidak mudah pecah, tahan binatang laut.
Jenis kayu :  bangkirai, bungur, kapur.
Kulit
Persyaratan teknis :         tidak mudah pecah, kuat, liat, tahan binatang laut.
Jenis kayu :  bangkirai, bungur, meranti merah.
Bangunan dan dudukan mesin
Persyaratan teknis :         ringan, kuat dan awet, tidak mudah pecah karena getaran mesin.
Jenis kayu :  kapur, meranti merah, medang, ulin, bangkirai.
Pembungkus as baling-baling
Persyaratan teknis :         liat, lunak sehingga tidak merusak logam.
Jenis kayu :  nangka, bungur, sawo.
Popor Senjata
Persyaratan teknis :         ringan, liat, kuat, keras, dimensi stabil.
Jenis kayu :  waru, salimuli, jati.
  1. Arang (bahan bakar)
Persyaratan teknis :         BJ tinggi.
Jenis kayu :  bakau, kesambi, walikukun, cemara, gelam, gofasa, johar, kayu malas, nyirih, rasamala, puspa, simpur.
Penutup
Pengenalan atas sifat-sifat fisik dan mekanik akan sangat membantu dalam menentukan jenis-jenis kayu untuk tujuan pengunaan tertentu.  Diharapkan dengan memahami sifat-sifat kayu dan jenis-jenis kayu untuk penggunaan tertentu akan semakin mengurangi ketergantungan konsumen akan suatu jenis kayu tertentu saja sehingga pemanfaatan jenis-jenis kayu yang semula belum dimanfaatkan (jenis-jenis yang belum dikenal umum) akan semakin meningkat.

MEBEL INTERIOR

Written By Rudiya Oktar on Senin, 02 September 2013 | 07.47

Melayani pesanan mebel interior untuk wilayah solo raya. dijamin harga terjangkau semua kalangan.
 hubungi : 085725291312

 





BUDIDAYA JAMUR TIRAM

Written By Rudiya Oktar on Senin, 01 April 2013 | 22.23




I. PENDAHULUAN
Jamur merupakan tanaman yang berinti, berspora, tidak berklorofil berupa sel atau benang-benang bercabang. Karena tidak berklorofil, kehidupan jamur mengambil makanan yang sudah dibuat oleh organisme lain yang telah mati
Jamur tiram bila kita budidayakan akan mendapat manfaat berganda. Selain rasanya lezat mengandung gizi yang cukup besar manfaatnya bagi kesehatan manusia sehingga jamur tiram dapat dianjurkan sebagai bahan makanan bergizi tinggi dalam menu sehari- hari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pakar jamur di Departemen Sains Kementrian Industri Thailand bebarapa zat yang terkandung dalam jamur tiram atau Oyster mushroom adalah protein 5,94 %; karbohidrat 50,59 %; serat 1,56 %; lemak 0,17 % dan abu 1,14 %. Selain kandungan ini, Setiap 100 gr jamur tiram segar ternyata juga mengandung 45,65 kalori; 8,9 mg kalsium: 1,9 mg besi; 17,0 mg fosfor. 0,15 mg Vitamin B1; 0,75 mg vitamin B2 dan 12,40 ing vitamin C.
Dari hasil penelitian kedokteran secara klinis, para ilmuwan mengemukakan bahwa kandungan senyawa kimia khas jamur tiram berkhasiat mengobati berbagai penyakit manusia seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kelebihan kolesterol, anemia, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan polio dan influenza serta kekurangan gizi.Secara social budaya, jamur tiram, merupakan bahan pangan bergizi, berkhasiat obat yang lebih murah dibandingkon obat modern. Secara ekonomis merupakan komoditas yang tinggi harganya dan dapat meningkatkan pendapatan petani serta dapat dijadikan makanan olahan untuk konsumsi dalam upaya peningkatan gizi masyarakat 

II. SYARAT TUMBUH 

                Tempat tumbuh Jamur tiram termasuk dalam jenis jamur kayu yang dapat tumbuh baik pada kayu lapuk dan mengambil bahan organic yang ada didalamnya. Untuk membudidayakan jamur jenis ini dapat menggunakan kayu atau serbuk gergaji sebagai media tanamnya. Serbuk kayu yang baik untuk dibuat sebagai bahan media tanam adalah dari jenis kayu yang keras sebab kayu yang keras banyak mengandung selulosa yang merupakan bahan yang diperlukan oleh jamur dalam jumlah banyak disamping itu kayu yang keras membuat media tanaman tidak cepat habis.
Kayu atau serbuk kayu yang berasal dari kayu berdaun lebar komposisi bahan kimianya lebih baik dibandingkan dengan kayu berdaun sempit atau berdaun jarum dan yang tidak mengandung getah, sebab getah pada tanaman dapat menjadi zat ekstraktif yang menghambat pertumbuhan misellium. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan serbuk kayu sebagai bahan baku media tanam adalah dalam hal kebersihan dan kekeringan, selain itu serbuk kayu yang digunakan ticlak busuk dan tidak ditumbuhi jornur jenis lain.Untuk meningkatkan produksi jamur tiram, maka dalam campuran bahan media tumbuh selain serbuk gergaji sebagai bahan utama, perlu bahan tambahan berupa bekatul dan tepung jagung. Dalam hal ini harus dipilih bekatul dan tepung jagung yang mutunya baik, masih baru sebab jika sudah lama disimpan kemungkinan telah menggumpal atau telah mengalami fermentasi serta tidak tercampur dengan bahan-bahan lain yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur. Kegunaan penambahan bekatul dan tepung jagung merupakan sumber karbohidrat, lemak dan protein. Disamping itu perlu ditambahkan bahan-bahan lain seperti kapur ( Calsium carbonat ) sebagai sumber mineral dan pengatur pH meter
Media yang terbuat dari campuran bahan-bahan tersebut perlu diatur kadar airnya. Kadar air diatur 60 - 65 % dengan menambah air bersih agar misellia jamur dapat tumbuh dan menyerap makanan dari media tanam dengan baik Penambahan air yang tidak bersih dapat menyebabkan media terkontaminasi dengan mikroorganisme

Tingkat keasamon ( pH)
Tingkat keasaman media sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan jamur akan terhambat. bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan mergganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri. Keasaman pH media perlu diatur antara pH 6 - 7 dengan menggunakan kapur ( Calsium carbonat )

Suhu udara
Pada budidaya jamur tiran suhu udara memegang peranan yang penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal. Pada umumnya suhu yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram, dibedakan dalam dua fase yaitu fase inkubasi yang memerlukan suhu udara berkisar antara 22 - 28 OC dengan kelembabon 60 - 70 % dan fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu udara antara 16 - 22 OC.
Cahaya
Pertumbuhan misellium akan tumbuh dengan cepat dalam, keadaan gelap/tanpa sinar, Sebaiknya selama masa pertumbuhan misellium ditempatkan dalam ruangan yang gelap, tetapi pada masa pertumbuhan badan buah memerlukan adanya rangsangan sinar. Pada tempat yang sama sekali tidak ada cahaya badan buah tidak dapat tumbuh, oleh karena itu pada masa terbentuknya badan buah pada permukaan media harus mulai mendapat sinar dengan intensitas penyinaran ? 60 - 70 %

III. TAHAPAN DALAM KEGIATAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM
1.      Persiapan Media Tanam
Sebelum dilakukan penanaman ( inokulasi ) bibit kedalam media tanam, perlu dilakukan persiapan-persiapan antara lain:
รผ  Menyiapkan bahan dan alat yang digunakan.
รผ  Mencampur serbuk kayu dengan bahan-bahan lain seperti bekatul, tepung jagung dan kapur sampai merata ( homogen ) kemudian diayak.
รผ  Menambah air hingga kandungan air dalam media menjadi 60?-65 % lalu tentukan pH-nya dengan kertas lakmus.
รผ  Memasukkan media tanam kedalam kantung plastik polypropilene dan memadatkannya lalu bagian atas kantung plastik diberi cincin paralon kemudian dilubangi 1/3 bagian dengan kayu dan ditutup dengan kertas lilin serta diikat dengan karet pentil.
รผ  Melakukan sterilisasi pada suhu 95 OC selama 7 - 8 jam
รผ  Mendinginkan media tanam selama 8 - 12 jam dalam ruangan inokulasi
2.      Penanaman ( Inokulasi)
รผ  Inokulasi dilakukan setelah media tanam dingin dengan suhu antara 22 - 28 OC.
Menyiapkon alat dan bahan yang diperlukan dalam proses penanaman                     ( inokulasi ).
รผ  Sterilisasi semua alat dan bahan yang akan digunakan
รผ  Membuka penutup/ kertas lilin dan memasukkan bibit dari dalam botol kedalam media tanam dengan menggunakan stik inokulasi.
รผ  Menutup kembali penutup/kertas lilin dan mengikat dengan karet pentil.
รผ  Memindahkan media tanam yang telah ditanami bibit tersebut kedalam ruangan inkubasi sampai tumbuh misellium jamur, Lamanya penumbuhan misellium jamur antara 45 - 60 hari.
รผ  Setelah misellium memenuhi kantong plastik dipindahkan ke ruang produksi dengan membuka tutup kontong plastik dan menyemprot air secara teratur
3. Panen
Setelah 10 - 15 hari kemudian dapat dipanen untuk pertama kali, panen berikutnya setiap dua hari sekali secara teratur selama 6 bulan.

Analisa Usaha Tani Jamur Tiram ( 5.000 Polybag )
I.  Biaya operasional
a. Biaya langsung
* 5.000 polybeg @ RP. 1250,-   = Rp. 6.250.000,-
* Tenaga kerja ( perawatan ,panen) = Rp.3.000.000,-
b. Biaya tak langsung
Kumbung ( Rumah jamur ) = Rp. 6.000.000,-  Ukuran 7 x 20 m
Tak terduga    = Rp.     500.000,-
TOTAL = Rp. 15.750.000,-
II. Penerimaan        Rp. 18.000.000,-
Periode I Tiap polybog panen 400 gr Harga RP. 9000/ kg
Jadi : 400 x 5.000 = 2.000 kg x Rp. 9.000
Periode I : Rp. 18.000.000 - Rp.15.750.000 = Rp. 2.250.000
Periode II : Rp.18.000.000 - Rp 9.750.000 = RP. 8.250.000
Periode III : Rp.18.000.000 - Rp 9.750.000 = RP. 8.250.000
Periode IV : Rp.18.000.000-Rp 9.750.000 = RP. 8.250.000
Bahan-bahan Baku Media Tanam Jamur Tiram
Media merupakan faktor yang paling penting dalam menentukan keberhasilan budidaya jamur. Pemilihan bahan yang cocok bagi pertumbuhan merupakan kunci sukses.
Jamur pangan pada umumnya tumbuh pada media kayu walaupun ada Namur yang dibudidayakan di atas jerami yaitu jamur merang. Oleh karena itu, bahan pokok yang digunakan untuk budidaya jamur kayu yaitu serbuk gergaji kayu.
Berikut ini uraian komposisi media jamur tiram putih:
Serbuk Kayu
Bahan ini merupakan bahan dasar pembuatan media tanam (baglog). Serbuk kayu mengandung beragam zat didalamnya yang dapat memacu pertumbuhan atau sebaliknya. Zat-zat yang dibutuhkan jamur untuk tumbuh yaitu karbohidrat serat dan lignin. Sedangkan zat yang dapat menghambat pertumbuhan yaitu zat metabolit sekunder atau yang umum dikenal sebagai getah dan atsiri. Dengan demikian serbuk kayu yang yang digunakan hendaknya dari pohon tidak bergetah seperti albasia, randu, meranti dan lain-lain.
Serbuk kayu di Indonesia mudah diperoleh pada pabrik-pabrik penggergajian kayu. Bahan ini sangat melimpah dan belum banyak dimanfaatkan walaupun memiliki kegunaan lain seperti pembuatan papan partikel, gerabah atau genting.
Pemilihan serbuk kayu perlu memperhatikan kebersihan dan kekeringan. Selain itu serbuk kayu yang akan digunakan haruslah masih segar. Serbuk kayu yang telah lapuk atau busuk ada kemungkinan membawa kontaminan seperti bakteri atau cendawan lain.
Serbuk kayu yang berasal dari kayu keras seperti albasia dan meranti sangat baik untuk mempertahankan bentuk baglog agar tidak berubah. Serbuk kayu yang tercampur oleh minyak atau oli perlu dihindarkan karena akan menghambat bahkan membunuh hifa-hifa jamur.
Kapur
Kapur merupakan bahan baku sebagai sumber kalsium (Ca) dan berguna untuk mengatur tingkat kemasaman (pH) media. Kapur yang digunakan yaitu kapur pertanian (CaCO3). Kandungan kalsium dan karbonnya sangat dibutuhkan bagi pertumbuhan jamur dan sebagai penyumbang nutrisi pada saat jamur dikonsumsi.
Bekatul
Bekatul merupakan hasil sisa dari penggilingan padi. Apabila diamati bekatul terdiri dari bubuk dan butiran kecil akibat dari pengupasan kulit padi, selain itu bekatul mengandung serbuk kulit padi. Bahan ini telah umum digunakan pada industri peternakan sebagai pakan.
Pada media jamur penggunaan bekatul dimaksudkan sebagai sumber karbohidrat, karbon (C) dan nitrogen (N). Selain itu vitamin B1 dan B2 juga terkandung didalamnya. Bekatul yang digunakan dapat berasal dari berbagai jenis padi dan yang perlu diperhatikan yaitu pemilihan harus yang masih baru dan belum bau / tengik
Gips
Gips atau CaSO4 digunakan sebagai sumber kalsium (Ca) dan berguna untuk memperkokoh media baglog. Dalam keadaan kokoh media tidak akan cepat rusak. Namun penggunaan gips disebut-sebut tidak organik dan tidak sehat mungkin karena mengandung senyawa SO4, oleh karena itu gips mulai ditinggalkan oleh petani jamur.
Pupuk
Pemberian pupuk juga merupakan pilihan. Pupuk yang biasa diberikan yaitu urea dan SP-36. pemberian pupuk dimaksudkan sebagai nutrisi pertumbuhan jamur dan dapat mempercapat pemanenan. Selain itu ukuran rata-rata jamur yang dihasilkan lebih besar. Kelemahan hasil jamur yang menggunakan pupuk yaitu jamur menjadi lebih rentan kerusakan seperti perubahan warna dan masa simpan lebih singkat. Hal ini disebabkan karena kadar air dalam jamur menjadi lebih banyak.
Penggunaan pupuk di luar negeri seperti Taiwan dan Malaysia akhir-akhir ini mulai ditinggalkan. Mereka mulai merubah dan memperlengkap nutrisi bahan media dengan biji-bijian dan bahan organik lainnya. Mereka yakin bahwa jamur yang bernilai gizi tinggi akan lebih sehat tanpa menggunakan pupuk.

Jamur tiram putih dengan nama latin Pleurotus ostreatus merupakan jamur kayu yaitu jamur yang tumbuh di kayu. Jamur ini memiliki nilai ekonomis tinggi karena dapat dimakan dan memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh.
Akhir-akhir ini komoditi jamur konsumsi semakin dilirik untuk dikembangkan. Dengan memodifikasi lingkungan tumbuh dan medianya jenis-jenis jamur ini dapat hidup dengan baik dan mendatangkan keuntungan.
Secara budidaya, kita tidak mungkin menanam pada batang kayu karena akan sangat merepotkan. Oleh karena itu media jamur tiram dibuat untuk mempermudah, memaksimalkan kualitas dan kuantitas produksi. Media itu kemudian dibuat dalam kantung-kantung plastik berisi serbuk kayu yang telah dilengkapi komposisi tambahan (baglog). BAG = kantung dan LOG = kayu berbentuk log atau silinder
Berikut merupakan media tanam yang dapat digunakan:
Komposisi I
Serbuk gergaji
:
100kg
Bekatul
:
10kg
Kapur
:
0.5kg
Tepung Jagung
:
0.5kg
Air Sumur
:
45-60% volume
TSP
:
0.5kg
Gipsum
:
0.5kg
Komposisi II
Serbuk gergaji
:
30krg
Bekatul
:
45kg
Kapur
:
12kg
Tapioka
:
15kg
Air Sumur
:
45-60% volume
Hal penting yang menentukan keberhasilan media yaitu jenis kayu. Serbuk kayu albasiah atau sengon sangat baik untuk media. Namun jangan sekali-kali memakai kayu pinus karena dapat dipastikan tidak akan tumbuh. Secara sederhana hindari penggunaan kayu yang bergetah.
Kedua komposisi tersebut dapat digunakan dan sifatnya tidak mutlak. Biasanya masing-masing pembudidaya memiliki komposisi dan idealisme berbeda.
Komposisi pertama memiliki kelebihan yaitu mempercepat pertumbuhan jamur, hasilnyapun rata-rata lebih besar dari komposisi kedua. Keunggulan ini karena pengaruh dari pemberian TSP yang dapat memacu pertumbuhan misellium.
Akan tetapi komposisi pertama memiliki kelemahan yaitu jamur yang dihasilkan lebih berair / lebih lunak sehingga tidak dapat bertahan lama. Hasil komposisi pertama bila dikeringkan rendemennya lebih kecil dibandingkan komposisi kedua.
Kelemahan yang kedua yaitu jenis media ini membuat jamur yang dihasilkan tidak organik. Kesadaran masyarakat akan hidup sehat semakin tinggi, kasyarakat vegetarian akan lebih menghargai keorganikan hasil komposisi kedua. Jamur tidak organik lambat laun akan kalah saing bila bertarung di pasar modern dan tentu saja hal ini membatasi ruang gerak pemasaran.


Anda ingin membuat bibit F1 atau bibit F2 jamur tiram? sebetulnya cara pembuatannya sangat mudah, tidak jauh berbeda dengan membuat baglog jamur tiram. Aku yakin kalau Anda sudah bisa membuat baglog jamur tiram, pasti membuat bibit F1 jamur tiram juga akan mudah.
Hal yang perlu Anda ketahui sebelum membuat bibit jamur tiram yaitu bahwa bibit sangat menentukan tahap-tahap selanjutnya. Bila Anda membuat bibit F1 jamur tiram, maka tahap pembuatan F2 jamur tiram, pembuatan baglog jamur tiram atau bahkan perawatan saat growing dipengaruhi kualitas bibit F1 jamur tiram tersebut.
Tentu menulis artikel “Pembuatan Bibit F1 dan bibit F2 Jamur Tiram” ini sangat mudah bila dibandingkan praktek membuat bibit jamur itu sendiri. Jadi Aku Harap Anda tetap berlatih mengasah keterampilan inokulasi Anda. Jangan protes kalau tidak bisa yah.. :)
Baiklah, aku mulai prosedur pembuatan bibit jamur tiramnya:
Langkah awal, persiapkan dulu alat-alatnya. Standarnya, alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat bibit jamur tiram yaitu Autoklaf, Laminar Air Flow Cabinet (LAFC), tabung dan gelas ukur, alat-alat tanam, bunsen dan keranjang-keranjang. Alat-alat ini ideal untuk membuat bibit, tapi tentu saja harganya selangit…
autoklaf, autoclave, alat sterilisasi, sterilisasi bibit, alat autoklaf
Autoklaf
Aku coba baca isi pikiran Anda… Aha… Anda ingin yang skala rumah tangga yah?? Baiklah, Berikut ini alat-alat yang bisa digunakan untuk membuat bibit jamur skala rumah tangga:
1.        Presto, alat ini sebagai penganti autoklaf. sebenernya kalau Anda bisa beli autoklaf bekas, tetap akan lebih baik memakai autoklaf.
2.        Enkas atau wadah kaca, alat ini sebagai pengganti LAFC. Mudah kok cara membuatnya. Anda bisa gunakan akuarium sebagai enkas. Atau bila Anda pernah punya anak atau lihat bayi tetangga yang baru lahir tentu tahu baby box yang di rumah sakit untuk bayi prematur, buatlah desainnya seperti itu.
3.        Tabung dan gelas ukur, kalau yang ini tidak bisa diganti yah, beli saja 1 atau 2 sudah cukup untuk selamanya (kalau tidak pecah hehehe…). Tabung gelas ini digunakan untuk menakar bahan, tapi… tampaknya alat-alat ini tidak diperlukan untuk pembuatan bibit F1 dan F2 jamur tiram deh. Kalau membuat bibit PDA sih iya… hehehe… ya anggap saja pengetahuan :)
4.        Alat-alat tanam, ini juga mutlak diperlukan! tapi cuma perlu sudip saja kok untuk membuat bibit jamur tiram. Jika Anda sudah bisa membuat baglog jamur tiram tentu punya alat ini.
5.        Lampu spiritus, alat ini sebagai penganti bunsen. Bunsen berfungsi untuk mensterilisasi spatula sebelum penetrasi ke dalam botol saat memindahkan bibit dari bahan tanam ke media calon bibit jamur tiram. Sebenarnya bunsen itu ya lampu spiritus, tapi harganya bisa 35-40rb per pcs kalau beli di toko kimia. Kalau membuat sendiri lampu spiritus dari botol bekas akan lebih murah, bahkan bisa tanpa mengeluarkan biaya…
6.        Keranjang-keranjang, ini opsional saja. Tapi dengan adanya keranjang pekerjaan Anda jadi lebih rapi dan tidak memakan tempat. Pilih keranjang yang sesuai kebutuhan, tidak harus mahal :)
Yup, itulah alat-alat yang harus Anda siapkan sebelum mulai membuat bibit jamur tiram. Silahkan kumpulkan dahulu sebelum aku mulai menulis artikel lagi tentang bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat bibit F1 dan F2 jamur tiram. Semoga artikel ini dapat membantu

Pertumbuhan jamur tiram membutuhkan nutrisi untuk metabokisme dalam tubuh. Nutrisi atau hara yang dibutuhkan yaitu:
v  Karbon (C) bersumber dari karbohidrat sebagai unsur dasar pembentukan sel dan sebagai energi untuk metabolisme. Sumberkarbon diperoleh dalam bentuk monosakarida, polisakarida, selulosa dan lignin (kayu)
v  Nitrogen diperlukan untuk pembentukan protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik. Nitrogen juga berguna untuk mempercepat pertumbuhan
v  Vitamin berfungsi sebagai bahan tambahan atau suplemen sehingga pertumbuhan jamur menjadi lebih baik. Vitamin yang dibutuhkan oleh jamur yaitu vitamin B1 dan B12
v  Mineral sebagai unsur hara mikro yang berguna sebagai pelengkap pada jamur. Kebutuhan mineral sudah tercukupi dari media. Penambahan kapur sebagai pengatur tingkat kemasaman (pH) sekaligus memenuhi kebutuhan mineral yaitu kalsium (Ca)




pada budidaya jamur tiram memang menyebalkan. Banyak uang yang dikeluarkan dan tenaga juga tentunya kalau kontaminasi datang semuanya akan sia-sia saja. tidak peduli tingkatan mana dalam proses pembudidayaan jamur tiram, kontaminasi pasti dapat mengencam. mulai dari pembuatan media PDA, bibit jamur hingga baglog produksi memiliki peluang yang sama.
Cara mengatasi kontaminasi ada beragam, ini tergantung dari masing-masing petani. Ada yang menerapkan pencegahan organik atau kimiawi. Tentu saja yang kimiawi ini perlu dihindari yah…. karena jamur sangat mudah menyerap senyawa kimia dan dapat terakumulasi di dalamnya.
Berikut ini beberapa contoh perilaku yang dilarang saat berbudidaya jamur. Perilaku ini berpotensi menimbulkan kontaminasi, jangan anggap sepele sesuatu yang kecil dan sederhana karena bisa saja jamur tiram di kumbung anda luluh lantak tak bersisa.
1. Mencampur stok media lama dengan yang baru. Anda tidak akan tahu mikroorganisme apa yang sudah bersarang pada media lama.
2. Menggunakan alas kaki dari luar areal bididaya. Bisa saja alas kaki yang anda pakai sebelumnya menginjak atau bersinggungan dengan sumber kontaminsi
3. Menggunakan baju kotor. Pekerja sering ceroboh ketika bekerja di kumbung, mentang-mentang kerja kasar lantas baju yang dikenakan tidak pernah dicuci, alasannya simpel karena pakaian “dinas”… Padahal hal ini berbahaya sekali terutama ketika inokulasi.
4. Makan di areal budidaya. Lah…. tempat makan kan di ruang makan masak di kumbung… atau ruang inkubasi apalagi ruang inokulasi… kacau dah… gimana kalau nasinya tercecer… jadilah biang kontaminasi, jamur oncom tumbuh lalu menyerang seisi kumbung…
5. Berbicara / bersin saat inokulasi. mulut itu sumber bakteri, memang hal ini sangat kecil kemungkinannya mengakibatkan kontaminasi tapi dari hembusan angin dari mulut tertuju langsung ke dalam baglog atau bibit jamur. Akibatnya jamur kontaminan yang ada di udara ikut masuk ke dalamnya.
6. Tidak menggunakan bunsen / api. Jangan mentang-mentang sudah ahli inokulasi jamur tiram, tetap saja makhluk kasat mata berpeluang hinggap di alat tanam lalu masuk ke media saat inokulasi.
7. Menaruh sembarangan alat tanam. ini tentu sudah jelas maksudnya, apalagi kalau alat tanam tidak pernah dicuci.
8. Menggunakan air kotor. Karena malas mengambil air yang agak jauh, main ambil saja air terdekat, padahal bisa saja air itu bekas cuci tangan orang atau lainnya.
9. Membiarkan binatang piaraan bermain di tumpukan media. Wah… bagaimana kalau “pup” di situ yah…
10. Makan jagung sambil memandangi jamur tiram di kumbung.  awas tercecer jagungnya atau lupa sengaja dibuang bonggolnya di pojokan kumbung… bisa bahaya…
10. Menunda memisahkan baglog kontam. kalau anda tahu ada baglog yang kontam, segera pindahkan saja. buat apa dipiara kalau beresiko mengkontaminasi yang lain.
nah demikian itu sebagian kecil hal-hal remeh yang bisa mengakibatkan kontaminasi. sebenarnya perilaku anda atau saya sendiri yang menyebabkan kontaminasi. ayo berbudidaya lebih rapi, bersih dan teratur… :)

MENU LASKAR PENA SUKOWATI

KAPAL MAINAN

KAPAL MAINAN
PEMESANAN 081364021104

FADHLAN FURNITURE

FADHLAN  FURNITURE
Melayani desain dan pemesanan mebel interior. CP 081364021104

Entri Populer

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Laskar Pena Sukowati - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger